Pemuda Harus Memiliki Peran Dalam Menggerakkan Pancasila

"Dalam Pancasila kan jelas pertama persoalan ketuhanan. Semua masyarakat bergerak atas moralitas agama, misalnya ada persatuan, keragaman, ini harus kita bergerak dalam persatuan, tidak boleh semau-maunya, walaupun kebebasan, sebebas-bebasnya, tetapi ada kerangka landasannya, ada persatuan, ada kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah, itu juga ada permusyawaratan, ada keadilan sosial,"

Pemuda Harus Memiliki Peran Dalam Menggerakkan Pancasila

Telegraf, Jakarta – Dosen Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Pemerintahan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Bakir Ihsan, menyatakan bahwa pemuda sebagai agen perubahan di Indonesia harus memiliki peran dalam menggerakan Pancasila sebagai landasan falsafah bangsa Indonesia.

Hal ini diungkapkan Bakir Ihsan, yang juga sebagai Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam acara Diskusi Kaukus Muda Indonesia bekerjasama dengan Sekretariat Jenderal MPR RI terkait dengan Penyerapan Aspirasi Masyarakat dengan Tema: “Pemuda Dan Pancasila Dalam Tata Kelola Demokrasi Di Indonesia”, yang diselenggarakan di Syahida Inn, Kampus II UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta, Senin, (20/11/2017).

“Dalam Pancasila kan jelas pertama persoalan ketuhanan. Semua masyarakat bergerak atas moralitas agama, misalnya ada persatuan, keragaman, ini harus kita bergerak dalam persatuan, tidak boleh semau-maunya, walaupun kebebasan, sebebas-bebasnya, tetapi ada kerangka landasannya, ada persatuan, ada kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah, itu juga ada permusyawaratan, ada keadilan sosial,” jelasnya.

Nilai-nilai inilah, menurutnya yang harus tertanam betul di kelompok pemuda sehingga bergeraknya walaupun lewat berbagai lini, berbagai disiplin kehidupannya, tetapi pemuda juga harus punya tujuan dan landasan yang sama yaitu Pancasila.

Acara diskusi ini bisa menangkal faham radikalisme di kalangan pemuda dan mahasiswa, menurut pendapat Bakir Ihsan.

“Memang salah satu cara untuk menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai itu adalah lewat diskusi, obrolan, sosialisasi dan lewat berbagai perkumpulan yang didalamnya tumbuh nilai-nilai kebersamaan dan toleransi,” ungkapnya.

Bakir Ihsan berharap ditengah masyarakat Indonesia yang beragam etnis dan agamanya, maka pemuda dapat disadarkan melalui pertemuan-pertemuan semacam ini. Pemuda disadarkan bahwa dia tidak hidup sendiri, tetapi hidup ditengah masyarakat yang beragam, yang berbeda-beda. Oleh karena itulah diperlukan toleransi, karena kita memang memerlukan kebersamaan. Jadi kebersamaan itu hanya mungkin kalau ada toleransi. (Red)

Photo Credit : Antara/Wahyu Putro A


KBI Telegraf