Penyaluran BBM 2020 Meningkat 5,03 Persen Dibanding Tahun Lalu 2019

"BPH Migas menetapkan kuota BBM untuk tahun 2020 mengalami kenaikan dibanding tahun 2019 yaitu sebesar 5,03 persen setara dengan 15,87 juta Kiloliter (KL)"

Penyaluran BBM 2020 Meningkat 5,03 Persen Dibanding Tahun Lalu 2019

Telegraf, Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menetapkan kuota BBM untuk tahun 2020 mengalami kenaikan dibanding tahun 2019 yaitu sebesar 5,03 persen setara dengan 15,87 juta Kiloliter (KL).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPH Migas dikantornya saat Penyerahan SK Kuota JBT/BBM Subsidi dan JBKP/BBM Khusus Penugasan Tahun 2020, Launching Buku BBM Satu Harga, dan Peresmian Gedung BPH Migas, Senin (30/12).

Ifan pangilan akrab Kepala BPH Migas menjelaskan kuota tersebut diberikan penugasan Kepada Badan Usaha serta masing masing privinsi/Kabupaten/Kota (Gubernur) di seluruh Indonesia serta kuota untuk masing masing sektor penguna.

“BPH Migas menyerahkan BBM penugasan premium kepada pertamina dan kepada PT AKR diluar itu kami juga menyerahlan kuota untuk konsumen penguna khusus yaitu kepada KAI, ASDP, PT Pelni, GAPASDAP dan PELRA (Asosiasi Pelayaran Rakyat) dan juga INFA (asosiasi diluar kapal kapal ASDP),” ungkap Ifan.

Ia juga mengungkapkan Kuota pada 2020 yang di tetapkan melalui UU APBN untuk JBT Kepada Pertamina BPH Migas sudah menetpakan solar sebanyak 15.076.0000 KL dan untuk minyak tanahnya 560.000 KL, untuk penugasan premium sebanyak 11.000.000 KL yang di peruntukan Untuk seluruh Wilayah NKRI.

Sementara itu untuk PT. AKR kuota minyak solar tahun 2020 sebanyak 234.000 KL, Kuota Jenis BBM Tertentu (Minyak Solar) triiwulan pertama untuk, Kapal Penumpang PT PELNI (Persero) adalah sebesar 96.343 KL, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Asosiasi GAPASDAP dan INFA adalah sebesar 61.970 KL, PT Kereta Api Indonesia (Persero) adalah sebesar 51.250 KL dan Asosiasi Pelayaran Rakyat (PELRA) adalah sebesar 16.000 KL.

“Data ini kalau mengacu pada 2019 hanya naik sebanyak 800.000 KL cuma 5 persen, padahal di 2019 data yang kami ferivikasi sudah potensinya hingga 25 Desember 2019, sudah kelebihan 1,28 juta KL. Kalau tahun ini saja kelebihan 1,28 juta KL dikalikan Rp2000 setara dengan kisaran 25 T. dan Jika pada Tahun 2020 ada kenaikan lagi maka potensi akan yerjadi over kuota lagi,” Kata Ifan.

Baca Juga :   Setelah Sempat Delay Program Digitalisasi SPBU Memasuki Masa Final

Lanjut Ifan untuk kuota untuk masing masing tim konsumen penguna untuk tahun lalu KSDP sebesar 243.172 KL, PELNI sebesar 204.471 KL, PELRA sebesar 118.508 KL dan untuk PT KAI sebanyak 243.262. Ifan berharap Kepada Pertamina agar menyalurkannya tepat sasaran. (Red)


Photo Credit : Perwakilan Gubernur menerima surat penugasn di Kantor BPH Migas, Senin (5/Telegraf

Tanggapi Artikel