Menjamin Kesehatan Masyarakat dan Hewan ACCAHZ Kembali Di Gelar

“Kesepakatan ASEAN melalui ACCAHZ bertujuan meningkatkan kerjasama teknis dan perdagangan yang saling menguntungkan dengan komitmen dan perencanaan serta implementasi yang baik”

Menjamin Kesehatan Masyarakat dan Hewan ACCAHZ Kembali Di Gelar


Telegraf, Yogyakarta – Dalam rangka melayani dan melindungi kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan, Indonesia andil dalam pertemuan ASEAN Coordinating Center for Animal Health and Zoonosis (ACCAHZ) Preparatory Committee ke-14 yang dihadiri oleh seluruh perwakilan negara anggota ASEAN.

Bukan saja melindungi masyarakat dan kesehatan hewan saja melainkan juga memastikan kecepatan respon kejadian terkait kasus penyakit hewan dan zoonosis, khususnya penyakit hewan lintas batas (tranboundary animal diseases/TADs) di wilayah regional ASEAN.
Hal itu di ungkapkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, I Ketut Diarmita, dalam siaran pers yang di terima di meja redaksi telegraf.co.id.

“Kesepakatan ASEAN melalui ACCAHZ bertujuan meningkatkan kerjasama teknis dan perdagangan yang saling menguntungkan dengan komitmen dan perencanaan serta implementasi yang baik,” ungkapnya Rabu (27/6/18).

Pembentukan ACCAHZ telah diinisiasi sejak tahun 2012, dan perjanjian kerjasama ACCAHZ telah ditandatangani oleh seluruh Menteri Pertanian negara-negara anggota ASEAN pada pertemuan ASEAN Ministry of Agriculture and Forestry (AMAF) ke-38 di Singapura pada tanggal 7 Oktober 2017 lalu. Menindaklanjuti penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut, maka diperlukan pengaturan lebih lanjut terkait hal-hal teknis seperti pengaturan prosedur (Rule of Procedures/ROP), perjanjian Host Country, deposit anggaran, pengaturan keuangan serta pengaturan Governing Board sebagai pengambil keputusan dalam kerangka ACCAHZ.

“Keberadaan ACCAHZ di wilayah regional ASEAN akan memberikan jaminan terhadap keterbukaan informasi munculnya penyebaran TADs terutama yang bersifat zoonosis, sehingga langkah-langkah strategis dapat segera dilakukan dalam mengantisipasi penyebaran penyakit hewan yang mengancam kesehatan masyarakat, keamanan dan ketahanan pangan, serta pembangunan sektor peternakan yang berkelanjutan untuk mendukung ekspor hewan dan produk hewan ke pasar internasional,” tutur Diarmita.

Untuk di ketahui tuan rumah dalam pertemuan ASEAN Coordinating Center for Animal Health and Zoonosis (ACCAHZ) Preparatory Committee ke-14 adalah Indonesia, selama 3 hari yang di langsungkan di Yogyakarta.

Baca Juga  International Islamic Expo Dari BNI Syariah Untuk Masyarakat Indonesia

Dalam pertemuan tersebut sebagai tuan rumah Indonesia mempromosikan ekspor hewan dan producknya dimana mengekspor produk unggas olahan, telur tetas dan DOC, serta obat hewan ke negara ASEAN.

“Dan besok (28/06/2018) akan dilakukan pelepasan ekspor kambing sebanyak 2.100 ekor ke Malaysia sebagai awal pengiriman yang akan berkelanjutan,” kata Diarmita.

Lebih lanjut Indonesia secara konsisten memberikan informasi terkait jaminan keamanan dan kesehatan hewan, serta produknya yang akan di ekspor guna menembus dan memperlancar hambatan/barier lalulintas perdagangan. (Red)


Credit Photo : Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, I Ketut Diarmita, tenga berbaju batik biru/Istimewa


Share