Pemda Selayar Segera Tertibkan Penjual BBM Ilegal

"Pemerintah daerah berkomitmen melakukan pembinaan terhadap mereka agar meninggalkan kebiasaan kebiasaan yang ilegal itu. Beralih kepala sub penyalur yang mempunyai legalitas"

Pemda Selayar Segera Tertibkan Penjual BBM Ilegal

Telegraf, Jakarta – Maraknya penjual eceran bahan bakar minyak (BBM) jenis Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan tanpa ijin di Kepulauan Selayar menggugah Wakil Bupati Kepulauan Selayar segera menertibkan dan membina para penjual BBM Eceran (Pertamini).

“Pemerintah daerah (Pemda) berkomitmen melakukan pembinaan terhadap mereka agar meninggalkan kebiasaan kebiasaan yang ilegal itu. Beralih kepala sub penyalur yang mempunyai legalitas,” ungkap Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Zainuddin usai peresmian Sub penyalur di Desa Bontotangnga Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Selayar.

Zainudin mengatakan selain menentang Peraturan Presiden (PP) juga menjual BBM eceran akan berbahaya yaitu bisa kebakaran dan tidak tenjamin safetynya dan ukurannya. “Sebab kita semua tahu bahayannya yah , bisa kebakaran disanakan tidak menjamin safetynya yah,” tuturnya, Selasa (10/09/19).

Zainudin menjelaskan walaupun teguran sudah berulangkali dilakukan tetapi yang namanya kejahatan tetap masih ada. kedepan Zainudin mengatakan akan secara persuasif lakukan pembinaan yang mungkin dengan cara perauasif tersebut membuat para pelaku tersebut tibul kesadaran tinggi meninggalkan menutup usaha ilegal tersebut.

Direktur BBM BPH Migas, Patuanan Alfon Simanjuntak menjelaskan terdapat dua wacana yang ada pertama mengakomodir para pengecer BBM tersebut (artinya apakah kita akan melakukan pembinaan kepada mereka tentunya sesuai dengan ketentuan) dan yang kedua karena ini tanpa ijin/ilegal dan harus di tutup.

Untuk mengatasi hal tersebut Alfon mengatakan “tentunya kita meminta kepada mereka dibina oleh badan usaha berniaga atau badan usahan ijin niaga membina kepada mereka untuk membentuk mini mini penyalur dengan dibentuk legal dan asosiasi itu tentunya setelah dibentuknya aturan atau UU yang mengatur itu.”

Diketahui kebutuhan BBM di Kepulauan Selayar sebanyak 1.568 KL rata rata perbulan, dengan pembagian untuk Premium sebanyak 1.013 KL dan untuk Solar sebanyak 446 KL san untuk  pertalite (PL) sebanyak 110 KL.

Baca Juga  Ekspor Indonesia Agustus 2019 Turun 7,60 Persen

Diresmikannya 57 sub penyalur diharapkan masyarakat Kepulauan Selayar tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan BBM. BBM adalah nadi karena masyarakat Selayar khususnya yang berada di pulau 90 persen berprofesi sebagai nelayan.

“Mereka seolah olah tak bisa hidup tanpa BBM karena terkait dengan provesi. Mereka tidak bisa lagi mengais secara manual kaya dulu,” tambah Zainudin.

Zainudin menutup berterimakasih kepada pusat yang telah memecahkan salah satu masalah yang paling fundamental di Selayar dengan meresmikan sub penyalur. (Red)


Credit Photo : Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Zainuddin dan Direktur BBM BPH Migas, Patuanan Alfon Simanjuntak (ki-ka) mengguting pita menandakan dibukannya sub penyalur di Kepulauan Selayar, Selasa (10/09). TELEGRAF

Bagikan Artikel



Komentar Anda