November, Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$840 Juta

"Maka neraca perdagangan Januari-November tahun 2016 sebesar US$7,79 miliar. Sumber surlus kumulatif ini masih berasal dari neraca nonmigas yang suplus US$13,012 miliar, sedangkan neraca migasnya masih defisit yakni -US$5,216 miliar,"

November, Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$840 Juta


Telegraf, Jakarta – Dalam setahun terakhir, tren neraca perdagangan RI terus mengalami surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan November 2016 kembali mengalami surplus sebesar US$840 juta.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo, menyebutkan kinerja ekspor bulan November 2016 sebesar US$13,5 miliar atau naik 21,34% dibanding bulan sebelumnya, dan naik 5,91% dibanding bulan yang sama tahun lalu.

Semenara itu, lanjutnya, untuk konerja impor pada bulan November 2016 tercatat sebesar US$12,66 miliar atau naik 11,47% dibanding bulan sebelumnya, dan naik 9,88% bila dibandingkan bulan yang sama tahun 2015.

“Maka neraca perdagangan bulan November tahun ini masih mengalami surplus sebesar US$0,84 miliar (US$840 juta),” kata Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Stastiktik, Distribusi, dan Jasa BPS dalam konferensi pers Kinerja Ekspor-Impor November 2016 di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/12).

Lebih lanjut Sasmito menyatakan, surplus neraca perdagangan bulan November ini didukung oleh surplus nonmigas sebesar US$1.494 miliar, sedangkan neraca migasnya masih mengalami defisit yakni -US$656,6 juta.

Sementara itu, secara kumulatif (Januari-November) 2016, ekspor Indonesia mencapai US$130,65 miliar atau naik 5,63% dibanding periode yang sama tahun 2015. Sedangkan impornya selama Januari-November 2016 sebesar US$122,86 miliar atau turun 5,94% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Maka neraca perdagangan Januari-November tahun 2016 sebesar US$7,79 miliar. Sumber surlus kumulatif ini masih berasal dari neraca nonmigas yang suplus US$13,012 miliar, sedangkan neraca migasnya masih defisit yakni -US$5,216 miliar,” ujarnya.

Sasmito menambahkan, surplus utama perdagangan dengan Amerika Serikat yang mencapai US$7,7 miliar, kemudian perdagangan dengan India yang surplus US$6,5 miliar, dan Belanda US$2,2 miliar. Dan defisit perdagangan terbesar dengan Tiongkok yakni -US$14,3 miliar, lalu dengan Thailand -US$3,7 miliar, dan dengan Australia -US$1,5 miliar. (Red)

Photo credit : MI/Ramdani


KBI Telegraf

close