NU Akan Pantau 90 Titik Hilal Guna Tentukan Kapan Awal Puasa Ramadhan Dimulai

NU Akan Pantau 90 Titik Hilal Guna Tentukan Kapan Awal Puasa Ramadhan Dimulai

"NU tak bisa menentukan kecuali sudah melakuan rukyat untuk melihat hilal dalam penentuan awal puasa Ramadhan 2017. Itu bukan berati NU tidak bisa hitung (hisab) awal puasa Ramadhan 2017. Selain awal Ramadhan dan Idul Fitri kita kan pakai hitung,"

NU Akan Pantau 90 Titik Hilal Guna Tentukan Kapan Awal Puasa Ramadhan Dimulai


Telegraf, Jakarta – Nahdhatul Ulama (NU) akan memantau 90 titik hilal di seluruh Indonesia untuk memastikan kapan datangnya awal puasa Ramadhan 2017 M atau 1438 H akan jatuh pada tahun ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, KH Said Aqil Sirodj, mengatakan bahwa pemantauan hilal di 90 titik tempat hilal tersebut baru akan dilakukan hari ini, Jumat (26/5/2017).

“Jumat kita akan pantau hilal, di 90 titik di Indonesia. Sumenep, Bawean, Situbondo dan daerah lainnya untuk menentukan awal puasa Ramadhan 2017,” kata kyai Said panggilan akrab KH. Said Aqil Sirodj, di Kantor PBNU, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (25/05/2017).

Muhammadiyah terlebih dahulu telah menentukan datangnya awal bulan puasa Ramadhan 2017 yang akan jatuh pada hari Sabtu, (27/05/2017).

Kyai Said mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan apakah NU akan juga memulai awal puasa Ramadhan 2017 kali ini di tanggal yang sama dengan Muhammadiyah, sebelum rukyat hilal dilakukan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, hilal adalah bulan sabit, bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Kamariah. Sedangkan rukyat adalah perihal melihat bulan tanggal satu untuk menentukan hari permulaan dan penghabisan puasa Ramadhan, penglihatan, pengamatan.

“NU tak bisa menentukan kecuali sudah melakuan rukyat untuk melihat hilal dalam penentuan awal puasa Ramadhan 2017. Itu bukan berati NU tidak bisa hitung (hisab) awal puasa Ramadhan 2017. Selain awal Ramadhan dan Idul Fitri kita kan pakai hitung,” ucapnya.

Kyai Said pun menambahkan, ia tak masalah jika nantinya hasil rukyat hilal awal puasa Ramadhan 2017 akan membuat awal puasa antara NU dengan Muhammadiyah berbeda di tahun ini.

“Ya tidak apa-apa, namanya saja beda, NU dengan Muhammadiyah. Tapi kan sama-sama Islam. Tapi kalau NU menentukan awal puasa Ramadhan dan Idul Fitri ya harus rukyat dulu, dengan mata melihat hilal,” ungkapnya.

Sementara untuk sidang isbat penentuan awal puasa Ramadhan 2017 tersebut untuk menentukan awal datangnya bulan puasa Ramadhan. Terkait ini, Kementerian Agama juga akan melakukan pemantauan hilal di 77 titik di seluruh Nusantara.

Sementara itu Kementerian Agama direncanakan baru akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal puasa Ramadhan 2017 atau 1 Ramadhan 1438H pada hari ini Jumat (26/5/2017). (Red)

Photo Credit : Garry Andrew


KBI Telegraf

close