Pemenuhan SDM Ahli Asuransi Syariah IIS Terus Tumbuhkan Bibit Bibit Level Basic

"Penyetaraan dilakukan dengan metode yang di LDP PS, dimana salh satu persyaratan adalah dengan mengikuti semonar terkait upgrade pengetahuan"

Pemenuhan SDM Ahli Asuransi Syariah IIS Terus Tumbuhkan Bibit Bibit Level Basic

Telegraf, Jakarta – Memenuhi prasarat POJK Nomor 67 tahun 2016 terkait pasal 54 hingga 58 perkumpulan ahli asuransi syariah (islamic insurance society) terus menambah anggota baru di level Ajun ahli dan Ahli Asuransi Syariah.

Menyadari bahwa di Indonesia masih sangat kurang, tenaga ahli asuransi syariah Islamic insurance society (IIS) terus wujudkan pemenuhan sumber daya manusia yang berkualitas dan bersertifikasi bagi industri perasuransian syariah dengan pelatihan level ajun, level ahli karena level basic sudah mencapai 1.865.

“Dari Desember tahun lalu alhamdulillah sudah ada penambahan porisi perhari ini, yang memegang sertifikasi tingkat dasar sebanyak 1.865, untuklevel ajun sebanyak 415 dan level ahli baru mencapai 42 orang,” ungkap Ketua IIS Tati Febriyanti, di sela sela seminar ajun dan ahli asuransi syariah di Jakarta.

Tati mengungkapkan seminar yang mengmbil tema Isurtech Syariah dari prespektif ahli fiqih regulator dan praktisi berharap dapat menambah ilmu dan memantance knowlage dan mengupgrade ilmu terkait ekonomi syariah.

Di temui di tempat yang sama Edi Setiawan Ketua Bidang Hubungan Eksternal IIS mengatakan terkait penyetaraan dimana IIS tidak diperkenankan untuk mengeluarkan sertifikasi karena sertifilasi wajib di keluarkan oleh lembga sertitikasi profesi sehingga IIS bekerjasama dengan lembaga sertifikasi profesi perasuransian syariah (LSP PS).

“Penyetaraan dilakukan dengan metode yang ditetapkan LSP PS, dimana salah satu persyaratan adalah dengan mengikuti seminar terkait upgrade pengetahuan,” tutur Edi, Kamis (23/1).

Sesuai dengan POJK no 67 tahun 2016 pada tahun 2024 mendatang bahwa persyaratan tenaga ahli harus dimiliki oleh pelaku industri di kantor pusat dan kantor cabang dengan beberapa prasarat seperti.

Memiliki sertifikat keahlian asuransi syariah dengan level tertinggi dari LSP di bidang perasuransian dan memiliki sertifikat keahlian sesuai ruang linglup usaha dengan level paling rendah satu tingkat dibawah kualifikasi tertinggi dari LSO di bidang perasuransian.

Edi berharap para ahli dan ajun mempunyai pengetahuan dan kompetensi insurtech dan memiliki gambaran sebagai tenaga ahli untuk berkontribusi dan mensuport perusahaan Asuransi Syariah. (Red)


Photo credit : Edi Setiawan Ketua Bid. Hub. Eksternal, Tati Febriyanti Ketua IIS, Muhammad Zamachsyari Wakil Ketua IIS, dan Sangkut Wijaya Sekjen IIS, di sela sela seminar dan Wisuda di Jakarta, Kamis (23/1) /TELEGRAF


Atti K.