Penjaminan Langsung Jurus Tetap Survive Dari Jamsyar di Masa Pandemi

"Meskipun di tengah pandemi Covid-19 total aset Jamsyar mencapai Rp1,2 triliun atau tumbuh sebesar 14,09 persen year on year, kenaikan ini di topang adanya menambahan modal sebesar Rp75 miliar dengan kondisi tersebut jumlah ekuitas sebesar Rp648.160.414.681"

Penjaminan Langsung Jurus Tetap Survive Dari Jamsyar di Masa Pandemi

Telegraf, Jakarta – PT Jamkrindo Syariah (JamSyar) mengumumkan performa kuartal pertama 2020 masih menunjukan laju yang cukup signifikan, walaupun dimasa pandemi Covid -19 yang membuat seluruh laju perekonomian tersendat, dengan fokus pada penjaminan langsung Jamsyar tetap survive tebukti Jamsyar menunjukan pertumbuhan yang mengembirakan, walaupun masih jauh dari target awal.

Hal itu di ungkapkan oleh Direktur Utama Jamsyar Gatot Suprabowo dalam konfrensi pers melalui media dalam jaringan (daring), Kamis (14/5).

Ia mengungkapkan hingga April 2020 volume penjaminan mencapai Rp10,3 triliun rupiah, meskipun tidak sesuai dengan target rencana bisnis Jamsyar pada tahun 2020 yang menargetkan volume penjaminan sebanyak Rp30 triliun hingga akhir tahu.

“Meskipun di tengah pandemi Covid-19 total aset Jamsyar mencapai Rp1,2 triliun atau tumbuh sebesar 14,09 persen year on year, kenaikan ini di topang adanya menambahan modal sebesar Rp75 miliar dengan kondisi tersebut jumlah ekuitas sebesar Rp648.160.414.681” ungkap gatot.

Dari sisi pencapaian laba tahun berjalan Jamsyar di posisi Rp18,71 miliar, naik sebesar 17,23 persen di banding tahun lalu pada waktu yang sama.

Gatot menegaskan Jamsyar sudah melakukan analisa segala kemungkinan dari dampak pandemic Corona. Di tahun ini ada 3 sekenario
yaitu pertama dampak ringan yang di asumsikan covid selesai Juni dan Juli sudah normal kembali, untuk sekenario kedua dengan dampak menengah, covid selesai September, serta sekenario ke tiga dengan dampak berat covid selesai pada bulan Desember.

“Dengan analisa tersebut Jamsar akan terus memperoleh keuntungan walaupun dalam kondisi apapun, ini di sebabkan karena Jamsyar mempunyai ketahanan yang cukup karena pengelolaan portfolio yang cukuk baik,” kata Gatot

Lanjut Gatot sesuai dengan POJK mengenai tingkat kesehatan keuangan perusahaan penjaminan, pada periode tersebut nilai tingkat Kesehatan adalah sebesar Rp1,2 triliun yang berarti Jamsyar berada pada kondisi sangat sehat.

Baca Juga :   Ringankan Kebutuhan Di Masa Pandemi Managemen Buroq Berbagi ke Drivernya

Ia menambahkan sebagai bukti jamsyar tidak hanya fokus pada bisnis Jamsyar lakukan kegiatan peduli Covid-19 yang sebelumnya di lakukan pada bulan April yaitu membagikan 1200 paket sembako, dan pada Ramadhan kali ini Jamsyar menyalurkan bantuan ke 60 panti asuhan seluruh Indonesia dari Jawa Barat hingga Sulawesi. (AK)


Credit photo : Direktur Utama Jamkrindo Syariah dalam suatu kesempatan di Jakarta/telegraf


Tanggapi Artikel