Pasca Dimakzulkan, Presiden Korea Berharap Agar Krisis Politik Segera Selesai

"Saya sudah tahu hal ini akan terjadi, tapi, meski tidak, kami akan menurunkan Park dengan kekuatan rakyat."

Pasca Dimakzulkan, Presiden Korea Berharap Agar Krisis Politik Segera Selesai


Telegraf, Seoul – Presiden Korea Selatan menyatakan dirinya berharap krisis politik di negaranya segera selesai setelah parlemen sepakat melakukan pemakzulan.

Dilansir Reuters, Jumat (9/12), Park juga mengatakan dirinya akan segera bersiap menghadapi sidang Mahkamah Konstitusi yang bakal meninjau mosi pemakzulan tersebut.

Meski masih harus menunggu keputusan MK, Park kini telah kehilangan kekuasaannya. Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn akan mengisi posisi presiden hingga kepastian nasib Park ditentukan oleh sidang.

Di depan para menterinya, Park menyatakan permintaan maaf.

Dia juga meminta kabinetnya untuk bekerja sama dengan Hwang dan menghindari kekosongan pemerintahan, terutama dalam bidang keamanan dan keuangan.

Pemakzulan Presiden Park berawal dari dugaan korupsi penyalahgunaan dana yayasan dan pembocoran beberapa dokumen negara. Kasus ini sebelumnya telah lebih dulu menjerat sahabat Park, Choi Soon-sil.

Park dituduh berkolusi dengan Choi untuk menekan sejumlah konglomerat Korsel agar menyumbangkan dana miliaran dolar ke dua yayasan yang dibentuk untuk mendukung kebijakan Park.

Tuduhan tersebut ditampik oleh Park dan pengacaranya. Walau demikian, dia telah meminta maaf atas kejadian yang menimpa sahabatnya.

Sementara itu, di jalanan, warga bersorak, berpelukan dan berfoto merayakan pemakzulan ini. Kerumunan massa berkumpul di depan gedung parlemen, menyambut kabar ini.

“Saya senang sekali!” kata Chae Jum, seorang petani berusia 54 tahun. “Saya sudah tahu hal ini akan terjadi, tapi, meski tidak, kami akan menurunkan Park dengan kekuatan rakyat.”

“Rakyat menang!” (Red)

Photo credit : AFP Photo/Yonhap


 

KBI Telegraf

close