OJK Terbitkan Panduan Penyelengara Kantor Pelayanan Perbankaan Digital

Tanggal:



Telegraf, Jakarta – Semakin meningkatnya jumlah pemakai e-banking (sms banking, phonebanking, mobile banking dan internet bangking) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan panduan penyelengara kantor digital, untuk memudahkan perbankan dalam meningkatkan servis excellent terhadap nasabahnya.

Hal itu diungkapkan oleh Debuti Komisioner Pengawas Perbankkan 1 OJK, Mulya E. Siregar usai konfrensi pers di kantornnya Jl. Lapangan Banteng Timur Jakarta pusat (19/1/17).

Panduan tersebut merupakan salah satu acuan bagi perbankan, nasabah, auditor, pengawas dan semua pihak dalam memanfaatkan teknologi digital untuk layanan digital branch oleh bank umum. Dengan diterbitkannya panduan tersebut, Mulya menekankan bank bank yang sudah memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan ke OJK untuk membuka jaringan kantor digital.

Kenapa panduan diterbitkan Mulya mengatakan “penerbitan panduan ini selaras dengan perubahan perilaku dan kebutuhan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital dalam melakukan aktivitas perbankan secara mandiri.”

Ini terbukti  jumlah nasabah e-Bangking dari tahun ke tahun semakin meningkat  sebesar 270% dari 13,6 juta nasabah pada tahun 2012 menjadi 50,4 juta nasabah pada tahun 2016, sementara frekuensi transaksi penguna e-banking meningkat 169% dari 150,8 juta transaksi pada tahun 2012 menjadi 405,4 juta transaksi pada tahun 2016.

Mulya menjelaskan digital banking sudah direspon perbankan dengan mengoptimalkan pemanfaatan digital dengan meyediakan produk dan layanan yang semakin beragam, sekaligus untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industry perbankan.

Baca Juga :   Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi: Stop Beli Produk Impor

Mulya menegaskan bahwa bank yang menyelengarakan digital branch, secara perisnip tetap menerapkan seluruh ketentuan yang berlaku, seperti ketentuan tentang Manajemen Risiko Bank, Manajemen Risiko Tegnologi Informasi, Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT), dan kelembagaan kecuaIi yang diatur secara khusus dalam panduan tersebut. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...

Membangun Generasi Emas Di Era Digital

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama...

Penyaluran Kredit Bank BTN di Wilayah Timur Indonesia Capai 171 Persen

Telegraf - Program Bank Tabungan Negara (BTN) Solusi yang...

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dapatkan Apresiasi Dari PBB

Telegraf - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia mendapatkan apresiasi...