Connect with us

Musik

Ini Cara Erwin Gutawa Berinteraksi dengan Chrisye dalam Konser Chrisye live

Published

on

Photo Credit : Erwin Gutawa memegang mice dalam konfrensi pers Chrisye live Bye Erwin Gutawa di JCC, Selasa, (20/9)/Doc/telegraf.co.id

Telegraf – Bertepatan ulang tahun ke 30 Balai Sidang Jakarta Convention Centre (JCC), konser unik Chrsiye digelar. Konser yang akan diiringi composer ternama Indonesia Erwin Gutawa akan berlagsung pada tanggal 30 September mendatang.

“Konser Chrisye nanti bakal unik, uniknya “Chrisye” akan berinteraksi dengan saya dan teman teman secara live musiknya. Ini akan menjadi satu poin sehingga penonton akan bisa mendengar suara/lagu Chrisye yang enak banget,” ungkap Erwin di sela sela konfrensi pers Chrisye live Bye Erwin Gutawa di JCC, Selasa, (20/9).

Ia juga menjelaskan di konser nanti, penonton akan mendengar suara Chrisye yang sangat bagus berkat bantuan teknologi dengan tata visual serta cahaya.

“Sosok Chrisye akan di tampilkan di LED besar yang penonton akan mendapatkan sensasi menonton yang berbeda dari biasannya. Suara sosok Chrisye akan ada di layar live dan tata lighting akan membawa suasana setiap lagu Chrisye yang di tampilkan serta keserauan di venue akan terjadi seolah olah menonton konser biasa,” kata Erwin.

Untuk tata visual Taba Sachabakhtiar sebagai divisi Visual menjelaskan akan menghadirkan video Chrisye dari footage dari tahun 1994-2003. “Kumpulan footage ini yang akan kita kemas. Yang semoga mampu menghadirkan Chrisye di atas panggung,” urainya.

Dikesempatan yang sama Harry ‘Koko’ Santoso Pengamat Musik menjelaskan walaupun penyanyinya sudah tiada namun karyannya masih melekat di hati para mengemar almarhum, bahkan sampai sekarang pengemarnya tidak pernah berkurang tetapi justru malaah bertambah.

Baca Juga :   Suport Musisi Indonesia Untuk Bangkit Dari Pandemi GBN Gelar Bhinneka Culture Festival

“Chrisye memang sudah tiada namun karyanya masih di hati penggemar di hati. Tak hanya kita saja yang tau persis karya beliau, anak anak sekarang pun sangat senang dengan lagu lagu Chrisye. Terlebih Chrisye dan Erwin Gutawa ini sering menggunakan JCC sebagai tempat konser, jadilah peringatan ulangtahun JCC dirayakan dengan konser ‘Chrisye Live by Erwin Gutawa,” jelas Koko.

Dalam Chrisye live Bye Erwin Gutawa akan menyuguhkan beberapa penyanyi dan musisi berbakat antara lain Michael Jakarimilena, Cantika Abigail, yang akan membawakan lagu lagu Chrisye tentunya dengan opening performances Mia Ismi, Alien Child serta Putri Ariani.

Atti K.

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Musik

Suport Musisi Indonesia Untuk Bangkit Dari Pandemi GBN Gelar Bhinneka Culture Festival

Published

on

By

Photo Credit : Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Ketua Umum GBN Erros Djarot/Doc/Telegraf
Photo Credit : Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Ketua Umum GBN Erros Djarot/Doc/Telegraf

Telegraf – Dalam rangka berikan wadah bagi para musisi-musisi tanah air yang hampir 3 tahun tidak memiliki ruang untuk berkreasi sehingga mengakibatkan penghasilan menurun Gerakan Bhineka Nasional (GBN) gelar Bhinneka Culture Festival yang berlangsung pada tanggak 28 September hingga 1 Oktober 2022.

“Salah satu ekspresi budaya itu adalah seni, musisi musisi yang bukan dari label besar, hampir selama Covid -19 tidak punya ruang untuk berekspresi yang mengakibatkan pemasukan sangatlah drastis bahkan kurang dan sekarang Covid-19 sudah mulai menghilang untuk memulainya kita sediakan wadah untuk mereka mereka memulai berekspresi kembali,” kata Ketua Umum GBN Erros Djarot usai pembukaan Bhinneka Culture Festival di Jakarta, Rabu (29/09/2022).

Erros juga mengungkapkan selain selain festival musik indie terdapat pula, Pameran Lukisan, Lomba Kartun dan ditutup dengan pagelaran wayang semalam suntuk dengan lakon Petruk Gugat yang akan dibawakan oleh Ki Dalang Banyumasan A.Bimo Sotya

Hadir dalam pembukaan Bhinneka Culture Festival, Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, serta Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Photo Credit : Menteri koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD dan Ketua Umum GBN Erros Djarot/Doc/Telegraf

Mahfud MD mengapresiasi terhadap pagelaran Bhinneka Culture Festival “Saya apresiasi kepada Mas Eros yang telah menggagas kegiatan ini. Semoga pesan yang diangkat dalam kegiatan ini sampai kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Ia juga memberi pesan kepada para musisi di Indonesia mengutip dari syair Khalil Gibran yang dinyanyikan oleh Fairuz yang salah satu syairnya berbunyi, Berikan kepada saya sebuah seruling damai kita baernyanyi, kenapa kita harus bernyanyi, karean di dalam sebuah lagu itu ada kesan pesan jiwa dan irama lagu itu akan tetap ada meskipun yang menyanyikan sudah mati.

“Saya berpesan kepada para musisi karena didalam lagu itu ada pesan kehidupan maka ciptakanlah pesan pesan yg mengambarkan keluhuran budaya kita pesan pesan yang mengambarkan kebanggaan kita kepada tanah air,” ungkap Mahfud.

Sementara itu Bamsoet pangilan akrab Ketua MPR RI mengatakan karena majunya teknologi saat ini bisa sebagai ancaman tergerusnya nilai nilai budaya Indonesia

“Tantangan kita kedepan memang tidak ringan dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Ancaman pertama yang akan tergerus adalah nilai nilai budaya kita ke Indonesiaan kita sehingga, penting bagi kita untuk melakukan gerakan gerakan menjaga nilai nilai budaya kita seperti sekatrang ini,” kata Bamsoet.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Musik

“Menanti” untuk Aldiv dari Icha ex-Jikustik

Published

on

By

Photo Credit : Aldiv saat menyanyikan lagu ciptaan Icha ex-Jikustik/Doc/Ibonk

Telegraf – Lirik yang menceritakan kekuatan cinta dalam hubungan jarak jauh (long distance relationship/LDR), “Menanti” yang dinyanyikan apik oleh Aldiv seorang yang pernah menyabet 1st winner bigo live di tahun 2019, resmi di luncurkan.

“Menanti” ini ceritanya tentang pasangan yang harus terpisahkan oleh jarak karena salah satunya berada di tempat yang jauh (luar negeri), mereka saling merindu dan berharap bisa segera ketemu ,yaa.. ldr lah istilah keren-nya. Yang mana lagu ini memang nampak nya cocok sekali dengan karakteristik dari warna vocal Aldi,” tutur Aji Mohammad Mirza Ferdinand (Icha ex-Jikustik) Hakim dalam peluncuran single ke 3 Aldiv di bilangan SCBD, Jakarta.

Icha mengungkapkani ini benar benar rezeki yang tak terduga akhirnya lagu ciptaan saya ini menemukan juga penyanyinya sendiri,dan inilah yang di namakan seleksi alam dan takdir yang telah ALLAH SWT tetapkan.

Lagu Menanti menjadi single ke 3 Aldiv, ALDIV mengatakan bahwa proses pembuatan lagu “Menanti” ini menjadi salah satu pengalaman yang tak terlupakan. Kenapa? Karena lagu ini diciptakan langsung oleh mas Icha ex Jikustik yang kita sudah tau karyanya sampai sekarang masih dinikmati oleh masyarakat luas.

“Sampai saat ini, saya masih belum percaya bisa diberikan kepercayaan untuk membawakan lagu beliau. Mengingat dulu saya hanya bisa mendengar / menyanyikan lagu mas Icha, lalu sekarang saya mendapatkan kehormatan untuk bisa membawakan karya beliau untuk saya nyanyikan,” ungkapnya.

Baca Juga :   "Menanti" untuk Aldiv dari Icha ex-Jikustik

Di kemas sangat berbeda & menarik dengan hadirnya beberapa talen dari DUMECA Records, Nadila x JKT 48, yang berduet dengan ALDIV.

Icha menambahkan “Ya.., semoga pendengar suka dengan single ini dan selalu support music Indonesia…serta industri musik segera pulih 100% sehingga para musisi bisa total berkarya kembali”.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Musik

Konser Musik EDM Angkat Tema Budaya Nusantara “Patriot Of Culture”

Published

on


Telegraf – Industri kreatif di Indonesia semakin berkembang dengan timbulnya landasan pemikiran dan sumber informasi terbaru yang merupakan bagian dari konsumsi masyarakat, khususnya pada generasi Millenial dan Generasi Z. Dengan hadirnya teknologi saat ini sangat membantu dalam berbagai aktifitas seni untuk berkontribusi aktif memajukan ekonomi kreatif, khususnya pada seni pertunjukan.

PT. Nivaro Karya Indonesia sebagai penyelenggara akan menggelar konser musik EDM bertemakan budaya nusantara. Festival Musik ini tersebut dinamakan Patriot of Culture karena acara ini diselenggarakan di Kota Bekasi yang memiliki julukan Kota Patriot.

Adapun acara Patriot of Culture digelar dengan tujuan untuk membangun jiwa anak yang modern dan kreatif untuk merasa bangga dan mengeksplorasi kebudayaan dan tradisi.

Patriot of Culture akan menjadi festival musik electro/ EDM terbesar di Kota Bekasi yang akan menghadirkan DJ terkenal seperti Dj Yasmin, Dj P.Joana, Dj Rean dan masih banyak lagi.

Tak hanya konser musik EDM, Patriot of Culture juga akan menampilkan peragaan busana.

Konser ini akan digelar di Lapangan Bundaran Tarian Langit, Harapan Indah, Kota Bekasi.

POCFEST akan hadir pada jutaan pasang mata dan akan memiliki konsep panggung megah dan visualisasi yang memanjakan mata.

Bagi kalian yang ingin menyaksikan kemegahannya nanti, kalian bisa membeli tiket Presale yang masih terjual senilai Rp 200 ribu di tiket.pocfestival.com dan Loket.com atau untuk informasi lebih lanjut bisa ke instagram official POCFEST yaitu @patriotofculture.

Baca Juga :   Suport Musisi Indonesia Untuk Bangkit Dari Pandemi GBN Gelar Bhinneka Culture Festival

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Musik

Pecinta Chrisye Bisa Bersenang Hati, Konser Chrisye Live Akan Hadir di JCC Akhir September Mendatang

Published

on

By

Photo Credit : Pasha Chrisye menunjuk benner yang bertuliskan Christe live dengan foto ayahnya. FILE/Telegraf

Telegraf – Meski telah 15 tahun tiada, karya dan suara Chrisye tetap dihati penggemar musik Indonesia. Erwin Gutawa akan menghadirkan CHRISYE Live diakhir September ini (2022), dengan konsep yang berbeda.

“CHRISYE Live by ERWIN GUTAWA” adalah sebuah konser musik yang mempertemukan dua elemen penting dalam sebuah pertunjukan, yaitu lokasi atau venue acara yang elegan dan legendaris dengan konsep acara yang tidak biasa disatukan dalam sebuah kemasan acara yang sangat menarik,” ungkap Erwin Gutawa saat konfrensi pers di Jakarta, (06/09/2022).

Konser yang memadukan kemajuan tekhnologi visual multimedia yang menampilkan sosok Chrisye bernyanyi dalam sebuah layar multimedia yang nyata dan dapat terwujud dengan baik serta sempurna dengan diiringi oleh musik live.

Lanjutnya ia menjelaskan live ini adalah sebuah konsep yang sosok almarhum nanti ada dengan suarannnya, karena penyanyinnya sudah tidak ada jadi materinya yang kita terus memproses dan butuh penyesuaiaan. Pastinya nanti ada beberapa binta tamu yang akan menyanyikan lagunya.

“Konsep seperti ini belum ada yang melakukan di berbagai belahan dunia. Karena penyanyi yang sudah meninggal kita proses dan kita bawa dengan musik, jadi ini masih memungkinkan kemana mana. kalau nonton di TV dan nonton live rasannya dan mendengarkan suara almarhum tuh akan beda banget,” kata Erwin.

Dikesempatan yang sama Herry “Koko” Santoso salah satu pengamat musik Indonesia mengatakan, Chrisye adalah soosok yang sangat menginspirasi, penyanyi penyanyi sekarang, dan karena pengemarnya ini adalah dari segala kalangan saya sangat mengapresiasi Erwin yang mengangkat beliau kembali dalam CHRISYE Live, dan bebarengan dengan uang tahun Jakarta Convention Center (JCC).

“Jika kita bicara tentang lokasi, tempat atau sarana terbaik yang menjadi aset yang mendukung industri pertunjukan musik dan berbagai perhelatan acara eksebisi dan acara – acara lain berskala nasional plus internasional tentu kita tidak bisa melewatkan nama “Balai Sidang Jakarta Convention Center” begitu saja,” ungkap Koko.

Baca Juga :   "Menanti" untuk Aldiv dari Icha ex-Jikustik

Koko juga menjelaskan pada konser berdurasi 2 jam itu bakal menampilkan 2 konten dalam satu kemasan acara yaitu penampilan utama Erwin Gutawa dengan orkestranya yang akan menampilkan juga Michael Jakarimilena dan Cantika Abigail sebagai bintang tamu.

Lalu konten kedua atau sesi pembuka yang juga dikemas secara musikal dengan menampilkan beberapa penyanyi dan musisi berbakat seperti: Mia Ismi, Putri Ariani dan Alien Child yang akan tampil membawakan lagu – lagu dari Chrisye di sesi awal.

Untuk tiket penyelenggara CHRISYE Live by ERWIN GUTAWA akan menyediakan tiket untuk kapasitas 3200 penonton dengan pembagian kelas sebagai berikut: Kelas Festival dengan tiket seharga Rp. 550.000,- [kapasitas 2500 penonton] dan Kelas Tribun seharga Rp. 760.000,- [kapasitas 700 penonton]. Untuk pembelian tiket secara online bisa didapatkan melalui website: www.tiketnonton.com atau telp. 0812 90779070- 081290779080.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Musik

Mencintai Tanah Air Dengan Lagu “Song Of Deliverance” dari Tanah Air Project Band

Published

on

By

Photo Credit : Tanah Air Project Band/Doc/telegraf

Telegraf – Mencintai tanah air banyak dengan berbagai cara, Grup band yang menyebutnya Tanah Air Project menuangkan cintanya terhadap tanah air Indonesia dengan sebuah lantunan lantunan lagu yang mereka perdengarkan.

Song Of Deliverance adalah salah satu lagu yang ia dedikasikan kepada negerinya. Sebuah karya single kreatif yang sarat akan makna ajakan terhadap prilaku masyarakat pada masa ini, dimana pesan positif untuk membangun tanah kita dan menjadi tuan rumah atas kekayaan lokal kita menjadi bagian penting dari pesan lagu ini.

“Ide ini pemikiran bersama temen temen, butuh dua tahun untuk membuat ini, berawal tahun 2017 membuat sebuah konten dengan berfikiran sederhana, melalui hal hal positif dan terinspirasi dari berdirinya “Candi Borobudur”, warisan dunia yang di akui UNESCO keberadaan nya, dan dibangun pada sekitar kurang lebih abad ke 7 – 9 Masehi, tepatnya pada era kerajaan samaratungga dari dinasti Syailendra,” ungkap Ezekiel Rangga penulis lirik sekaligus Keyboard & Sequencer dalam band tersebut, di Jakarta, Sabtu (4/9).

Dikesempatan yang sama Gerard Laisina (Gitar) mengungkapkan bahwa mengingatkan sejarah melalui musik, dan berharap dengan lahirnya lagu lagu dari tanah Airr Project bisa mengingatkan kepada masyarakat sejarah Indonesia.

“Melalui musik kita bisa belajar sejarah.Karena kalau kita belajar kadang suka malas apalagi itu tentang sejarah. Tapi dengan sejarah kita coba presentasikan lewat musik, kita berharap bisa memberikan pengetahuan bagi para pendengar lagu kita tentang sejarah berdirinya nusantara ini selain ada unsur hiburannya,” kata Gerard.

Tanah Air Project beranggotakan : Vialinda (Vokal), Gerard Laisina (Gitar), Daniel Mantiri (Gitar), Ezekiel Rangga (Keyboard & Sequencer) dan Ardika Prayudha (Drum) dengan melahirkan karya sesuai dengan ideologi bermusik mereka yang mengacu pada cerita nusantara dan semangat kebangsaan.

Baca Juga :   "Menanti" untuk Aldiv dari Icha ex-Jikustik

Singgle yang melibatkan mantan bassist dari band legendaris rock Indonesia, Edane, yaitu Daeng Oktav. Bassist yang baru saja hengkang dari Edane tersebut mengisi seluruh part bass dari lagu ini, menjadikan warna lagu menjadi unik dan gahar. Selain itu point yang menarik dari single ini adalah video klip yang diproduksi dengan animasi yang sangat modern dan dinamis tanpa meninggalkan identitas genre music modern rock ala Tanah Air Project.

Penggabungan teknologi visual yg menarik, pembangunan asset – asset lingkungan dalam bentukan animasi, menjadikan cerita dan pesan yang ingin disampaikan menjadi lebih mudah dicerna, yaitu bagaimana kemudian Borobudur menjadi tempat pencerahan bagi manusia dan berdirinya sebuah pusat peradaban.

Dalam Video clipnya juga berkolaborasi dengan elemen tradisional garapan Avadana Dance Studio, sekelompok seniman muda berbakat dari sanggar tari dan musik tradisional di daerah Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, semakin memperjelas ideologi bermusik Tanah Air Project.

Tanah Air Project berharap melalui musik ini menjadi inspirasi yang baik bagi bangsa Indonesia.

Atti K.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close