PBNU: Seharusnya Pemerintah Rilis Mubalig Yang Dilarang

"Seperti makan ini ya, daging, ayam, kambing dan sebagainya, malah nanti enggak habis-habis. Yang penting itu yang jangan dimakan, seperti bangkai, babi, anjing, darah dan lainnya. Hanya sedikit, ada 13 item yang tidak boleh dimakan. Kalau yang boleh, ya enggak muat, nanti habis tintanya,"

PBNU: Seharusnya Pemerintah Rilis Mubalig Yang Dilarang


Telegraf, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Sirojd mengatakan Kementerian Agama (Kemag) seharusnya merilis daftar nama-nama penceramah (mubalig) yang dilarang, bukan merilis daftar nama-nama penceramah yang direkomendasikan kepada masyarakat.

“Barangkali tujuannya bagus, tetapi saya tidak sependapat. Sebenarnya yang (harus) dikeluarkan itu nama-nama yang dilarang, yang di-warning, jangan yang dibolehkan. Yang baik itu lebih dari 200, ada ribuan,” ujar Said seusai menerima kunjungan Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat Malaysia Anwar Ibrahim di Kantor PBNU, Jakarta, Minggu (20/05/18) malam.

Menurut Said, langkah yang dilakukan Kemenag kurang tepat. Ia mengibaratkannya dengan makanan, yang perlu dirilis hanya makanan-makanan yang membahayakan tubuh saja, bukan sebaliknya.

“Seperti makan ini ya, daging, ayam, kambing dan sebagainya, malah nanti enggak habis-habis. Yang penting itu yang jangan dimakan, seperti bangkai, babi, anjing, darah dan lainnya. Hanya sedikit, ada 13 item yang tidak boleh dimakan. Kalau yang boleh, ya enggak muat, nanti habis tintanya,” kata Said. (Red)


Photo Credit : Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Sirojd mengatakan Kementerian Agama (Kemenag) harusnya merilis daftar nama-nama penceramah (mubalig) yang dilarang. FILE/Dok/Ist. Photo


                         
KBI Telegraf

close