OKP Kembali Di Buka Dalam Rangka Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan yang Inklusif di Indonesia

"Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia, terutama para profesional muda yang melamar beasiswa untuk sekolah ke Belanda"

OKP Kembali Di Buka Dalam Rangka Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan yang Inklusif di Indonesia

Berkomitmen wujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Indonesia Kementrian Luar Negeri Belanda membuka Orange Knowledge Programme (OKP) yaitu peningkatan kapasitas berupa beasiswa, program pelatihan dan kerjasama institusi.

Kementrian Luar Negeri Belanda melalui Orange Knowledge Programme (OKP) berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif di 54 Negara berkembang termasuk Indonesia. Hal ini dilakukan dengan program peningkatan kapasitas berupa beasiswa, program pelatihan dan kerjasama institusi. Program tersebut sebagai bukti kerjasama Bilateral antara Indonesia dan Belanda dalam sektor Pendidikan yang terus berjalan.

Wahyu Budhi selaku OKP Country Programme Manager di Indonesia, menjelaskan antusiasme masyarakat Indonesia untuk mencari beasiswa sekolah ke Belanda terbilang masih cukup tinggi hingga tahun ini.

“Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia, terutama para profesional muda yang melamar beasiswa untuk sekolah ke Belanda,” tutur Wahyu di Jakarta, Senin (27/07).

Wahyu juga mengungkapkan Secara spesifik, para penerima beasiswa datang dari berbagai macam latar belakang seperti instansi pemerintah, universitas, lembaga penelitian, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), praktisi media hingga sektor swasta.

Lanjutnya ada tiga instrumen utama yang di implementasikan di indonesia yaitu beasiswa individu, program pelatihan dan kerjasama institusi, dan untuk tema di sesuaikan pada prioritas pada kerjasama bilateral antara Indonesia dan Belanda yaitu Keamanan dan Supremasi Hukum (Security and Rule of Law), Air (Water) dan Ketahanan Pangan (Food Security).

Selain program beasiswa individual yang diberikan kepada para profesional, program OKP di Indonesia juga membuka kesempatan kepada instansi-instansi di Indonesia untuk mengirimkan proposal dana hibah pelatihan Tailor-Made Training+ (TMT+). TMT+ merupakan program pelatihan yang diperuntukan bagi institusi di Indonesia yang bidang kerjanya sesuai dengan tema prioritas OKP di Indonesia, serta memiliki keahlian khusus terkait dengan topik TMT+ yang dipublikasikan.

Baca Juga :   Belajar Jarak Jauh, Dikti Janjikan Internet Murah Bagi Mahasiswa

OKP di Indonesia membuka kesempatan bagi para institusi untuk mengirimkan proposal program pelatihan pada bidang keamanan siber (cybersecurity) dan penguatan petugas lembaga pemasyarakatan (probation officers & prison reform) dengan masing-masing dana hibah yang tersedia untuk tiap topik proposal yang disetujui maksimal sebesar € 400.000 atau sekitar Rp. 6.800.000.000, -.

Wahyu menambahkan bahwa batas waktu penerimaan proposal adalah pada tanggal 8 September 2020 untuk proposal dengan tema probation officers & prison reform, sementara untuk topik cybersecurity, batas waktu pengiriman proposal adalah pada tanggal 10 September 2020. Keterangan lebih lanjut mengenai penerimaan proposal dana hibah ini dapat dilihat pada tautan http://bit.ly/tmtplusindonesia. (AK)


Credit Photo : Wahyu Budhi (Nuffic NESO Indonesia) (berbaju putih mengunakan dasi) bersalaman dengan Adriaan Bedner (Leiden University)  usai lakukan Internasional seminar and Training of Trainers di Jakarta. IST. PHOTO