November, Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$840 Juta

Oleh : KBI Media
Photo Credit: Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (29/03). Bank Indonesia menilai penguatan nilai tukar rupiah secara global belum menggangu daya saing produk ekspor Indonesia. MI/RAMDANI


Telegraf, Jakarta – Dalam setahun terakhir, tren neraca perdagangan RI terus mengalami surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan November 2016 kembali mengalami surplus sebesar US$840 juta.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo, menyebutkan kinerja ekspor bulan November 2016 sebesar US$13,5 miliar atau naik 21,34% dibanding bulan sebelumnya, dan naik 5,91% dibanding bulan yang sama tahun lalu.

Semenara itu, lanjutnya, untuk konerja impor pada bulan November 2016 tercatat sebesar US$12,66 miliar atau naik 11,47% dibanding bulan sebelumnya, dan naik 9,88% bila dibandingkan bulan yang sama tahun 2015.

“Maka neraca perdagangan bulan November tahun ini masih mengalami surplus sebesar US$0,84 miliar (US$840 juta),” kata Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Stastiktik, Distribusi, dan Jasa BPS dalam konferensi pers Kinerja Ekspor-Impor November 2016 di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/12).

Lebih lanjut Sasmito menyatakan, surplus neraca perdagangan bulan November ini didukung oleh surplus nonmigas sebesar US$1.494 miliar, sedangkan neraca migasnya masih mengalami defisit yakni -US$656,6 juta.

Sementara itu, secara kumulatif (Januari-November) 2016, ekspor Indonesia mencapai US$130,65 miliar atau naik 5,63% dibanding periode yang sama tahun 2015. Sedangkan impornya selama Januari-November 2016 sebesar US$122,86 miliar atau turun 5,94% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga :   Dominasi Pasar Mesir, Kopi Indonesia Raup Rp1,46 Triliun

“Maka neraca perdagangan Januari-November tahun 2016 sebesar US$7,79 miliar. Sumber surlus kumulatif ini masih berasal dari neraca nonmigas yang suplus US$13,012 miliar, sedangkan neraca migasnya masih defisit yakni -US$5,216 miliar,” ujarnya.

Sasmito menambahkan, surplus utama perdagangan dengan Amerika Serikat yang mencapai US$7,7 miliar, kemudian perdagangan dengan India yang surplus US$6,5 miliar, dan Belanda US$2,2 miliar. Dan defisit perdagangan terbesar dengan Tiongkok yakni -US$14,3 miliar, lalu dengan Thailand -US$3,7 miliar, dan dengan Australia -US$1,5 miliar. (Red)

Photo credit : MI/Ramdani


Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close