Menristekdikti : Tanpa Standarisasi Produk Tak Mampu Bersaing

"Semua produk baik berupa barang dan jasa harus dilakukan namanya akresitasi, supaya apa? produk itu mampu bersaing. Kalau kita tidak ada akreditasi dan standarisasi tidak ada pengakuan barang tersebut apakah baik atau tidak. Bisa dikatakan baik jika ada pengakuan oranglain pengakuannya siapa? yah suatu lembaga"

Menristekdikti : Tanpa Standarisasi Produk Tak Mampu Bersaing

Telegraf,Jakarta – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan bahwa produk atau jasa yang tidak standarisasi dipastikan tidak mampu bersaing di pasaran. Usai membuka Peringatan Hari Akreditasi Dunia 2019 di Jakarta.

“Semua produk baik berupa barang dan jasa harus dilakukan namanya akresitasi, supaya apa? produk itu mampu bersaing. Kalau kita tidak ada akreditasi dan standarisasi tidak ada pengakuan barang tersebut apakah baik atau tidak. Bisa dikatakan baik jika ada pengakuan orang lain , dan pengakuannya siapa? yah suatu lembaga,” tuturnya Selasa, (25/6).

Nasir mengatakan standarisasi dan akreditaai merupakan jaminan kualitas pada suatu barang atau jasa. Untuk menyakinkan kepada customer bahwa produk atau jasa yang digunakan memiliki kualitas yang baik dan terjamin.

“Kalau produk itu tidak mampu/tidak mengadakan standarisasi maka tidak mampu bersaing itu pasti. Kalau tidak mampu bersaing, pasti produk itu akan ditinggalkan oleh customer,” kata Nasir.

Delapan puluh persen perdagangan melibatkan elemen pengujian, kalibrasi, inspeksi dan kegiatan sertifikasi, yang secara kolektif dikenal sebagai penilaian kesesuaian. Salah satu contohnya adalah perdagangan produk-produk halal. Dibutuhkan jaminan yang kredibel untuk memastikan kompetensi lembaga penilaian kesesuaian dalam melakukan pengujian, kalibrasi, serta sertifikasi halal. ungkap Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang juga Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN), Bambang Prasetya

“Saat ini lembaga sertifikat halal yang ada di Indonesia sudah terakreditasi KAN. Setelah adanya saling pengakuan, kini kegiatan ekspor ke Uni Emirat Arab dalam konteks pengakuan sertifikat halal sangat lancar,” terang Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang juga Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN), Bambang Prasetya.

Perlu diketahui bahwa perdagangan ekspor Indonesia ke Uni Emirat Arab sempat terkendala karena belum ada pengakuan akreditasi dari sertifikat halal yang diterbitkan terhadap produk Indonesia yang diekspor kesana. (Red)


Credit Photo : Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir didampingi Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang juga Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN), Bambang Prasetya usai membuka peringatan Hari Akreditasi Dunia 2019 di Jakarya/telegraf


 

Bagikan Artikel



Komentar Anda