Minim Sosialisasi, Sistem PPDB Online di Tangerang Masih Carut-Marut

Minim Sosialisasi, Sistem PPDB Online di Tangerang Masih Carut-Marut

“Data kami saat ini baru tercatat 77 calon peserta didik, dan kuota yang tersedia adalah 6 lokal silakan datanya mas bisa lihat dipapan pengumunan, hal ini kami lakukan setelah adanya surat edaran dari dinas pendidkkan provinsi setelah informasi sistem online sulit di akses."

Minim Sosialisasi, Sistem PPDB Online di Tangerang Masih Carut-Marut


Telegraf, Tangerang – Banyak masyarakat masih mengeluhkan sistem online yang sulit diakses bagi peserta didik baru di sekolah tingkat SMU/SMK, bahkan sistem penerimaan pun menjadi carut – marut, akibatnya pun beberapa sekolah ditemukan melakukan cara yang berbeda untuk melayani permintaan PPDB yang membludak di tiap sekolah tingkat SMU dan SMK.

Seperti disampaikan oleh Tomi Chandra, panitia PPDB SMA 11 Rawa Lele Jombang, menurutnya memang saat ini sistem online dikeluhkan oleh banyak orang tua murid dan repotnya pihak sekolah pun belum tahu sampai kapan sistem online tersebut  tidak bisa diakses.

“Saat ini kami tampung semua, nanti pun akan tervalidasi yang penting persyaratan sudah dipenuhi oleh para   peserta  PPDB,” ujarnya (08/06/2017).

“Data kami saat ini baru tercatat 77 calon peserta didik, dan kuota yang tersedia adalah 6 lokal silakan datanya mas bisa lihat dipapan pengumunan, hal ini kami lakukan setelah adanya surat edaran dari dinas pendidkkan provinsi setelah informasi sistem online sulit di akses.” Tegasnya.

Pemandangan yang berbeda juga ditemuikan di SMU 6 Pamulang, pihak panitia menolak jika para peserta didik baru tidak menyertakan formulir yang sudah di akses melalui laman http://www.dindik.bantenprov.go.id.

“Dicoba lagi saja terus ya pak, nanti malam dicoba, dan jangan kuatir kita tutup sampai tanggal 14 juni,” ujar Fina salah satu guru panitia.

“Jika memang tak bisa juga secara online, besok pagi-pagi sekali silakan lengkapi berkas data peserta didiknya dan daftarkan kepada panitia.” Tukasnya, menjawab kegelisahan dari para orangtua peserta didik baru.

Sementara itu pegiat sosial pendidikan kota Tangsel, Danil, menyatakan keprihatinannya terhadap kurang siapnya Tangsel melakukan sistem online dikarenakan sangat carut marut akibat minimnya sosialisasi. (Red)

Photo Credit : Ilustrasi PPDB


KBI Telegraf

close