OJK Akan Hentikan Iklan Yang Menyesatkan Masyarakat

"Sangsinya kita sedang rumuskan yang pertama adalah yang sudah dikeluarkan adalah supaya POJK menghentikan iklan itu. Jika iklan tersebut menyesatkan dan menyalahi prinsip 4 dasar pedoman iklan jasa keuangan"

OJK Akan Hentikan Iklan Yang Menyesatkan Masyarakat

Telegraf, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menghentikan penayangan iklan/promosi yang tidak sesuai dengan norma dasar pedoman yang dikeluarkan oleh OJK.

“Sangsinya kita sedang rumuskan yang pertama adalah yang sudah dikeluarkan adalah supaya POJK menghentikan¬†iklan itu. Jika iklan tersebut menyesatkan dan menyalahi prinsip 4 dasar pedoman iklan jasa keuangan,” Hal itu di ungkapkan Deputi Komisioner Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Sarjito, di Jakarta .

Sarjito mengatakan hal tersebut melanggar Undang Undang N0 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan POJK N0 1 tahun 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Lanjut Sarjito norma dasar pada pedoman iklan jasa keuangan adalah pertama akurat dimana klaim dalam iklan tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan yang kedua jujur, iklan harus sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Norma dasar ke tiga adalah jelas yaitu informasi yang terdapat dalam iklan tersebut harus lengkap terkait manfaat biaya resiko serta syarat dan ketentuannya.

Dasar ke empat adalah tidak menyesatkan dalam hal ini informasi yang terdapat dalam iklan tersebut tidak menimbulkan perbedaan penafsiran antara konsumen/masyarakat dengan lembaga jasa keuangan.

“Kalau Anda melihat (iklan menyesatkan), Anda laporan ke kita, nanti kita tegur dan kita hentikan. Kita punya kemampuan itu, kalau nggak dihentikan kita bisa berikan sanksi. Tapi prinsipnya kita ingin melindungi konsumen,” Sarjito mengungkapkan.

Sementara untuk denda Sarjito mengatakan belum sepesifik masih dilihat magnitudenya dan kerugiannya terhadap konsumen (masyarakat). “kalau masih ndableg kita tabah sangsi sementara ini masih dilakukan penghentian penayangan,” ungkapya Selasa (16/4). (Red)


Credit Photo :Sarjito Deputi Komisioner Edukasi Perlindungan Konsumen OJK/telegraf


Tanggapi Artikel