Menteri LHK: Perlunya Dukungan Media Dalam Penegakan Hukum LHK

"Tekanan pemberitaan kadang bahkan cercaan atau cacian, kita jadikan pemicu untuk semakin giat menyelesaikan permasalahan-permasalahan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan," imbuh Menteri Siti.

Menteri LHK: Perlunya Dukungan Media Dalam Penegakan Hukum LHK

Telegraf, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengapresiasi kinerja jurnalistik para jurnalis Media massa yang telah menjadi salah satu bagian penting yang mendukung kerja penegakkan hukum di lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi Menteri LHK memberikan penghargaan kepada Media dan jurnalis yang dinilai terproduktif dalam memberitakan prestasi maupun mengontrol kinerja penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Di samping memberikan penghargaan atas dukungan pihak Kepolisian, Kejaksaan, KPK dan PPATK serta para ahli, Kami merasa perlu memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh media massa yang telah membantu Kami dalam meningkatkan efektifitas penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan, juga para profesional lainnya seperti aktivis, hingga kepada para artis,” ungkap Menteri Siti saat memberikan sambutan penutupan Festival Gakkum 2019 yang diselenggarakan di Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Pada kesempatan tersebut, Menteri LHK Siti Nurbaya pun menjelaskan bahwa kondisi lingkungan hidup dan kehutanan kita saat ini membutuhkan banyak perbaikan, namun waktu yang tersedia tidaklah banyak lagi. Diibaratkan oleh Menteri Siti jika ada waktu 30 hari, maka kita sudah sampai di dhari ke 29, sehingga hanya tersisa 1 hari lagi untuk memperbaiki. Namun semua masih mungkin berubah dengan kerja bersama semua pihak termasuk media massa untuk mewujudkan lingkungan hidup yang lebih baik yang akan bermuara pada terwujudnya kesejahteraan rakyat.

Menteri LHK meminta kerja jurnalistik dari media massa terkait isu penegakkan hukum lingkungan hidup dan kehutanan terus diperkuat. Pemberitaan oleh media massa akan menjadi pemacu kerja KLHK dalam penegakan hukum lingkungan hidup dan lebih baik lagi. Bagaimanapun publik masih terus mengharapkan aktualisasi kerja KLHK pada pemberantasan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan.

“Tekanan pemberitaan kadang bahkan cercaan atau cacian, kita jadikan pemicu untuk semakin giat menyelesaikan permasalahan-permasalahan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan,” imbuh Menteri Siti.

Pada Festival Gakkum 2019 yang mengambil tema “Hentikan Kejahatan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Untuk Kesejahteraan Rakyat”. Penghargaan kepada jurnalis dan media massa diberikan kepada: (1) Kategori media massa cetak nasional terproduktif : Harian Kompas, (2) Kategori media massa cetak daerah terproduktif: Harian Suara NTB, (3) Kategori media massa Online terproduktif: mediaindonesia.com, (4) Jurnalis media cetak terproduktif: Ichwan Susanto (Kompas), (5) Jurnalis media online terproduktif: Dhika Kusuma Winata (Media Indonesia).

Baca Juga  Layanan Data di Wilayah Papua di Blokir Sampai Situasi Kondusif

Pada kesempatan tersebut Menteri Siti juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada unsur internal penegakkan hukum lingkungan hidup dan kehutanan di KLHK.

“Saya sampaikan terima kasih juga pada jajaran penegakan hukum di internal KLHK seperti Polhut, SPORC, PPNS, PPLH dan yang digaris belakangannya yaitu dibidang administrasi seperti di sekretariat direktorat jenderalnya,” pungkas Menteri Siti.

Pada laporan penyelenggaraan Festival Gakkum, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum), Rasio Ridho Sani juga sempat menyatakan bahwa dalam mendukung penanggulangan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan, peran media adalah sebagai:  1. Media Exposure (Diseminasi Informasi dan Kinerja Gakkum KLHK), 2. Kontrol Kinerja Gakkum, 3. Saluran Pengaduan Masyarakat, 4. Pemberian Masukan Kebijakan serta Data & Informasi, 5. Influencer untuk Penguatan Dukungan/Opini Publik, 6. Amicus Curiae.

Acara Festival Gakkum tahun 2019 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Iwan Fals yang menyanyikan lagu-lagu terkait lingkungan hidup dan kehutanan untuk memberikan dorongan motivasi kepada pada Polhut, SPORC, PPNS, PPLH yang bekerja di lapangan agar semakin baik bekerja menanggulangi kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan.

Acara penutupan ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal KLHK, Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Direktur Jenderal PSKL, Wakil Pemred Kompas, Pimpinan Umum Harian Suara NTB, Jajaran Pimpinan Tinggi Pratama KLHK, Polhut, SPORC, PPNS dan PPLH dari seluruh Indonesia. (red)


photo credit : Menteri LHK Siti Nurbaya bersama Sekjen LHK Bambang Hendroyono dan Dirjen Penegakan Hukum LHK Rasio Ridho Sani serta penyanyi Iwan Fals dalam pencanangan Festival Gakkum 2019 Juli 2019 (KLHK) / Ist


 



Komentar Anda