Penembak Florida, Nikolas Cruz, Seorang Pembenci Yahudi, Negro dan Imigran

Penembak Florida, Nikolas Cruz, Seorang Pembenci Yahudi, Negro dan Imigran

"Ibu kandung saya seorang Yahudi. Saya senang tidak pernah bertemu dengannya."

Penembak Florida, Nikolas Cruz, Seorang Pembenci Yahudi, Negro dan Imigran


Telegraf, Florida – Nikolas Cruz, yang merupakan tersangka tunggal penembakan massal yang menewaskan 17 orang di sebuah SMA di Florida, terindikasi sebagai orang yang rasis, pembenci Yahudi, dan terobsesi pada kekerasan dan senjata.

Hal itu terungkap dari kelompok percakapan (group chat) Instagram di mana Cruz menjadi salah satu anggotanya.

Pada Rabu (14/02/2018) lalu, dia melepaskan tembakan secara membabi buta di Sekolah Menengah Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida. Cruz, 19, dimana sekolahan tersebut adalah tempat ia dulu belajar di sana sebelum akhirnya dikeluarkan.

Dalam aksinya tersebut, Cruz menggunakan senapan AR-15 yang dibelinya secara sah.

Nafsu Untuk Membunuh

Cruz menjadi anggota group chat itu pada Agustus 2017 dan sejak itu sebagian besar percakapan melibatkan sekitar enam orang.

Rasisme adalah tema utama percakapan group “Murica Great”, nama yang diberikan oleh Cruz. Kebencian yang diungkapkan oleh mereka ini jarang ditentang oleh anggota-anggota yang lain.

Dalam sebuah percakapan, Cruz menulis bahwa dia membenci “Yahudi, negro, dan imigran”.

Dia berkoar ingin membunuh orang-orang Meksiko, merantai orang kulit hitam dan memenggal mereka. Pernyataan itu tidak dalam konteks bergurau.

Terdapat ratusan tulisan, meme, dan video Instagram yang rasis di group itu.

Salah satu anggota kelompok pernah menyinggung pandangan radikal Cruz ini, dengan mengatakan bahwa meskipun dia juga membenci warga kulit hitam, namun tidak sampai pada titik ingin membunuh mereka.

Cruz mengatakan dia benci orang kulit hitam tak lebih karena warna kulit mereka, dia membenci Yahudi karena mereka ingin menghancurkan dunia.

Saat seorang anggota menyatakan kebenciannya ke kaum gay, Cruz merespons: “Tembak mereka di belakang kepala.”

Wanita kulit putih juga jadi sasaran kebencian Cruz, khususnya mereka yang menjalin hubungan dengan ras lain yang disebutnya sebagai pengkhianat.

Tidak ada indikasi dalam kelompok ini bahwa para anggotanya termasuk Cruz adalah juga anggota kelompok supremasi kulit putih.

Kenakan Rompi Anti Peluru

Cruz memakai uang gajiannya untuk membeli rompi anti peluru atau body armor.

Senapan AR-15 sudah dibelinya di Florida sekitar setahun silam secara legal. Seorang sumber penyidik mengatakan Cruz membeli sedikitnya lima senjata dalam satu tahun terakhir.

Di laman Instagram miliknya, Cruz menunjukkan koleksi senjata yang dia miliki dengan menggelarnya di atas tempat tidur, meliputi tujuh senjata dan satu body armor. Unggahan ini bisa dilihat umum.

Topik yang sering dibicarakan di kelompok chat dia adalah senjata-senjata yang dimilikinya. Dia pernah mengunggah video pendek sedang melepas tembakan keluar jendela di satu malam.

Mereka kerap berdiskusi tentang senapan mana yang lebih bagus antara M16 dan AK.

Seorang anggota menyampaikan ke Cruz, “Nick ini untuk senapan AR milikmu.” Dia menunjukkan situs yang menawarkan aksesoris after-market untuk mengubah AR-15 menjadi senapan otomatis.

Saat hari gajian, Cruz memberi tahu kelompoknya ke mana dia akan membelanjakan uangnya.

“Sobat, saya dibayar 330. Saya beli body armor,” tulisnya. Setelah itu dia mengunggah foto bon pembelian, dengan tulisan diskon US$ 30 dan bebas biaya pengiriman.

Lalu, dia bertanya ke kelompoknya apakah boleh memakai body armor ke sekolah.

Satu orang bertanya kenapa, dan dia menjawab “School shooters (penembak sekolah)”.

Lalu dalam bagian lain percakapan itu, dia menulis “Saya kira saya akan membunuh orang”. Saat seorang anggota mengingatkan agar dia tidak membahas hal-hal seperti itu, dia menjawab hanya main-main saja.

Cruz juga bicara soal ibu kandungnya.

“Ibu kandung saya seorang Yahudi. Saya senang tidak pernah bertemu dengannya.”

Waktu masih kecil, dia diadopsi oleh pasangan Roger dan Lynda Cruz. Roger meninggal pada 2004, Lynda menyusul tahun lalu akibat penyakitnya.

Dalam tulisan pertamanya di group itu, Cruz sesumbar pernah menulis surat ke Presiden Donald Trump dan mendapat jawaban. Namun belum ada konfirmasi dari Gedung Putih soal itu. (Red)


Photo Credit : Nikolas Cruz, yang merupakan tersangka tunggal penembakan massal yang menewaskan 17 orang di sebuah SMA Marjory Stoneman Douglas di Florida. AP Photo/Susan Stocker


 

KBI Telegraf

close