Pembangunan 4 Ruas Tol Jawa 2019 Dipercepat

Pembangunan 4 Ruas Tol Jawa 2019 Dipercepat

“Perjanjian penjamin atas tol ini di berikan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan investasi, sekaligus menegaskan bahwa Kementrian Keuangan akan terus berkomitmen kuat mendorong infrastruktur”

Pembangunan 4 Ruas Tol Jawa 2019 Dipercepat


Telegraf, Jakarta – Pemerintah akan merealisasikan 4 ruas jalan tol di Jawa pada tahun 2019, proyek toll tersebut diawali dengan penandatanganan perjanjian kerjasama dan nota kesepahaman. Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Kementrian perekonomian, jln lapangan banteng Jakarta Pusat Rabu (22/2/17).

Empat ruas jalan toll tersebut antaralain, ruas jalan toll Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), dengan panjng toll 60 klo muter (km) dengan Nilai investasi Rp8,2 triliun, ruas jalan tol Cikampek II Eleveted, panjng 36 km, dengan nilai Investasi Rp14,7 triliun, ruas jalan toll Krian-Lending-Blunder-Manyar yang panjng 38 km, dengan jualan investasi Rp9 triliun, dan ruas jalan toll Serang-Panimbnag, panjang 84 km dengan nilai Investasi Rp5,3 triliun.

Sri Mulyani menerangkan 4 ruas jalan toll tersebut adalah proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mendapatkan dukungan pemerintah dalam bentuk penjaminan bersama pemerintah khususnya Kementrian Keuangangan dan PT Penjamin Infrarastruktur Indonesia (PT.PII).

“Perjanjian penjamin atas tol ini di berikan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan investasi, sekaligus menegaskan bahwa Kementrian Keuangan akan terus berkomitmen kuat mendorong infrastruktur,” tuturnya dalam sambutan di Gedung Kementrian Perekonomian.

Sri Mulyani Menjelaskan cakupan penjaminan kementrian Keuangan dalam proyek KPBU jalan tol tersebut meliputi risiko politik yang mana adanya perubahan hukum dan adanya/tidadanya tindakan pemerintah yang mengakibatkan pengakhiran Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), yang dipicu oleh beberapa faktor.

Baca Juga :   Zipmex Umumkan Investornya Setelah Mendapat Pendanaan 41 Juta Dolar AS

Seperti proses pengadaan tanah yang tidak sesuai sebagaimana diperjanjikan dalam PPJT, perselisihan kenaikan tarif yang akan diakibatkan tidak dilakukannya penyesuaian tarif per 2 tahun sebagaimana diperjanjikan dan keadaan kahar yang mengakibatkan proyek tol berhenti.

Yang juga penting Sri Mulyani menerangkan “ pembangunan ke 4 ruas  tol tersebut adalah dalam rangka memberikan manfaat jangka pajang didalam mendukung perekonomian dan pembangunan yang makin inklusif dimana masyarakat luas akan  bisa menikmati manfaat  dari infrastruktur tersebut”.

Pembangunan ke 4 tol tersebut Sri Mulyani melanjutkan ini adalah merupakan bukti sekema kerjasama antara pemerintah yang diwakili berbagai kementrian dan lembaga dengan badan usaha KPBU dimana merupakan suatu mekanisme yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur Indonesia. (Red)

Foto Credit : Istimewa


 

Atti Kurnia

close