Minyak Goreng Curah Tidak Lagi Boleh Beredar Dipasaran

"Minyak goreng curah tidak ada jaminan kesehatan sama sekali. Dia cukup banyak dicampur atau bahkan minyak goreng bekas itu dijual hanya diolah diputar saja beberapa kali dan itu menjadi Industri menurut kami dari sisi kesehatan itu berbahaya bagi masyarakat"

Minyak Goreng Curah Tidak Lagi Boleh Beredar Dipasaran

Telegraf, Jalarta – Terkait banyaknya minyak curah yang beredar dan ditengarai dari minyak yang sudah dipakai dan diolah kembali lalu dijual untuk umum pemerintah luncurkan wajib kemas minyak goreng.

“Minyak goreng curah tidak ada jaminan kesehatan sama sekali. Dia cukup banyak dicampur atau bahkan minyak goreng bekas itu dijual hanya diolah diputar saja beberapa kali dan itu menjadi Industri menurut kami dari sisi kesehatan itu berbahaya bagi masyarakat,” ungkap Enggartiasto Lukita Menteri Perdagangan usai meluncurkan wajib kemas minyak goreng, di Jakarta.

Enggar menjelaskan pada tanggal 1 Januari 2010 mendatang seluruh produsen wajib menjual atau memproduksi minyak goreng dalan kemasan yang harganya sudah di tentukan pemerintah yaitu Rp11.000 per liter.

“Dia (industri minyak Goreng/produsen) tidak lagi mensuplay minyak goreng curah kenapa karena yang pertama adalah alasan kesehatan, minyak goreng curah tidak ada jaminan kesehatan sama sekali,” tuturnya.

Enggar kembali mengatakan selain bahaya untuk kesehatan juga harga diatas harga minyak goreng kemasan dengan alasan teraebut seluruh penjualan minyak goreng harus mengunakan kemasan.

Lanjut Enggar Pindad telah membuat alat untuk menjual minyak goreng seperti alat penjual BBM, produsen membawa wadah dan bayar, lalu minyak bisa diambil dri alat yang diproduksi oleh Pindad.

“Minyak goreng curah yang sementara ini ada di pasar-pasar justru harus sudah tidak lagi dan jangan lagi ada peredaran minyak goreng curah,” kata Enggar. (Red)


Credit photo : Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita Usai peluncuran wajib kemas minyak goreng, di Jakarta, Minggu (6/1)/TELEGRAF


Bagikan Artikel



Komentar Anda