Connect with us

Nasional

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MUI Himbau Shalat Ied di Rumah

Published

on



Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat khususnya umat Islam, melaksanakan salat Idul Adha (ied) di rumah masing-masing. Hal ini diterapkan jika kondisi penularan Covid-19 di wilayah terkait, tak terkendali.

“Namun, ketika kita berada di kawasan yang angka penularannya masih menunjukkan tren meningkat bahkan berada di daerah kualibhfikasi hitam, maka pelaksanaan salat idul adha sebaiknya tetap di rumah bersama keluarga,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, dalam tayangan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi BNPB, Selasa (28/07/20).

Untuk wilayah yang kasus Covid-19-nya telah terkendali, kata Asrorun, masyarakat boleh saja masyarakat melaksanakan salat id berjamaah di masjid, atau di lapangan. Tapi, penerapan protokol kesehatan dan pertimbangan kondisi kesehatan masing-masing jemaah harus dipikirkan.

“Ketika kita berada di suatu kawasan yang sudah terkendali, maka pelaksanaan salat idul adha dapat dilaksanakan di masjid secara berjamaah, di musala, di tanah lapang, di gedung atau tempat yang lain, tapi harus tetap istiqomah menjalankan protokol kesehatan, pakai masker, wudhu dari rumah, bawa sajadah sendiri, jaga jarak, kemudian memastikan kondisi kesehatan tetap fit,” paparnya.

MUI menegaskan, dalam pelaksanaan salat id di rumah atau berjamaah di masjid dan di lapangan, harus mempertimbangkan kondisi yang ada di masing-masing wilayah.

“Salat idul adha hukumnya sunnah muakkadah. Yang menjadi salah satu syiar min syarril Islam, pelaksanaan salat idul adha pada data Covid yang belum sepenuhnya terkendali harus terus mempertimbangkan kondisi faktual di tengah masyarakat kita,” pungkasnya.


Photo Credit: Umat muslim usai sholat Idul Adha di Masjid Agung Annur di Pekanbaru Riau 2019 sebelum ada pandemi Covid-19. ANTARA/Rony Muharrman

 

A. Chandra S.
Latest posts by A. Chandra S. (see all)

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Nasional

Oknum Paspampres Perkosa Prajurit Kostrad di KTT G20 Bali

Published

on

Foto ilustrasi tindak asusila seksual oleh SHUTTERSTOCK
Foto ilustrasi tindak asusila seksual oleh SHUTTERSTOCK

Telegraf – Kasus pemerkosaan oleh seorang perwira TNI AD, kepada Letda Caj GE membuat gempar. Pasalnya, peristiwa itu terjadi saat pelaku sedang bertugas melakukan pengamanan acara KTT G20 di Bali, beberapa waktu lalu.

Korban yang merupakan prajurit elite yang bertugas di Divisi Infanteri 3/Kostrad. Sementara pelaku adalah perwira TNI AD, Mayor Inf BF yang merupakan wakil komandan di salah satu detasemen di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, Puspom TNI telah melakukan penyelidikan dan tindakan terhadap pelaku.

“Sudah proses hukum, langsung. Kalau satu itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP ada. Kedua, adalah dilakukan sesama kelurga besar TNI, bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja, maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus,” kata Andika di Mako Kolinlamil, Kamis (01/12/2022).

Andika memastikan, bahwa tidak ada kompromi baik itu terhadap pelanggaran ringan maupun pelanggaran berat yang dilakukan oleh anggota keluarga besar TNI. Hingga saat ini pelaku pemerkosaan dinyatakan tersangka dan telah ditahan.

“Enggak ada kompromi. Sekarang sudah ditahan, sudah tersangka. Jadi kalau enggak salah sidiknya di Makassar,” tegasnya.

“Karena korban ini bagian dari Divisi III Kostrad tetapi akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku kan Paspampres itu kan di bawah Mabes TNI, kita ambil alih, penanganan di TNI,” tutupnya.

A. Chandra S.
Latest posts by A. Chandra S. (see all)

Bagikan Artikel
Continue Reading

Nasional

Ini yang Dilakukan Pemerintah di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi, Pangan dan Energi Global 2022

Published

on

By

Photo Credit: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai pandemi dan jaga jarak fisik atau physical distancing membuat wartawan sulit untuk hadir dan bertemu langsung dengan narasumber. FILE/Dok/KSP
Photo Credit: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai pandemi dan jaga jarak fisik atau physical distancing membuat wartawan sulit untuk hadir dan bertemu langsung dengan narasumber. FILE/IST. PHOTO

Telegraf – Munculnya 3 varian baru mengancam krisis pangan, Krisis Energi serta krisis keuangan Global, dan di perparah dengan konflik Ukraina-rusia. Dalam rangka mengatasi krisis pangan, pemerintah terus mendorong terwujudnya swasembada pangan.

“Hakikat dari kondisi covid-19 dan peperangan ini memunculkan tiga varian baru ancaman. Pertama adalah krisis pangan, kedua krisis energi dan ketiga adalah krisis keuangan Global,” kata Moeldoko dalam diskusi online bertajuk “Capaian Kinerja Pemerintah Tahun 2022” yang digelar Forum Merdeka Barat (FMB9), pada Jum’at (21/10/22).

Ia menjabarkan dalam krisis pangan pemerintah membangun infrastruktur seperti 35 unit bendungan, 10.035 hektar daerah irigasi, rehabilitasi terhadap 152.615 hektar jaringan irigasi, pembangunan 21 embung, dan pembangunan 157 km tanggul pengendali banjir dan pengamanan pantai.

Terkait energi, pemerintah telah mengantisipasi dengan menyiapkan kebijakan, salah satunya adalah Program Mandatori B30 yang mewajibkan semua bahan bakar diesel di Indonesia memiliki campuran minimal 30% biodiesel dan 70% Solar.

Dikesempatan yang sama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan varian Omicron kini muncul subvarian anyar. Namanya XBB yang sudah masuk di Tanah Air. Masyarakat diminta waspada.

Kebijakan menghadapi Covid-19 yang dikeluarkan Presiden saat kasus meningkat sudah melalui beragam pertimbangan dari ahli dan pakar kesehatan dan ekonomi.

“Jika kita patuh ke beliau maka kita bersama-sama bisa hadapi badai seperti judul lagu badai pasti berlalu. Jadi mohon juga doa restunya,” ucapnya.

Melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terus melakukan pengamatan terkait dengan potensi adanya subvarian baru XBB. “Ada varian baru namanya XBB. Varian ini juga sudah masuk ke Indonesia, kita amati terus,” kata Budi.

Ia juga mengatakan dalam menghadapi badai Covid sampai ekonomi semua pihak harus bekerjasama.
Semuanya bekerjasama. Yang tua, muda, kaya, miskin, orang Jawa, Kalimantan dan lainnya bersama menjaga kapalnya dalam artian negara supaya jangan rusak dan bisa melewati badai atau tantangan tahun depan.

Menurutnya jika semua elemen masyarakat bersama Pemerintah kompak apapun tantangannya bisa jadi bisa dilewati dengan baik. Hal itu sudah terbukti saat negara menghadapi puncak kasus Covid-19 di tahun lalu.

“Kita benar-benar harus bekerjasama seperti yang ditunjukkan saat kita mengatasi pandemi Covid,” ucapnya.

Ia mengatakan saat ini capaian vaksinasi Indonesia sudah berada di angka 440 juta dosis yang telah disuntikan kepada 204 juta populasi nasional. Hal itu, kata dia, membuat imunitas masyarakat terhadap Covid-19 menjadi lebih baik. Kendati demikian, ia pun berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Mantan Direktur Utama PT Inalum (Persero)menggambarkan nenek moyang bangsa Indonesia adalah seorang pelaut yang tangguh.

“Saya mau kasih metafora sedikit nenek moyang kita tu pelaut. Jadi nenek moyang kita sudah sering menghadapi badai,” ujar Budi, kemarin.

Badai yang dimaksud saat ini bisa berupa tantangan menghadapi pandemi Covid-19, dampaknya hingga persoalan lain menyangkut sosial, ekonomi dan politik.

“Mereka tahu cara menghadapi badai. Ada dua opsi pertama balik mundur atau dia maju terus berlayar dengan seluruh keahliannya memanfaatkan angin di belakang untuk bisa menerjang badai dan sampai ke tujuan lebih cepat,” paparnya.

A. Chandra S.
Latest posts by A. Chandra S. (see all)

Bagikan Artikel
Continue Reading

Nasional

Pengamanan G20 di Bali TNI Turunkan 18.030 Personil dan 4 Pesawat Tempur

Published

on

By

Photo Credit: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa. FILE/IST. PHOTO
Photo Credit : Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa/Doc/ ist

Telegraf – Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan 18.030 Personil dan 12 pesawat yang akan di siapkan untuk pengamananserta kenyamanan para tamu dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20) yang akan dilaksanakan di Bali November mendatang.

“Untuk pengamanan pada G20 mendatang secara umum personil yang kami siapkan total 18 ribu 30 personil. Ada diantaranya sekitar 3.200 personil polri dan 492 personil dri institiusi lain tapi mereka masuk dalam tugas kami. TNInya sendiri ada 14.300 personil,” ungkap Andika dalam konfrensi pers daring, Kamis (20/10).

Andika mengatakan satgasnya bermacam macam, termasuk satgas VVIP yang akan menempel para masing masing Kepala negara.

“Kita sudah siapkan 42 paket pengamanan untuk menjaga segala kemungkinan, jika nanti yang hadir seluruhnya sehingga kami siapkan 42 paket pengamanan kepan]la Negara atau setingkat Kepala negara, selain itu juga ada satgas laut dan udara,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan untuk satgas udara akan di turunkan serjumlah 12 pesawat dengan masing maing 4 pesawat tempur 2 F16 dan 2 Sukoi, 6 Helicopter dari Angkatan Udara, 5 Helicopter dari Angkatan Laut dan 2 Helicopter dari Angkatan Darat dengan total 13, selain itu juga ada 2 pesawat Hercules (yang di siapkan 1 untuk medis dan 1 untuk angkutan).

“Selain itu kita menyediakan juga 1 Pesawat boing VIP apa bila di butuhkan sebagai tambahan dan 2 pesawat boing sebagai pesawat pengintai,” tuturnya.

Andika menambahkan untuk satgas laut melibatkan 12 KRI yang di tempatkan di lingkaann pulau bali untuk pengamanan, termasuk pendampingan kapal kapal militer negara negara partisipan yang akan mengirimkan.

Untuk panglanan udara ada 13 pangkalan udara yang disiapkan tenaganya dari Sumatra kalimantan dan Jawa, ” Gampangnya kalau kita melihat peta Indonesia, pangkalan udara yang ada di sumatra kecuali Ace, Jawa, Bali, Lombok dan untuk Kalimantan itu ada di banjar masin dan Balikpapan serta 1 pelabuhan,” kata Andika.

A. Chandra S.
Latest posts by A. Chandra S. (see all)

Bagikan Artikel
Continue Reading

Nasional

Kapolri Beberkan Soal Penangkapan Teddy Minahasa

Published

on

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan. ANTARA/Fajar Ali
Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan. ANTARA/Fajar Ali

Telegraf – Pihak kepolisian resmi menangkap Kapolda Jatim baru pengganti Irjen Nico Afinta, Irjen Teddy Minahasa terkait kasus narkoba. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/10/2022) sore WIB.

Dalam keterangannya, Listyo mengatakan bahwa keterlibatan Teddy Minahasa dengan kasus narkoba sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu. Dia juga menyebut ada eks kapolres Bukittinggi yang juga terseret dalam kasus ini.

“Beberapa hari lalu, Polda Metro melakukan pengungkapan terhadap peredaran jaringan peredaran gelap narkoba. Berawal dari laporan masyarakat, kemudian saat itu diamankan tiga orang dari masyarakat sipil. Kemudian, dilakukan pengembangan, ternyata mengarah dan melibatkan anggota polisi berpangkat Bripka dan juga anggota polisi berpangkat kompol jabatan kapolsek,” katanya saat konferensi pers.

“Atas dasar itu, saya minta untuk terus dikembangkan dan kemudian berkembang ke seorang pengedar dan mengarah ke personel oknum polri berpangkat AKBP, mantan kapolres Bukittinggi. Dari situ, kemudian kami melihat ada keterlibatan Irjen TM,” ungkapnya.

Menindaklanjuti keterlibatan Teddy, Listyo menyatakan bahwa Kadiv Propam, Irjen Syahardiantono, telah melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan. Per hari ini, Teddy Minahasa sudah dinyatakan sebagai terduga pelanggar dan telah ditempatkan di ruangan khusus dari propam.

“Saat ini, Irjen TM dinyatakan terduga pelanggar dan sudah dilakukan penempatan khusus. Kemudian, terkait dengan hal tersebut, saya minta kadiv propam segera melaksanakan pemeriksaan terkait etik, untuk kemudian bisa kami proses dengan ancaman hukuman PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat),” tegasnya.

Batal Jadi Kapolda Jatim dan Jeratan Ancaman Pidana

Listyo menyebut, Polda Metro Jaya akan melanjutkan proses penanganan pidana terkait kasus Teddy Minahasa. Setelah ditetapkan tersangka, maka yang bersangkutan akan dipindahkan menjadi tahanan di Polda Metro Jaya. Dikatakannya, ini merupakan bentuk keseriusan Polri untuk menindak masalah narkoba, khususnya di kepolisian.

Diketahui, Teddy Minahasa belum lama ini ditetapkan sebagai Kapolda Jatim berdasarkan Mutasi Nico Afinta itu tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor: ST/2134/X/KEP/2022 yang diterbitkan Senin 10 Oktober 2022.

Saat ini, Teddy Minahasa menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat. Ia dipindahtugaskan untuk menjadi Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Nico Afinta, yang dimutasi sebagai Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Budaya.

Namun, keterlibatannya dalam kasus narkoba membuat Kapolri memutuskan untuk membatalkan surat tersebut. Listyo akan menerbitkan surat telegram (TR) pembatalan tersebut, Jumat (14/10/2022) malam ini, dan akan menunjuk pejabat baru sebagai kapolda Jawa Timur.

“Terkait dengan posisi Irjen Pol TM yang baru kami keluarkan TR (Telegram Rahasia) untuk mengisi Polda Jatim. Hari ini, saya akan keluarkan TR pembatalan dan kami ganti dengan pejabat yang baru,” imbuhnya.

Lebih detail soal kasus ini, Listyo mengklarifikasi bahwa Teddy tidak menggunakan narkoba, tetapi positif memakai obat tertentu. Dia juga menyebut Teddy Minahasa diduga terlibat dalam penyebaran narkoba.

“Terkait masalah tes untuk Irjen TM, dilakukan tiga kali tes. Satu hal yang didapat terkait dengan masalah jenis obat tertentu, tetapi bukan narkoba. Terkait apa yang dikonsumsi, nanti akan didalami oleh tim dari dokter,” bebernya.

“Saya kira dugaan keterlibatan yang bersangkutan menjual, kami sudah dapatkan. Namun, secara teknis biar Kapolda (Metro Jaya) yang menjelaskan,” tandasnya.

A. Chandra S.
Latest posts by A. Chandra S. (see all)

Bagikan Artikel
Continue Reading

Nasional

Kecewa, Jokowi Kumpulkan Para Perwira Polri di Istana

Published

on

By

Presiden Joko Widodo menyampaikan sedikitnya lima arahan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), mulai dari para pejabat utama Mabes Polri, kepala kepolisian daerah (kapolda), hingga kepala kepolisian resor (kapolres) seluruh Tanah Air di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 14 Oktober 2022. BPMI/Lukas
Presiden Joko Widodo menyampaikan sedikitnya lima arahan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), mulai dari para pejabat utama Mabes Polri, kepala kepolisian daerah (kapolda), hingga kepala kepolisian resor (kapolres) seluruh Tanah Air di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 14 Oktober 2022. BPMI/Lukas

Telegraf – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sedikitnya lima arahan kepada jajaran perwira Polri, mulai dari para pejabat utama Mabes Polri, kapolda, hingga kapolres di seluruh Tanah Air.

Jokowi mengungkapkan kekecewaannya atas kinerja Polri yang dalam setahun terakhir ini terus merosot tajam.

Pada November 2021, kepercayaan publik kepada Polri sangat tinggi yaitu sebesar 80,2%, namun pada Agustus 2022 anjlok hingga menyentuh angka 54%. Jokowi bahkan menyebut kepercayaan publik kepada Polri jatuh terlentang.

“Sekarang, kemarin Agustus, berada di 54%. Jatuh terlentang, rendah sekali. Itulah pekerjaan berat yang saudara-saudara harus kerjakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri di tengah situasi yang juga tidak mendukung saat ini,” katanya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Adapun lima arahan Jokowi kepada para perwira Polri itu salah satunya, juga menyinggung soal gaya hidup mewah para personel Polri yang menjadi sorotan masyarakat hingga soliditas di internal Kepolisian.

Arahan tersebut disampaikan oleh Jokowi di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Berikut 5 arahan Presiden Jokowi kepada para perwira Polri:

Perbaikan Manajemen

Menurut Jokowi, mayoritas keluhan masyarakat terhadap Polri adalah terkait dengan masalah pungutan liar atau pungli. Anggota polisi juga dinilai kerap bertindak sewenang-wenang.

“Jadi, keluhan masyarakat terhadap Polri, 29,7 persen itu, ini sebuah persepsi, karena pungli. Tolong ini anggota-anggota semuanya itu yang begitu. Sewenang-wenang, tolong ini juga diredam pada anggota-anggota. Pendekatan-pendekatan yang represif, jauhi. Mencari-cari kesalahan nomor yang ketiga, 19,2 persen. Dan, yang keempat, hidup mewah yang tadi sudah saya sampaikan,” katanya.

Menurut Jokowi, Polri merupakan aparat penegak hukum yang paling dekat dengan rakyat dan paling sering berinteraksi dengan masyarakat.

Rasa Kemanan Bagi Masyarakat

Arahan kedua Jokowi adalah soal rasa aman dan nyaman masyarakat. Jokowi meminta kepada para petinggi dan perwira Polri untuk selalu mengingatkan anggotanya agar memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Yang kedua, rasa aman dan nyaman masyarakat. Rasa aman dan nyaman masyarakat itu menjadi terkurangi atau hilang. Karena, apa pun, Polri adalah pengayom masyarakat. Hal-hal yang kecil-kecil, tolong betul-betul dilayani. Masyarakat yang kehilangan sesuatu harus direspons cepat, sehingga rasa terayomi dan rasa aman itu menjadi ada,” tuturnya.

Jaga Soliditas Internal Polri dan Dengan TNI

Arahan ketiga, Jokowi meminta jajaran Polri menjaga kesolidan baik di internal Polri maupun dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal tersebut penting, karena saat ini sudah mulai masuk tahun politik dan tahapan pemilihan umum (pemilu) sudah mulai berjalan sejak Juli lalu.

“Harus ditunjukkan soliditas di internal Polri dulu. Rampung, kemudian soliditas Polri dan TNI. Itu yang akan mengurangi tensi politik ke depan. Soliditas. Harus ada kepekaan, posisi politik ini seperti apa, sih. Karena, saudara-saudara adalah pimpinan-pimpinan tertinggi di wilayah masing-masing,” katanya.

Jokowi juga meminta para petinggi Polri paham tentang politik. Namun, mereka diingatkan untuk tidak bermain politik praktis.

Sense of politic-nya juga harus ada. Tidak bermain politik, tetapi mengerti masalah politik karena memang kita akan masuk dalam tahapan tahun politik,” kata Jokowi.

Soliditas Polri dengan TNI juga menjadi penting. Menurut Jokowi, jika soliditas kedua institusi terjaga, maka stabilitas keamanan dan politik akan terwujud dengan baik.

“Kalau dilihat Polri solid, kemudian bergandengan dengan TNI solid, bolak-balik saya sampaikan, saya memberikan jaminan, stabilitas keamanan kita, stabilitas politik kita pasti akan baik. Enggak ada yang berani coba-coba. Kalau coba-coba, ya tegas saja,” tegasnya.

Kesamaan Visi dan Ketegasan Terkait Kebijakan Organisasi

Arahan keempat, Jokowi meminta adanya kesamaan visi Polri serta ketegasan terkait kebijakan organisasi.

Kepada para pemimpin Polri di daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, Kepala Negara mendorong agar mereka tidak gamang serta bekerja sesuai SOP dan sesuai undang-undang.

“Visi presisi, Pak Kapolri, saya minta juga tidak njelimet-njelimet. Tolong disederhanakan, sehingga yang di bawah itu mengerti apa yang dijalankan. Apa sih, kalau disederhanakan? Ya, tadi itu, yang Kapolri sampaikan tadi. Polri sebagai pelindung, Polri sebagai pengayom, dan Polri sebagai pelayan. Intinya kan ke sana. Presisinya itu apa? Jelaskan juga. Sekali lagi, secara sederhana dan jelas sehingga gampang ditangkap visi itu,” katanya.

Jangan Dipandang Lemah Dalam Penegakan Hukum.

Arahan kelima, Jokowi mengingatkan agar jangan sampai pemerintah maupun Polri dipandang lemah terkait dengan penegakan hukum.

Untuk itu, Jokowi secara tegas meminta Kapolri agar memberantas judi daring serta jaringan narkoba sehingga bisa mengembalikan kepercayaan publik kepada Polri yang menurun.

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolri, saat itu urusan judi online, bersihkan, sudah. Saya enggak usah bicara banyak. Saudara-saudara tahu semuanya, perintah ini tahu. Dan, penegakan hukum untuk yang berkaitan dengan narkoba. Ini yang akan nanti bisa mengangkat kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

Pada penghujung arahannya, Jokowi juga meminta jajaran Polri merancang komunikasi publik yang baik dan cepat dalam menghadapi sebuah isu atau peristiwa.

Jokowi kembali mengingatkan bahwa saat ini merupakan era media sosial dan peristiwa bisa tersebar dalam hitungan menit dan detik.

“Sekarang ini, sekali lagi, era sosial media, hitungannya detik, hitungannya menit, sudah bukan hari lagi. Begitu ada sebuah peristiwa kecil dan Saudara-saudara menganggap ini kecil, sehingga tidak ditangani. Dikomunikasikan dengan baik, dengan kecepatan. Bila membesar menjadi sulit untuk kemudian diselesaikan lagi,” bebernya.

A. Chandra S.
Latest posts by A. Chandra S. (see all)

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close