Pasuruan Memiliki Pusat Penelitian Tanaman Kakao Berteknologi Canggih Tingkat Dunia

"Saya sangat mengapresiasi Mondelēz International atas komitmennya terhadap sektor kakao. Kehadiran Pasuruan Cocoa Technical Center (PCTC) dapat kita jadikan sebuah momentum untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi pertanian kakao yang inovatif, efektif, serta ramah lingkungan yang nantinya dapat mendorong berkembangnya sektor kakao di Indonesia"

Pasuruan Memiliki Pusat Penelitian Tanaman Kakao Berteknologi Canggih Tingkat Dunia

Telegraf – Kajian oleh lembaga penelitian pasar Euromonitor International pada 2018 memproyeksikan kawasan Asia menjadi konsumen bahan-bahan kakao terbesar kedua di dunia, tepat setelah kawasan Eropa Barat. Indonesia sebagai penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia, memiliki sektor kakao yang bertumbuh pesat dalam 30 tahun terakhir.

Sebagai salah satu pengguna kakao terbesar di dunia, keberlanjutan pasokan kakao merupakan kunci pertumbuhan jangka panjang bagi Mondelēz International membuka pusat penelitian tanaman kakao berskala global di Pasuruan, Jawa Timur, yang diresmikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Saya sangat mengapresiasi Mondelēz International atas komitmennya terhadap sektor kakao. Kehadiran Pasuruan Cocoa Technical Center (PCTC) dapat kita jadikan sebuah momentum untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi pertanian kakao yang inovatif, efektif, serta ramah lingkungan yang nantinya dapat mendorong berkembangnya sektor kakao di Indonesia,”ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian dalam sambutannya.

,Maurizio Brusadelli, Executive Vice President dan President Asia, Middle East and Africa Mondelēz International mengungkapkan Pusat penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengembangkan praktik pertanian kakao yang efektif, inovatif serta ramah lingkungan, sehingga dapat menghasilkan panen dengan hasil yang lebih tinggi, berkualitas lebih baik, dan dapat diterapkan oleh petani.

“Kakao merupakan bahan utama cokelat yang permintaannya terus meningkat, Mondelez International bertekad untuk dapat memenuhi permintaan konsumen tersebut dengan cara yang tepat, yaitu dengan berkontribusi menciptakan sektor kakao yang berkelanjutan,” Ungkapnya.

Lanjutnya Pusat penelitian kakao dari Mondelēz International di Pasuruan (Pasuruan Cocoa Technical Centre – PCTC) ini ditunjang fasilitas lengkap berteknologi canggih yang merupakan bagian dari jaringan pusat penelitian Mondelēz International di berbagai wilayah di seluruh dunia. PCTC menggabungkan fasilitas penelitian dan pengembangan yang ditunjang laboratorium dan area pasca-panen dengan fasilitas percobaan agronomi kelas dunia yang dilengkapi area pembibitan dan modul penanaman seluas lima hektar, di mana para ilmuwan dapat meneliti cara-cara pembudidayaan kakao yang paling optimal.

Baca Juga :   Efisiensi, Pertamina Cilacap Manfaatkan EBT

Ia juga mengungkapkan Nantinya, praktik dan teknologi yang dihasilkan dari Pusat Penelitian Kakao ini akan dapat diterapkan oleh para petani kakao yang tergabung dalam Cocoa Life, sebuah program pemberdayaan petani kakao secara global dari Mondelēz International. Di Indonesia, program Cocoa Life telah berlangsung semenjak tahun 2013 dan saat ini telah memberdayakan lebih dari 43.000 petani kakao di delapan kabupaten yang tersebar di empat provinsi, yakni sekitar 25 persen dari total petani kakao di seluruh dunia yang menjadi bagian program tersebut. (AK)


Credit Photo : Pusat  penelitian tanaman kakao berskala global di Pasuruan, Jawa Timur/Doc/ist


 

Atti K.