Pemerintah Tekan Inflasi Dengan Maksimalkan Energi Primer di Daerah

"Pemerintah fokus pada cost basic energy, mendorong semua daerah memakai energi dasar yang paling kompetitif. Misal di Sumatera Bagian Selatan, energi dasar dari batu bara masih besar sekali, sehingga didorong untuk membangun PLTU di mulut tambang"

Pemerintah Tekan Inflasi Dengan Maksimalkan Energi Primer di Daerah


Telegraf, Jakarta – Sesuai dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal bulan lalu menunjukan bahwa kelompok penyumbang inflasi masih di dominan oleh kelompok pengeluaran oleh perumahan seperti pengeluaran air, listrik, gas dan bahan bakar, dengan prosentase 0,30 yang mana tarif listrik andil sebesar 0,05 % dimana tarif listrik menjadi dominan menymbang inflasi pada Maret 2017.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mensosialisasikan Keputusan Menteri ESDM (Kepmen ESDM) Nomor 1415 K/20/MEM/2017 tentang rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) periode 2017 hingga 2026 di Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Senin (10/4/2017)

Untuk menekan inflasi yang di sumbangkan tarif listrik, Jonan mengatakan, dalam RUPTL periode 2017 hingga 2026 menegaslan pemanfaatan energi primer secara maksimal yang terdapat di daerah daerah atau wilayah setempat, dengan mengoptimalkan potensi energi primer di daearah, diharapkan biaya pokok produksi (BPP) listrik menjadi lebih murah sehingga tarif dan biaya listrik lebih terjangkau.

“Pemerintah fokus pada cost basic energy, mendorong semua daerah memakai energi dasar yang paling kompetitif. Misal di Sumatera Bagian Selatan, energi dasar dari batu bara masih besar sekali, sehingga didorong untuk membangun PLTU di mulut tambang,” Jonan menuturkan.

di temui di tempat yang sama Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, dalam RUPTL ini, target bauran energi untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) naik dari sebelumnya 19,6 persen menjadi 22,5 persen pada 2025.

Baca Juga :   Pandemi Covid-19 Tak Halangi Pertumbuhan Kredit dan Laba BTN Pada Kuartal II 2021

“Jika digabung pembangkit listrik dari energi air, panas bumi dan EBT lainnya diharapkan bisa mencapai bauran energi 22,5 persen pada 2025, hal ini sejalan dengan target di RUEN (Rencana Umum Energi Nasional),” ucap Rida.

Sementara itu, target pembangunan jumlah pembangkit listrik dalam RUPTL periode 2017 hingga 2026 adalah sebesar 125 GW (Gigawatt). Pada 2019, diharapkan pembangkit yang sudah beroperasi (Commercial Operation Date/COD) sebesar 70 GW.

“Tidak hanya pembangkit, RUPTL terbaru juga menetapkan target pembangunan transmisi dan gardu induk,” Ujar rida. (Red)

Sumber  :kompas.com


 

Atti Kurnia

close