Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Nadiem Nyatakan Tak Ada Niat Hilangkan Jejak Sejarah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Nadiem Nyatakan Tak Ada Niat Hilangkan Jejak Sejarah

Muhamad Nurabain Kamis, 22 April 2021 | 03:49 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. ANTARA/Puspa Perwitasari
Photo Credit: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. ANTARA/Puspa Perwitasari
Bagikan

Telegraf – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan dirinya sama sekali tidak memiliki niat menghapus jejak sejarah terkait polemik Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang tak memuat nama tokoh pendiri NU, Hasyim Asy’ari.

Nadiem menyatakan, pihaknya berkomitmen memberi penghormatan terhadap nilai sejarah serta tokoh-tokoh perjuangan bangsa, termasuk perjuangan Hasyim Asy’ari.

“Kepada masyarakat Indonesia, saya ingin memastikan bahwa tidak ada niatan sama sekali menghilangkan jejak sejarah,” katanya dikutip dari akun Instagram miliknya, Kamis (22/04/2021).

Dia pun turut mengklarifikasi bahwa Kamus Sejarah Indonesia Jilid I mulai disusun dan terbit pada 2017, saat dirinya belum menjabat sebagai Mendikbud. Meski demikian, ia mengaku telah memerintahkan Direktur Jenderal Kebudayaan mengambil langkah cepat untuk mengoreksi kesalahan tersebut.

Selain itu, lanjut Nadiem, ia juga telah memerintahkan jajarannya untuk melanjutkan penyusunan kamus tersebut. Penyusunan ulang kamus akan dilakukan dengan lebih cermat, dan memperhatikan masukan pemangku kepentingan termasuk NU.

“Saya perintahkan langsung tim kemendikbud untuk melakukan penyempurnaan kamus yang sempat terhenti dilanjutkan dengan lebih cermat,” terangnya.

Nadiem berpendapat Hasyim Asy’ari adalah guru, kyai, yang patut menjadi panutan karena telah menorehkan sejarah panjang dalam mengembangkan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.

Oleh sebab itu, menurutnya, warga Indonesia perlu mengetahui tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun bangsanya.

“Saya mohon restu kamus sejarah yang belum pernah dimiliki negara ini dapat kita lanjut bersama agar nanti dapat memberikan manfaat untuk semua,” paparnya.

Kamus Sejarah Indonesia Jilid I menuai protes setelah diketahui tak memuat Hasyim Asy’ari. Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengakui ada kesalahan teknis dalam penyusunan kamus tersebut.

Menurutnya, buku itu naik ke proses desain dan tata letak meski diketahui penyusunan belum rampung. Pada 2019, Kamus Sejarah Indonesia Jilid I kemudian diunggah ke Situs Rumah Belajar Kemendikbud.

“Dan saya juga minta tadi untuk menurunkan semua buku terkait sejarah modern sampai ada review,” pungkasnya.


Photo Credit: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. ANTARA/Puspa Perwitasari

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Gebrakan Generasi Z dan Milenial: 54 Persen Kekuatan Pasar Modal Indonesia Kini di Tangan Anak Muda
Waktu Baca 3 Menit
Hacking Hackers
Komdigi dan DPR RI Kembali Perkuat Sistem Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit
Pemerintah Dorong Ruang Digital Aman Demi Cetak Generasi Emas 2045
Waktu Baca 2 Menit
Pentingnya Literasi Digital, DPR Bareng Komdigi Bahas Bahaya Judi Online
Waktu Baca 2 Menit
Diundang NASA ke Amerika Si Jenius Raya Pelajar Temanggung Makin Mendunia
Waktu Baca 4 Menit

Bung Karno dan Soerjo Projo: Menakar Nasib Bangsa di Era Prabowo

Waktu Baca 12 Menit

Diduga Ancam Warga Saat Urus Ijin Domisili WNA, Ketua RW di Cengkareng Timur Dipolisikan

Waktu Baca 4 Menit

Antara Resilience, IQ, dan Ajaran Tri Dharma di Tengah Persaingan Global

Waktu Baca 9 Menit

Gerindra Hanya Tegur Anggotanya Yang Kedapatan Merokok Saat Rapat Legislative

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Bareng DPR, Komdigi Perkuat Kolaborasi Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak

Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Tangkal Hoaks, Komdigi Gandeng DPR Gaungkan Penguatan Ideologi Pancasila

Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?