Pembiayaan dan DPK Penyumbang Naiknya Laba BNI Syariah 43,26 Persen

Dana pihak ketiga (DPK) BNI Syariah sampai triwulan 1 2019 tercatat Rp 38,4 triliun atau naik 16,7% yoy dari periode sama 2018 Rp 32,9 triliun. DPK ini sebesar 60% disumbang dari dana murah yang berasal dari tabungan dan giro"

Pembiayaan dan DPK Penyumbang Naiknya Laba BNI Syariah 43,26 Persen


Telegraf, Jakarta – PT Bank BNI Syariah bukukan laba sebesar Rp135 miliar naik 43,26persen pada kuartal pertama dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp94,4 miliar.

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik 18,6% yoy setara Rp743 miliar dari periode sama 2018 Rp 626 miliar. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, di Jakarta.

Firman juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan laba disokong oleh ekspansi pembiayaan yang didukung kualitas pembiayaan yang masih terjaga. ”Disisi lain efisiensi operasional juga terus membaik,” kata Firman, Jumat (26/4).

Untuk realisasi penyaluran pembiayaan pada kuwartal pertama 2019 Firman menjelakan juga mengalami kenaiakan yang membanggakan yaitu naik sebesar 23,9 persen setara dengan Rp29,4 triliun dibanding tahun lalu di periode yang sama dengan nilai Rp23,7 triliun.

Sementara itu dana pihak ke tiga (DPK) BNI syariah juga mengalami kenaikan sebesar 16,7 persen year on year (yoy), yang ditopang oleh dana murah yang berasal dari tabungan dan giro sebesar 60 persen.

“Dana pihak ketiga (DPK) BNI Syariah sampai triwulan 1 2019 tercatat Rp 38,4 triliun atau naik 16,7% yoy dari periode sama 2018 Rp 32,9 triliun. DPK ini sebesar 60% disumbang dari dana murah yang berasal dari tabungan dan giro,” tutur Firman.

Firman menegaskan untuk total aset BNI Syariah sampai triwulan pertama 2019 ebesar Rp44 triliun atau naik 14,16% secara yoy dibandingkan periode sama 2018 Rp 38,5 triliun. (Red)

Baca Juga :   Pandemi Covid-19 Tak Halangi Pertumbuhan Kredit dan Laba BTN Pada Kuartal II 2021

Credit Photo : Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo/telegraf/Ati kurnia


Atti K.

close