Penghargaan Diri dari Penggalan Kisah Hidup dalam “Aku dan Buka Dia”

Oleh : Atti K.

Telegraf – Menghargai diri sendiri bagi banyak orang itu perlu, Elena Zachnas adalah salah satunya, ia mencoba menghadiai dirinya sebuah buku, yang di tulisnya sendiri untuk kado istimewa di usia 55 tahun.

“Aku dan bukan dia” sebuah kumpulan pusi yang di jahit dalam satu buku berisikan 140 halaman dan 55 puisi yang menceritakan penggalan kisah.

“Buku ini ada 3 babak dalam kehidupan saya, suatu pergulatan jiwa atas makna hidup yang dijalani,” ungkapnya dalam konfrensi pers kenal ulang bukunya di Jakarta, Kamis (27/100).

Elena menceritakan didalam buku ini jika dibaca mungkin ada yang terwakili jiwa jiwanya. “Bahwa cahaya itu tidak akan hilang, walaupun saat gelap dan benar benar gelap, cahaya pasti akan ada. Karena setiap orang pasti punya harapan,” tuturnya.

Dari tiap puisi dijalin seperti penggalan kisah, seperti buku harian suatu pergulatan jiwa atas makna hidup yang dijalani. Ada benang merah cerita yang saling terkait satu sama lain.

Lanjut Elena, Menulis menjadi bagian dari sebuah proses penyembuhan ketika pikiran dan rasa terjebak dalam kegalauan. Ia berharap bukunya bisa menjadi inspirasi yang bermakna bagi proses mental dari rasa menjadi karya.

Elena Zachnas penulis puisi yang juga sebagai penulis lirik lagu yang pernah di nyanyikan oleh almarhum Chrisye dengan judul Gelapkan Sirna, begitu juga Erwin Gutawa yang perna memintanya untuk menulis lirik untuk Edo Kondologit dan masih banyak lagi.

Elena Zachnas menambahkan menulis adalah gairah hidup yang tidak dapat dipadamkan. Menulis adalah bentuk kejujuran yang hendak terus ditanamkan.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close