Menpora Ajak Kementerian Lain Untuk Ikut Gelorakan Olahraga

Menpora Ajak Kementerian Lain Untuk Ikut Gelorakan Olahraga

"Saya mendukung gagasan dan rencana besar Bu Yuni, memang setiap gerakan menggelorakan olahraga termasuk slogan Ayo Olahraga yang sudah ada dan bagaimana meningkatkan peran serta seluruh stakeholder dan dunia usaha perlu payung hukum,"

Menpora Ajak Kementerian Lain Untuk Ikut Gelorakan Olahraga


Telegraf, Jakarta – Menpora Imam Nahrawi menjadi Mentor pada Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan yang diikuti Staf Ahli Menpora Bidang Politik Yuni Poerwanti sebagai peserta NDH-10 dari 28 peserta, di Graha Wisesa Lantai 3 Pusdiklat Aparatur Nasional, LAN RI, Jalan Administrasi II, Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu (22/03/2017).

Seminar Rancangan Proyek Perubahan Kebijakan di Kementerian Pemuda dan Olahraga  yang dipaparkan Yuni Poerwanti mengangkat tema “Gerakan Keluarga Berolahraga (Gelora) Membangun Bangsa”.

Menpora mendukung rencana dan gagasan besar bahwa menggelorakan olahraga tidak hanya pada tataran pemasyarakatan tetapi diperlukan payung hukum yang menaungi. Seperti pada tahun 2017 gerakan massal olahraga sudah dilakukan seperti adanya program Galadesa, Gowes Nusantara, dan Liga Pelajar, pasti disitu banyak dukungan keluarga dan masyarakat banyak terlibat namun memang belum ada peraturan khusus yang makin mengikat untuk adanya gerakan bersama seluruh stakeholder apalagi untuk meningkatkan peran serta swasta.

Slogan “Ayo Olahraga” sudah ada dan digaungkan tetapi masih perlu dukungan untuk implementasinya.

“Saya mendukung gagasan dan rencana besar Bu Yuni, memang setiap gerakan menggelorakan olahraga termasuk slogan Ayo Olahraga yang sudah ada dan bagaimana meningkatkan peran serta seluruh stakeholder dan dunia usaha perlu payung hukum,” kata Menpora.

Perlu sinergitas dari seluruh Kementerian dan Lembaga, seperti dengan Kemenristek Dikti, Kemenaker, dan Kemendagri, agar kebijakan Gerakan Keluarga Berolahraga (Gelora) dapat menyebar keseluruh lapisan masyarakat.

“Selain yang sudah dipaparkan, perlu sinergi juga dengan Kemenristek Dikti, Kemenaker, Kemendagri agar kebijakan Gelora dapat cepat menyebar keseluruh masyarakat. Alhamdulillah dengan Kemendes PDTT sudah ada MoU bahwa program lapangan desa nantinya akan ditopang dari dana desa,” tutup Menpora dalam tanggapannya sebagai Mentor.

Sementara Deputi Bidang Diklat Aparatur LAN RI sebagai narasumber mengapresiasi atas gagasan inovatifnya dan sebagai sebuah naskah akademis maka dari judul perlu penekanan masalah sinergitas. “Saya mengapresiasi atas gagasan inovatifnya, sebagai sebuah naskah akademis perlu penekanan pada aspek sinergitas, silakan didiskusikan, paling tidak bisa berjudul Sinegitas Dalam Gelora,” komentarnya.

Dalam paparannya Yuni Poerwanti menyampaikan gagasan besar dengan melihat kondisi awal belum optimalnya olahraga menyentuh masyarakat unit terkecil khususnya keluarga dan masih rendahnya kebugaran jasmani masyarakat, maka perlu sinergi seluruh stakeholder serta keterlibatan seluruh Kementerian/Lembaga dan swasta.

Untuk memacu olahraga secara massal dimasyarakat perlu payung hukum berupa Peraturan Menteri. “Mohon dukungan Pak Menpora serta seluruh Deputi dan Unit terkait di Kemenpora agar gagasan besar langkah perubahan ini dapat terwujud,” ucapnya dalam akhir paparan.

Gagasan langkah perubahan ini diberi waktu empat bulan untuk dapat diwujudkan sebagai upaya ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui instrumen pembangunan nasional dibidang olahraga dan mendukung program pemerintah “Indonesia Sehat dan Produktif”. Diklatpim Tingkat I Angkatan XXXV ini diikuti 28 peserta dari berbagai Kementerian dan Lembaga serta Pemerintah Daerah. (Red)

Photo Credit : Kemenpora


KBI Telegraf

close