Partai Setan, PPP: Kenapa? Kok Allah Dibawa ke Dalam Partai

“Pak Amien Rais itu sudah sepuh, sudah senior, berbicaralah secara bijak, menyampaikan pendapat secara bijak, tidak perlu menyampaikan penilaian yang di luar kewenangannya,”

Partai Setan, PPP: Kenapa? Kok Allah Dibawa ke Dalam Partai


Telegraf, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengatakan, pihaknya amat menyayangkan pernyataan dari Amien Rais yang telah menyebut selain Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerindra adalah partai setan. Menurutnya, ucapan itu bisa dibilang sebagai wujud penghinaan kepada Allah SWT, karena dia sudah mencampuradukkan nama Allah ke dalam persoalan politik.

“Justru itu adalah penghinaan. Kenapa? Kok Allah itu dibawa ke dalam partai, yang ada orang Kristennya, ada yang makan babi, ada yang korupsi,” kata Baidowi, Selasa (18/04/18).

Ia menambahkan, mantan Ketua MPR RI itu tak bisa mendefinisikan sebuah partai itu termasuk ke dalam golongan Allah atau setan. Sebab, kata dia, yang bisa melakukan penilaian itu hanya bisa dilakukan oleh sang pencipta. Ia mengimbau kepada Amien Rais untuk berpikir secara jernih, jika hendak memberikan tausiah kepada masyarakat.

Amien Rais, lanjut dia, merupakan tokoh senior di dunia politik Tanah Air. Ia tak menyangka bila perkataan itu bisa keluar dari mulutnya. Melihat usianya yang tidak lagi muda, ia mengimbaunya agar mantan Ketua Umum PAN itu hati-hati ketika akan berbicara di depan publik. Sebab, bila hal itu terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin jika perpecahan di Indonesia semakin nyata di depan mata.

“Pak Amien Rais itu sudah sepuh, sudah senior, berbicaralah secara bijak, menyampaikan pendapat secara bijak, tidak perlu menyampaikan penilaian yang di luar kewenangannya,” jelasnya.

Baca Juga :   Pertemuan AHY-Anies Konsolidasi 2024?

Sebagaimana diketahui, tausiah Amien Rais yang menyebut partai Allah dan partai setan, di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April 2018 berbuntut panjang. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena isi ceramahnya dianggap membawa agama dalam kompetisi politik seraya memicu provokasi sentimen SARA.

Laporan itu dibuat oleh Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi. Lalu, diterima polisi dengan nomor LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit Reskrimsus. Amien Rais terancam dijerat Pasal 156 A KUHP tentang ujaran kebencian SARA dan penodaan agama melalui, serta Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 A Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. (Red)


Photo Credit : Amien Rais disayangkan atas pernyataannya yang telah menyebut selain Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerindra adalah partai setan. | File/Dok/Ist. Photo


 

KBI Telegraf

close