Pasar ASEAN, Standarisasi Kualitas Produk RI Harus Ditingkatkan

"Harmonisasi perdagangan memang tidak bisa lagi dikesampingkan. Namun yang tak kalah penting juga adalah standarisasi kualitas produk-produk Indonesia perlu ditingkatkan agar diterima dan bisa bersaing di pasar ASEAN,"

Pasar ASEAN, Standarisasi Kualitas Produk RI Harus Ditingkatkan


Telegraf, Jakarta – Pemerintah dinilai harus meningkatkan standarisasi kualitas dari produk-produk Indonesia agar bisa diterima dengan baik dan mampu bersaing di pasar ASEAN seiring dengan diberlakukannya pasar bebas atau integrasi negara-negara di kawasan ini.

Ekonom sekaligus Ketua program Studi Manajemen Fakultas Bisnis, Sampoerna University, Wahyoe Soedarmono, di acara the Indonesia Economic and Financial Sector Outlook (IEFSO) 2017 di Balai Sudirman, Jakarta (5/12), mengatakan secara umum ASEAN memang perlu memperkuat hubungan kerjasama perdagangan antar anggotanya.

Selain itu, lanjutnya, yang tak kalah penting juga untuk memperluas akses pasar, maka ASEAN juga perlu memperkuat hubungan perdagangan dengan Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Berbagai ketentuan yang diperlukan untuk mendukung integrasi dan penguatan pasar di kawasan ini juga harus diperhatikan.

Lebih lanjut Wahyoe menyatakan, Indonesia sendiri sebagai bagian dari integrasi masyarakat ASEAN, perlu memperhatikan hal-hal yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Kemampuan bersaing di era pasar bebas ASEAN menjadi sangat penting untuk dicermati agar tidak kalah bersaing.

“Harmonisasi perdagangan memang tidak bisa lagi dikesampingkan. Namun yang tak kalah penting juga adalah standarisasi kualitas produk-produk Indonesia perlu ditingkatkan agar diterima dan bisa bersaing di pasar ASEAN,” kata Wahyoe.

Ia menuturkan, selain kerjasama perdagangan, pemerintah Indonesia perlu mengambil peran strategis atau ekspansi fiskal untuk mendorong kualitas SDM agar lebih kompetitif di ASEAN. Namun demikian, kata Wahyoe, strategi-strategi terkait pemanfaatan MEA (masyarakat ekonomi ASEAN) cenderung bersifat jangka panjang.

“Dan perlu diingat bahwa dampak masyarakat ekonomi ASEAN ini sendiri memang cenderung relatif terbatas bagi perbaikan perekonomian Indonesia setidaknya hingga 2017,” jelasnya. (Red)

Baca Juga :   Mau Lakukan Perjalanan Pada 21-25 Juli, Ini Syaratnya

Foto credit : AFP/Adek Berry


KBI Telegraf

close