Naiknya Daging Ayam dan Telur Jelang Ramadhan Ulah Broker Nakal

"Isu kelangkaan Day Oold Chick (DOC) ini dikarenakan ulah oknum broker yang memanfaatkan suasana, dimana harga ayam yang bagus dan dan menghadapi bulan puasa dan lebaran. Ssehingga para peternak rame rame mengisi kandangnya secara bersamaan"

Naiknya Daging Ayam dan Telur Jelang Ramadhan Ulah Broker Nakal

Telegraf, Jakarta – Terkait dengan naiknya harga daging yam dan telur menjelang Ramadhan dan Iedul Fitri Kementrian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita membantah adanya kenaikan tersebut, ini dikaraenakan stock yang tercatat producksi masih surplus sebesar surplus sebanyak 517.819 ton, bahkan Indonesia Ekspor ke beberapa negara seperti Jepang, Timur Leste, Papua New Gini.

“Isu kelangkaan Day Oold Chick (DOC) ini dikarenakan ulah oknum broker yang memanfaatkan suasana, dimana  harga ayam yang bagus dan dan menghadapi bulan puasa dan lebaran. Ssehingga para peternak rame rame mengisi kandangnya secara bersamaan,” unagkap I Ketut Diarmita.

Pengisian kandang yang bisasannya 1-2 blok lantas naik 3-4 blok, Diarmita menjelaskan bagi saya itu normal saja karena ini akan memanfaatkan keuntunga di bulan puasa dan lebaran sehingga demannya meningkat karena setelah puasa dan lebaran mereka bisa saja akan turun lagi.

Diarmita menerangkan bahwa produksi daging ayam tahun 2018 adalah sebesar 3.565.495 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sebesar 3.047.676 ton, sehingga terjadi neraca surplus sebanyak 517.819 ton. Khusus untuk bulan puasa dan lebaran yang jatuh pada bulan Mei dan Juni 2018 diperoleh ketersediaan daging ayam sebanyak 626.085 ton dengan kebutuhan konsumsi sebanyak 535.159 ton, sehingga terjadi neraca surplus sebanyak 90.926 ton.

“Khusus untuk ketersediaan telur selama bulan puasa dan lebaran (Mei – Juni 2018) terdapat produksi sebesar 521.335 ton dan jumlah kebutuhan sebanyak 485.831 ton, sehingga ada kelebihan stok sebanyak 35.504 ton,” tutur Diarmita.

Sementara untuk produksi telur Diarmita menyebutkan ketersediaan telur ayam konsumsi untuk tahun 2018 terdapat produksi sebanyak 2.968.954 ton dengan jumlah kebutuhan konsumsi 2.766.760 ton, maka diperoleh kelebihan stok nasional sebanyak 202.195 ton.

Baca Juga  Rupiah Ditutup Menguat Rp 15.150 Per Dolar AS, Terbaik di Asia

Bahkan untuk awal bulan ini tertanggal 4 Mei 2018 lalu, Indonesia telah ekspor perdana DOC (Day Old Chicken) ke Timor Leste sebanyak 2.000 ekor yang mana permintaan ekspor untuk Timor Leste sebanyak 10.000 ekor EDC, dan bukan itu saja Indonesia juga sedang mempersiapkan untuk ekspor karkas daging ayam ke Timor Leste. (Red)

Naiknya Daging Ayam dan Telur Jelang Ramadhan Ulah Broker Nakal. | Kementan


Share