Pemanfaatan Teknologi Nuklir Semakin Banyak BATAN Perkuat Posisi CHTN

Pemanfaatan Teknologi Nuklir Semakin Banyak BATAN Perkuat Posisi CHTN

"Kalau kita mendapatkan sebuah teknologi baru seperti hp, tapi kita berbicara instrumen nuklir dri Luar Negeri sementara tidak ada yg tau selain BATAN tentang instrumen ini"

Pemanfaatan Teknologi Nuklir Semakin Banyak BATAN Perkuat Posisi CHTN


Telegraf, Jakarta – Untuk melindungi masyarakat dalam pemanfaatan teknologi nuklir yang akhir akhir ini semakin banyak pemanfaatanya Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) perkuat posisi Clearing House Teknologi Nuklir (CHTN) dengan pelatihan audit teknologi.

CHTN yang berfungsi melakukan kajian dan pemberi rekomendasi, pemberian sertifikasi personel proses dan sistem manajemen, serta penyediaan data/informasi keahlian terhadap produk dan teknologi nuklir.

Hal itu di ungkapkan oleh Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto megatakan usai membuka pelatihan audit teknologi di kantornya, Pasar Jumat, Jakarta Selatan.

“Kalau kita mendapatkan sebuah teknologi baru seperti hp, tapi kita berbicara instrumen nuklir dri Luar Negeri sementara tidak ada yg tau selain BATAN tentang instrumen ini,” ungkapnya saat konfrensi pers, Rabu (14/3/17).

Audit teknologi merupakan salah satu tugas Batan sebagai CHTN sekaligus merupakan bagian yang penting dimana rekomendasi dan sertifikat yang akan di keluarkan BATAN itu menandakan bahwa produk itu aman bagi masyarakat dan aspek kehidupan.

Budi Santoso Kepala Pusat Standarisasi dan Mutu Nuklir (PSMN), menerangkan bahwa saat ini BATAN sudah memiliki 3000-3500 tenaga yang sudah mempunyai sertifikat yang tersebar di Indonesia disemua industri bahkan ada yang di Luar Negeri (LN).

“Batan adalah satu satunya lembaga person yang di akreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), contohnya beberapa alumni kita sudah ada yang bekerja di LN seperti di Singapura, Kazakhstan, Thailand terkait industri industri perminyakan,” kata budi.

Baca Juga :   Perkuat Literasi Digital, Kominfo Ajak Bijak Gunakan Medsos di Era Digital

Lanjut Budi bahkan BATAN merupakan Collaborating Center nondestraktive investigation terkait dengan mutasi breeding di bidang pangan BATAN adalah satu satunya di dunia.

“Kenapa bahkan oleh internasional kita sebagai kolaborating center untuk nondestraktive investigation. Terkait dengan Mutation Breeding Facility/ fasilitas pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi radiasi satu satunya di dunia, bahkan benerapa pusat di BATAN itu sudah diakui pusat unggulan iptek,” tuturnya.

Djarot menambahkan BATAN sebenarnya sudah sering melakukan Clearing House. Djarot mencontohkan ketika melakukan study kelayakan di Jepara kemudian di Bangka Belitung di sini tugas BATAN untuk menyatakan layak atau tidak dari sisi teknologi. Suatu teknologi tidak dengan mudah dinyatakan aman atau layak tetapi membutuhkan waktu. (Red)


Credit Photo:Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto saat memberikan keteraang damlam konfrensi pers/Atti kurnia.telegraf


Atti K.

close