Pemerintah Buka 'Rumah Indonesia' Di Pusat Wisata Favorit Eropa

Pemerintah Buka ‘Rumah Indonesia’ Di Pusat Wisata Favorit Eropa

"Di luar produk- produk primer yang selama ini mendominasi ekspor nonmigas Indonesia ke Spanyol, kita harus lebih mempromosikan produk ekspor nonmigas lainnya seperti produk furnitur dan perikanan. Masih banyak lagi produk yang perlu kita promosikan lebih gencar dan lebih aktif untuk mendekati para importir di wilayah Spanyol,"

Pemerintah Buka ‘Rumah Indonesia’ Di Pusat Wisata Favorit Eropa


Telegraf, Jakarta – Pemerintah mengungkapkan akan segera membuka ‘Rumah Indonesia’ di pusat wisata favorit Eropa sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk Tanah Air di manca negara, untuk menggenjot ekspor.

Sekretaria Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan, Ari Satria, mengatakan pembukaan rumah Indonesia sebagai showcase produk-produk Indonesia dibuka melalui sinergi dengan perusahaan Spanyol yang selama ini mengimpor produk-produk Indonesia, Kunandia S.L. Kali ini, rumah Indonesia seluas 200 m2 bakal dibuka di La Palmas, Spanyol.

“Rumah Indonesia diharapkan dapat menjadi showcase produk unggulan Indonesia termasuk kuliner Indonesia di Spanyol,” kata Ari dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (28/12), sebagai hasil kunjungan kerja dalam rangka supervisi program dan kegiatan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Barcelona.

Ari menjelaskan, Port of Las Palmas di Kepulauan Canaria merupakan gerbang utama suplai logistik dan jasa transportasi dari Benua Afrika dan Benua Amerika. “Wilayah Kepulauan Canaria, Semenanjung Iberia, dan Eropa Selatan dapat menjadi jembatan (entry hub) masuknya produk Indonesia ke negara-negara Eropa dan Afrika,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kehadiran Rumah Indonesia di Las Palmas dapat memfasilitasi pengusaha dari Indonesia dan Spanyol untuk mencari mitra bisnis dan melakukan kontak dagang sehingga dapat meningkatkan neraca perdagangan di antara kedua belah pihak.

Saat ini, neraca perdagangan nonmigas Indonesia terhadap Spanyol tahun 2015 masih menunjukkan surplus, yaitu mencapai lebih dari US$1,01 miliar. Namun dibandingkan tahun 2014, angka tersebut menunjukkan penurunan surplus sebesar US$1,42 miliar.

Menurut dia, penurunan nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Spanyol harus segera diantisipasi. “Di luar produk- produk primer yang selama ini mendominasi ekspor nonmigas Indonesia ke Spanyol, kita harus lebih mempromosikan produk ekspor nonmigas lainnya seperti produk furnitur dan perikanan. Masih banyak lagi produk yang perlu kita promosikan lebih gencar dan lebih aktif untuk mendekati para importir di wilayah Spanyol,” ujarnya.

Dia mengapresiasi dan penghargaan kepada Kunandia S.L. Atas inisiatif dan kerja sama dalam perencanaan pembukaan Rumah Indonesia di Las Palmas. Pihaknya akan mendukung penuh rencana ini dengan memberikan informasi tentang peluang pasar seperti basis data produk unggulan Indonesia, eksportir Indonesia, daerah sentra produksi di Indonesia, maupun informasi lainnya yang terdapat di unit kerja Kemendag.

Baca Juga :   Zipmex Umumkan Investornya Setelah Mendapat Pendanaan 41 Juta Dolar AS

Seperti diketahui, Las Palmas merupakan satu dari tujuh pulau yang berada di Kepulauan Canaria. Las Palmas merupakan salah satu tempat tujuan wisata favorit bagi wisatawan di wilayah Eropa maupun Afrika karena keindahan pantainya. Pada tahun 2015 kunjungan wisatawan mencapai11.589.715 jiwa, jauh melebihi populasi penduduk Las Palmas yang hanya sebesar847.00 jiwa.

Sebelumnya, pada tahun 2004, Ditjen PEN yang saat itu bernama Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), pernah bekerja sama dengan Kunandia S.L., dan Pemerintah Kota Las Palmas mengadakan pameran ‘La Exposicion Internacional de Artesania Canarias-Indonesia’. Kerja sama ini berlanjut pada tahun 2005 saat menghelat pameran ‘La II Feria Internacional de Artesania Mexico-Indonesia-Ingenio’.

Sejak 80 tahun yang lalu, Kunandia S.L telah melakukan impor produk Indonesia untuk dipasarkan di Spanyol dan Kepulauan Canaria pada khususnya. Ketertarikan dan keseriusan Kunandia S.L. dalam membantu promosi produk Indonesia salah satunya ditunjukkan dengan mengajak 2 orang importir dari Kepulauan Canaria untuk melihat secara langsung produk-produk unggulan Indonesia pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31 bulan Oktober 2016 lalu.

“Salah satu importir menyatakan ketertarikannya pada produk cokelat dari Indonesia dan mie instan yang diproduksi oleh perusahaan Indofood,” tutur Ari. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


KBI Telegraf

close