Payroll Karyawan PNS dan BUMN Sumbang Terbesar Naiknya Bisnis Konsumer BNI

"Pertumbuhan tersebut di dorong oleh pembiayaan pada segmen korporasi yang tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun 2018 menjadi Rp 291,7 triliun yang terdistribusi ke Segmen Korporasi Swasta sebesar Rp 181,1 triliun, atau tumbuh 24,8% dibanding Kuartal III - 2018, dan pada BUMN senilai Rp 110,7 triliun, atau mengalami pertumbuhan 8,6% dibanding Kuartal III – 2018. Selain segmen Korporasi, segmen Usaha Kecil juga memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 19,2% dibandingkan Kuartal III - 2018, menjadi Rp 75 triliun"

Payroll Karyawan PNS dan BUMN Sumbang Terbesar Naiknya Bisnis Konsumer BNI

Telegraf, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) mencatat pertumbuhan bisnis konsumer pada kuartal ke III tumbuh sebesar 13,1 persen, pertumbuhan ini di topang oleh pemberian kredit pada karyawan BUMN dan pegawai negeri sipil /pemerintah yang berkontribusi sebesar 64,4 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Ario Bimo dalam konfrensi pers paparan kinerja Kuartal III 2019, di kantornya Jakarta, Rabu (23/10).

Lanjut Ario selain kredit Payroll BNi terus fokus menumbuhkan
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui berbagai perbaikan strategi antara lain perbaikan proses kredit mortgage.

“Perubahan kebijakan tenor menjadi lebih panjang bagi nasabah potensial, fokus ekspansi pada nasabah yang belum menggunakan produk KPR BNI, pada nasabah berpendapatan tetap, serta ekspansi target ke generasi milenial. Hingga Septeber 2019 BNi mencatat pertumbuhan KPR sebesar 9,5 persen atau setara Rp43,1 triliun,” ungkapnya.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidarta menambahkan ditengah kondisi perekonomian yang menantang BNi mampu mencatat pertumbuhan lredit sebesar 14,7 persen setara Rp558,7 triliun, hal ini menandai stabilnya percepatan fungsi intermediasi.

“Pertumbuhan tersebut di dorong oleh pembiayaan pada segmen korporasi yang tumbuh 18,1% dari periode yang sama tahun 2018 menjadi Rp 291,7 triliun yang terdistribusi ke Segmen Korporasi Swasta sebesar Rp 181,1 triliun, atau tumbuh 24,8% dibanding Kuartal III – 2018, dan pada BUMN senilai Rp 110,7 triliun, atau mengalami pertumbuhan 8,6% dibanding Kuartal III – 2018. Selain segmen Korporasi, segmen Usaha Kecil juga memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 19,2% dibandingkan Kuartal III – 2018, menjadi Rp 75 triliun,” kata Herry.

Lanjut Herry agar kualitas kredit tersebut tetap terjaga, BNI menerapkan berbagai kebijakan antara lain pemberian kredit kepada high quality corporates, dan pembiayaan kepada corporates cash flow generator.

Baca Juga :   Ingin Hindari Impor Pangan, Mentan Dinilai Realistis dan Logis

Selain itu juga Herry mengungkapkan pertumbuhan kredit di segmen Menengah yang dijaga di level moderat sebesar 3,8% dibanding Kuartal-III tahun lalu, juga menunjukkan komitmen perbaikan kualitas aset dimaksud. (Red)


Credit Photo : Direktur Keuangan BNI Ario Bimo melakukan wefie bersama wakil direktur utama Herry Sidarta sebelim melakukan Konfrensi pers di kantornya Jakarta Rabu (23/10)/TELEGRAF




Komentar Anda