OJK Terus Genjot Inklusi Keuangan di Pelosok Melalui Agen Laku Pandai

OJK Terus Genjot Inklusi Keuangan di Pelosok Melalui Agen Laku Pandai

"Memang perlu ada upaya agar mereka di tingkatkan melalui layanan melalui agen itu"

OJK Terus Genjot Inklusi Keuangan di Pelosok Melalui Agen Laku Pandai


Telegraf, Banyuwangi – Otoritas Jasa keuangan (OJK) terus genjot inklusi keuangan di pelosok negeri melalui agen laku pandai, ini disebabkan dari hasil global findex tahun 2017 baru tercatat 45 persen setara 94,4 juta penduduk dewasa Indonesia yang memiliki rekening.

Hingga tahun 2019 ini OJK menargetkan 75 persen, sehingga membutuhkan kurang lebih 52,6 juta rekening baru. Hal itu diungkapkan oleh Deputi Spesialis Mikro Prudensial Umum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Miftah di Banyuwangi, Jawa Timur.

“Memang perlu ada upaya agar mereka ditingkatkan melalui layanan melalui agen itu,” tuturnya Jumat (26/7).

Diketahui laku pandai adalah program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif, adapun program dalam laku pandai adalah berbentuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank) tanpa harus datang ke bank.

“Yang menjadi kunci berjalannya program ini adalah didukung dengan sarana teknologi informasi,” ungkap Miftah.

Miftah mencontohkan jika disuatu tempat yang daerahnya hidup seperti daerah wisata yang tidak terjangkau signal provaider selular, disinilah funggsi dari agen laku pandai yang akan sangat membantu masyarakat.

Hal ini kata Miftah, mendekatkan layanan dengan mudah dipahami sesuai dengan kebutuhan masyarakat unbankable. Lanjut Miftah meningkatkan kelancaran transaksi keuangan dan kontribusi banyak pihak dalam upaya perluasan akses keuangan agar mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antar wilaya di Indonesia.

Miftah menambahkan agen laku pandai memiliki beberapa jenis yaitu Agen perorangan, (yang bisa membuka agen) antara lain seseorang yang memiliki toko kelontong, agen pulsa, guru, pensiunan dan lain lain,

Baca Juga :   Zipmex Umumkan Investornya Setelah Mendapat Pendanaan 41 Juta Dolar AS

Syarat yang harus dimiliki, dalam membuka agen perorangan bertempat tinggaldilokasi penyelenggara laku pandai, mempunyai kemampuan reputasi kredibilitas dan integritas yang baik, mempunyai aumber penghasilan utama dari kegiatan usaha dan atau kegiatan tetap lainnya paling singkat 2 tahun, belum menjadi agen dari bank penyelenggara yang kegiatan usahanya sejenis, lulis proses due diligence oleh bank penyelenggara.

Yang kedua adalah agen berbadan hukum seperti minimarket kantor pos, koperasi dan lain lain, dengan prasarat berbadan hukum Indonesia, reputasi kredibilitas dan integritas yang baik, mempunyai usaha yang menetap di auatu daerah dan maaih berlangsung paling singkat dua tahun, mampu melakukan managemen likuiditas sesuai yang di prasaratkan oleh bank penyelenggara.

Lalu mampu menyediakan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan teknis untuk mendukung penyelenggara laku pandai dan lulus proses due diligence oleh bank penyelenggara. (Red)


Credit photo : Deputi Spesialis Mikro Prudensial Umum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Miftah di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (26/7)/telegraf.


Atti K.

close