Pembiayaan Bank BCA Syariah Naik 15,22 Persen Pada Desember 2019

"Karena memang penyaluran kita sangat hati hati dan tumbuhnya kita lakukan secara prudent sehingga kita bisa menjaga ratio tersebut"

Pembiayaan Bank BCA Syariah Naik 15,22 Persen Pada Desember 2019

Telegraf, Jakarta – PT. Bank BCA Syariah (BCA Syariah) merilis perkembangan pembiayaan syariah pada akhir 2019 mencapai Rp5,6 triliun atau meninggat 15,2% dibanding waktu yang sama tahun lalu 2018 yang tercatat sebesar Ro4,9 triliun.

“Karena memang penyaluran kita sangat hati hati dan tumbuhnya kita lakukan secara prudent sehingga kita bisa menjaga ratio tersebut,” hal itu diungkapkan oleh Direktur BCA Syariah Pranata Nazamuddin dalam paparan kinerja 2019 dikantornya Jakarta Timur, Selasa (18/2).

Pranata mengungkapkan pertumbuhan tersebut ditopang oleh pembiayaan komersial sebesar Rp4,34 triliun dengan komposisi sebesar 76,6%, diikuti oleh pembiayaan UMKM sebesar Rp1,18 triliun dengan komposisi 20.96% dari total portofolio pembiayaan.

Presiden Direktur Syariah John Kosasih menambahkan memang BCA Syariah besar dari pembiayaan di Komersial. “Infrastrultur mendominasi karena ini juga masuk komersial, dan kedepan masuk ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” kata John.

John juga mengatakan walaupun mendominasi di komersial, pembiayaan UMKM-pun mengalami kenaikan, karena pemainnya menambah melalui digital, ” UMKM tumbuh mungkin bentuknya berbeda yang mungkin dahulu yang memiliki toko off line seperti Mangga Dua, Tanah Abang, sekarang lebih dikontsentration, karena bermainnya penjualan melalui online,” kata John.

Pembiayaan Bank BCA Syariah Naik 15,22 Persen Pada Desember 2019

Selain itu juga ada beberapa langkah untuk meningkatkan pembiayaan seperti menambah fitur produk pembiayaan seperti pembiayaan rekening syariah dan ajak piutang, serta klik BCA syariah badan usaha.

Lanjut Pranata untuk transakai pertumbuhan di internet banking dan mobile banking jauh diatas atm dan counter, yaitu sebesar 27,835 TXN dan 1,12 Mill TXN, “malah counter ini mengalami penurunan secara jumlah transaksi, cuma kalau nasabah melakukan transaksi secara nominal nasabah akan datang ke counter karena melakukn transaksi transaksi besar sepwrri giro dan Real-Time Gross Settlement (RTGS),” ungkapnya.

Baca Juga :   Gubernur BI Optimis Rupiah Menguat Pada Akhir Tahun 2020 pada Posissi Rp15.000 Per Dolar AS

Pertumbuhan Aset BCA Syariah di Desember 2019 tumbuh 22,3%  pertumbuhan tersebut didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Di tengah likuiditas yang cukup ketat, BCA Syariah mampu menunjukkan pertumbuhan DPK sebesar 12,7% yoy menjadi sebesar Rp6,2 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan produk Giro sebesar Rp229,1 miliar, produk Deposito sebesar Rp 86,9 miliar, dan produk Tabungan yang meningkat sebesar Rp34,3 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Komposisi CASA menunjukkan perbaikan dimana pada Desember 2019 CASA meningkat 10% menjadi 28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (AK)


Photo Kredit : Presiden Direktur Syariah John Kosasih melakukan Wefie (We Selfie/kami berfoto) bersama jajaran usai melakukan media Brefing di Kantornya, Selasa (18/2)/TELEGRAF


Tanggapi Artikel