Pasca Pembunuhan Dubes Rusia, Turki Tahan Tujuh Orang Terindikasi Teroris

Pasca Pembunuhan Dubes Rusia, Turki Tahan Tujuh Orang Terindikasi Teroris

"Sejumlah orang yang tinggal bersamanya sebelum ia sekolah ditahan karena bergabung dengan FETO. Terdapat bukti pula bahwa sejumlah siswa yang lulus bersamanya berasal dari kelompok FETO,"

Pasca Pembunuhan Dubes Rusia, Turki Tahan Tujuh Orang Terindikasi Teroris


Telegraf, Turki – Pihak berwenang Turki menangkap tujuh orang yang diduga terlibat dalam insiden pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Turki Andrei Karlov di Ankara pada awal pekan ini.

Melansir kantor berita Turki, Anadolu, kedua orang tua, saudara perempuan, serta tiga orang kerabat dari pelaku pembunuhan, Mevlut Mert Altintas, ditangkap polisi di bagian barat daya Provinsi Aydin pada Selasa (20/12) untuk diperiksa.


A man gestures near to Andrei Karlov, the Russian Ambassador to Turkey, on the ground, at a photo gallery in Ankara, Turkey


Selain kerabat dan keluarganya, teman sekamar Altintas di Ankara juga turut ditangkap dan terseret kasus pembunuhan yang dilakukan pria berusia 22 tahun itu.

Serangan penembakan diluncurkan Atlintas terhadap Karlov yang tengah menghadiri pameran seni kontemporer di Distrik Cankaya, Ankara pada Senin (19/12) malam waktu setempat.


The man reportedly shouted 'Aleppo' and 'revenge'


Saat Lavrov tengah memberikan kata sambutan, Atlintas yang berada tepat dibelakang Karlov langsung melontarkan tembakan ke arah diplomat Rusia itu sebelum meluncurkan sejumlah tembakan ke udara.

Mengutip AFP, Atlintas merupakan anggota kepolisian Turki yang sudah bertugas di ibu kota selama sekutar 2,5 tahun. Ia memasuki acara seni tersebut dengan menunjukan kartu keanggotaan polisi dan berhasil lolos dari pemeriksaan keamanan.


The attacker brandishes his pistol after shooting down the ambassador


Harian Hurriyet menambahkan, Altintas sebelumnya menginap di dekat galeri seni guna mempersiapkan serangan.

Saat melakukan aksinya, Altintas berpakaian rapi lengkap dengan jas dan dasi. Ia bahkan dikabarkan sempat bercukur di sebuah hotel sebelum berangkat menuju galeri tersebut.

Pria kelahiran Kota Soke itu akhirnya tewas di tangan polisi, sekitar 15 menit setelah ia menembak Karlov.


It is not known if the man belongs to any terrorist organisations


Hurriyet mengatakan, pihak berwenang sedang menyelidiki potensi keterlibatan pelaku pembunuhan dengan gerakan Fethullah Gulen yang selama ini dianggap pemerintah Turki sebagai kelompok teroris.

Seorang pejabat keamanan Turki mengungkapkan terdapat “indikasi yang sangat kuat” bahwa Altintas merupakan pengikut tokoh agama Fethullah Gulen, yang dituding mendalangi kudeta pada Juli lalu.

Pejabat Turki yang menolak identitasnya dipublikasikan mengungkapkan kepada Reuters bahwa penyelidikan terkait penembakan ini tengah berfokus pada dugaan keterkaitan Altintas dengan ulama yang kini tinggal dalam pengasingan di Pennsylvania‎, Amerika Serikat, itu.


The killer stalked around the podium after his barbaric act


Kepolisian Turki memfokuskan investigasinya untuk menyelidiki kemungkinan keterkaitan kerabat Altintas lain di akademi polisi dalam serangan ini.

“Sejumlah orang yang tinggal bersamanya sebelum ia sekolah ditahan karena bergabung dengan FETO. Terdapat bukti pula bahwa sejumlah siswa yang lulus bersamanya berasal dari kelompok FETO,” kata pejabat Turki itu, merujuk kepada singkatan dari Organisasi Teroris Gulen, sebutan Turki untuk para pengikut Gulen. (Red)

Photo credit : Assosiated Press


KBI Telegraf

close