Pencapaian Sektor Properti Tertinggi Rp324,3 triliun di 10 Tahun Terakhir

Pencapaian Sektor Properti Tertinggi Rp324,3 triliun di 10 Tahun Terakhir

“Jadi cukup menarik, disaat penyaluran kredit lainnya dari perbankan sedang menurun, tetapi KPR itu justru meningkat, ini sebenarnya indikasi bahwa industri properti trendnya sedang meningkat”

Pencapaian Sektor Properti Tertinggi Rp324,3 triliun di 10 Tahun Terakhir

Telegraf – M. Gali Ade Novran , pengamat properti dari Epic Properti mengatakan, nilai ekonomi sektor properti yang mencapai Rp324,3 triliun ini, menjadi catatan kontribusi sektor properti tertinggi terhadap perekonomian nasional, setidaknya dalam 10 tahun terakhir. Pencapaian itu sekaligus merupakan catatan sejarah baru untuk sektor properti.

Walau sempat menurun ujarnya, pada awal hingga pertengahan tahun 2020, tren penjualan rumah untuk tipe kecil, menengah dan besar di Indonesia meningkat pada akhir 2020. Tren positif ini bahkan terus berlanjut hingga tahun 2021.

“Jadi cukup menarik, disaat penyaluran kredit lainnya dari perbankan sedang menurun, tetapi KPR itu justru meningkat, ini sebenarnya indikasi bahwa industri properti trendnya sedang meningkat,” papar gali dalam webinar WEBINAR URBAN FORUM BANKING & PROPERTY OUTLOOK 2022 “Lokomotif Pemulihan Ekonomi Pascapandemi”, Kamis, (28/10).

Sementara itu dari pihak perbankan Head of Non Branch Channel PT CIMB Niaga Tbk, Heintje F. Mogi menuturkan penjualan properti memang mengalami tekanan di awal pandemic Covid-19, namun setelah itu trend penjualan properti cenderung mengalami peningkatan.

“Saya sangat optimis dengan kondisi sekarang ini karena tahun 2020 kemarin CIMB sendiri untuk KPR nya tetap tumbuh sampai dengan 6,7 % hingga akhir tahun, saya selalu mengajak teman-teman REI, RB untuk selalu berdiskusi dan menyelenggarakan webinar sesering mungkin, supaya pasar ini bergerak, kenapa kita harus begini, siapa lagi pelaku pasar kalo bukan kita yang menggerakkan pasar. Saya sangat optimis akan membaik,” ujarnya.

Dari sisi development Tony Hartono Direktur Marketing Diamond Land Development juga mengatakan, meski ditekan pademi covid-19 tahun 2020 sektor properti masih jadi primadona terutama untuk segmen landed house dan low rise apartment.

“Karena segmen high rise saat ini demandnya tertekan, kami memfokuskan pembangunan pada segmen middel rise dengan konsep Eropa di tengah Jakarta yang sudah ada di tiga lokasi seperti di TB Simatupang, Lebak Bulus dan Pejaten,” katanya.

Proyek ini tambah Tony mendapat animo cukup besar dari masyarakat, setelah louncing tahun 2020, kini sudah ada NUP 260 dari 400 unit yang tersedia.


Photo Credit : Ilustrasi/Doc/ist

 

Atti K.

close