Pandemi, Ma’ruf Amin: Warga Miskin Meningkat Lebih Dari 1,6 Juta

"Peningkatan harga beras sedikit saja akan sangat berpengaruh pada konsumsi rumah tangga miskin yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemiskinan,"

Pandemi, Ma’ruf Amin: Warga Miskin Meningkat Lebih Dari 1,6 Juta


Telegraf – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebut wabah virus corona membuat angka warga miskin di Tanah Air meningkat.

Mengacu data kemiskinan Maret 2020, atau awal pandemi Covid-19, kata  warga miskin meningkat lebih dari 1,6 juta orang.

“Warga miskin telah meningkat lebih dari 1,6 juta orang menjadi 26,42 juta orang atau 9,78 persen dibandingkan dengan data bulan September 2019 yang berjumlah 24,79 juta orang atau 9,22 persen,” ujar Ma’ruf di Simposium Nasional Kesehatan, Ketahanan Pangan dan kemiskinan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-64 Universitas Hasanuddin, Selasa (01/09/2020) lalu.

Menurut Ma’ruf, angka kemiskinan masih berpotensi meningkat lagi menjadi 11,5 persen pada akhir tahun 2020, atau kembali ke kondisi 2011. Kondisi ini bisa terjadi, jika langkah penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi tak berjalan sesuai harapan.

Atas itu, pemerintah berupaya menjalankan berbagai program untuk meningkatkan perekonomian masyarakat semasa pandemi.

“Melalui program bantuan sosial yang telah dilakukan selama ini seperti PKH, Program Sembako, Program Jaminan Kesehatan Nasional, pemerintah juga telah memperluas berbagai program baik melalui penambahan program baru seperti bantuan langsung tunai dana desa, bantuan tagihan listrik,” paparnya.

Pemerintah turut memperluas cakupan penerima bantuan dari yang sebelumnya 25 persen rumah tangga dengan kondisi sosial ekonomi terbawah, menjadi 40 persen terbawah. Alokasi anggaran perlindungan sosial itu sebesar Rp 203,9 triliun.

Ada juga dua program baru yakni program Banpres Produktif Usaha Mikro dan subsidi upah untuk 15,7 juta pekerja, yang diharapkan menyasar 40-60 persen rumah tangga terbawah.

Baca Juga :   Kuartal II 2021 BTN Bukukan Laba Sebesar Rp920 miliar

“Pemerintah telah melakukan berbagai Langkah dalam rangka menjaga dan melindungi kesejahteraan masyarakat agar tidak jatuh ke dalam kemiskinan,” tuturnya.

Di samping itu, pemerintah berupaya meningkatkan ketahanan pangan guna mengurangi angka kemiskinan. Karena tingkat kemiskinan berpotensi naik apabila ketahanan pangan tak ditingkatkan.

Mengingat, lebih dari 60 konsumsi rumah tangga miskin dibelanjakan untuk membeli bahan makanan serta 30 persen dari belanja makanan itu digunakan untuk membeli beras.

“Peningkatan harga beras sedikit saja akan sangat berpengaruh pada konsumsi rumah tangga miskin yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemiskinan,” tandasnya.


Photo Credit: Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma’ruf Amin. ANTARA/Aditya Pradana Putra

 

Indra Christianto

close