Pemuda Dan Pancasila Dalam Tata Kelola Demokrasi di Indonesia

"Yang pertama, pemuda harus memiliki daya tahan, yang kedua, pemuda harus memiliki daya saing. Daya tahan terhadap ideologi, utamanya ideologi akan berpengaruh terhadap aspek-aspek yang lainnya,"

Pemuda Dan Pancasila Dalam Tata Kelola Demokrasi di Indonesia


Telegraf, Jakarta – Kaukus Muda Indonesia bekerjasama dengan Sekretariat Jenderal MPR RI mengadakan acara penyerapan aspirasi masyarakat di kalangan pemuda dan mahasiswa dengan Tema “Pemuda Dan Pancasila Dalam Tata Kelola Demokrasi Di Indonesia,” yang diadakan di Syahida Inn Kampus II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin, (20/11/2017).

Diantara yang hadir sebagai pembicara, ialah Sekjen MPR RI, Ma’ruf Cahyono menjelaskan bahwa acara ini sangat penting karena pemuda adalah pewaris dan penerus perjuangan bangsa. Oleh karena itu pemuda harus dibekali oleh satu modalitas yang cukup.

“Yang pertama, pemuda harus memiliki daya tahan, yang kedua, pemuda harus memiliki daya saing. Daya tahan terhadap ideologi, utamanya ideologi akan berpengaruh terhadap aspek-aspek yang lainnya,” ungkapnya.

Mengapa daya saing? Karena menurut Ma’ruf Cahyono, kita akan masuk dalam dunia global, tentu pengaruh media sosial dan lain-lain kalau tidak dibekali dengan satu modal kompetitifnes yang kuat tidak akan masuk secara eksis dalam dunia global.

Terkait dengan mengantisipasi radikalisme di kalangan pemuda dan mahasiswa, menurutnya acara seperti ini pasti akan dapat menangkal, karena pemuda dan mahasiswa tentu memiliki peran yang sangat besar sebagai satu aset sumber daya manusia yang tentu dominan dalam membawa perubahan.

Oleh karena itulah, Ma’ruf Cahyono berharap kepada pemuda dan mahasiwa sebagai agen perubahan tentu harus mengarah pada upaya-upaya antara lain memerangi radikalisme dan terorisme. Yang juga hadir sebagai pembicara dalam acara ini yaitu Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si, Wakil Dekan bidang Administrasi Umum dan Keuangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga sebagai Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Red)

Baca Juga :   Konflik Papua Harus Diselesaikan Secara Holistik dan Kolaboratif

Photo Credit : Telegraf/Mistqola


KBI Telegraf

close