Mengulas Sosok Pendiri Jaringan Ritel Matahari, Hari Darmawan

Mengulas Sosok Pendiri Jaringan Ritel Matahari, Hari Darmawan

"Beliau pejuang dan sangat mengasihi bangsa Indonesia. Selalu memikirkan orang lain. Kita sangat kehilangan,"

Mengulas Sosok Pendiri Jaringan Ritel Matahari, Hari Darmawan


Telegraf, Jakarta – Kabar duka datang menyelimuti dunia usaha Indonesia, dialah Hari Darmawan, pendiri jaringan ritel Matahari Department Store yang ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Ciliwung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (10/03/18) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Jasadnya tersangkut batu kali, sekitar 100 meter dari vila pribadinya di kawasan Jalan Hankam Wira Lokatama, Cisarua, Bogor, saat ditemukan tim pencari (SAR) dan kepolisian yang memang sudah mencari Hari sejak dinyatakan menghilang pada Jumat (9/3/2018) sekitar pukul 21.30 WIB.

Penyebab kematian Hari masih belum jelas. Humas Taman Wisata Matahari, Teja Purwadi, hanya membenarkan kabar duka tersebut tanpa bisa menyebut lebih jauh perihal penyebab pengusaha senior yang juga pendiri Taman Wisata Matahari itu.

Hasil gambar untuk hari darmawan matahari

“Soal yang lain saya belum bisa jawab, yang jelas kabar itu benar,” kata Teja.

Informasi penyebab kematian Hari juga tak bisa diungkapkan Kapolsek Cisarua, Komisaris Ijang Yusuf Taojiri. Pihaknya mengaku masih menunggu komando lebih lanjut dari Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky.

Nama Hari Darmawan mungkin tidak setenar James Riady atau pengusaha sekelas lainnya. Namun, jaringan yang dibangun Hari, berhasil menembus banyak konsumen di penjuru Tanah Air.

Matahari Department Store adalah pelopor pusat perbelanjaan mode pertama di Indonesia. Sejak dibuka pada 1972, jaringan Matahari sudah tersebar di 73 kota di seluruh Indonesia dengan total mencapai 156 gerai.

Hari adalah orang di balik kesuksesan Matahari itu. Bakat usahanya menurun dari sang ayah, Tan A Siong, yang merupakan pengusaha asal Makassar.

Jejak kesuksesan sang ayah tak semujur Hari. Di usia Hari ke-10, bisnis ayahnya bangkrut. Namun, kegagalan sang ayah menjadi pelajaran bagi Hari untuk menjadi anak yang pantang menyerah dan ingin selalu menjadi pemenang.

Mengutip buku Leo Suryadinata “Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches (4th edition)“, usai tamat dari sekolah menengah atas (SMA), pria kelahiran Makassar, 27 Mei 1940, ini memutuskan untuk mengadu nasib di Jakarta.

Di situlah ia bertemu dengan belahan jiwanya, Anna Janti, putri dari pemilik toko serba ada “Mickey Mouse” yang berlokasi di Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Hari berhasil menunjukkan bakat bisnisnya setelah mengakuisisi toko sang ayah mertuanya. Tokonya laris keras. Hanya ada satu pesaingnya saat itu, Toko The Zon (diambil dari bahasa Belanda yang berarti Matahari).

Nasib mujur rupanya masih menggelayutinya. Pemilik The Zon tersandung masalah ekonomi. Hari pun berhasil mengambil alih kepemilikan toko tersebut.

Sejak itu, hari menggabungkan toko milik ayah mertuanya dan pesaingnya itu. Ia namakan usaha barunya “Matahari”, dengan lokasi gerai pertamanya adalah gedung dua lantai seluas 150 meter persegi di Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Bisnisnya menggila. Hari semakin berambisius melebarkan jaringnya. Demi ambisinya itu, pada tahun 1989 Hari membawa Matahari Department Store melantai di pasar modal dengan kode emiten “LPPF”.

Saat itu total saham yang dilepas ke publik sebanyak 2,14 juta lembar dengan harga per lembarnya Rp7.900. Dana yang dihimpun berhasil mencapai Rp16,91 miliar.

Pesatnya bisnis Matahari Department Store ternyata tak mampu melawan dahsyatnya krisis moneter pada 1997. Hari menanggung beban kerugian yang sangat besar saat itu.

Tak sanggup bertahan, Hari akhirnya melepas sebagian besar saham Matahari Department Store kepada James Riady, konglomerat Lippo Group.

Setelah melepas Matahari, Hari kemudian membangun ulang bisnisnya melalui Pasar Swalayan Hari-Hari.

Kegigihannya membangun usaha itulah yang membuat Hari menjadi pengusaha senior yang sangat dihormati.

Wakil Ketua Aprindo, Tutum Rahanta mengatakan, Hari adalah sosok yang tetap semangat memajukan ritel Indonesia meski usianya tak lagi belia.

Hari juga bukan sosok yang pelit membagi ilmunya, meski kepada pesaingnya sendiri. “Tak mau menang sendiri,” tutur Tutum.

Tak ayal, kabar kematian Hari menjadi duka dalam bagai Tutum dan rekan pengusaha di Aprindo. “Kami sangat bersedih dan kehilangan,” tukasnya.

Kesan serupa juga disampaikan pendiri Lippo Group, Mochtar Riady. Baginya, Hari adalah sahabat lama keluarga Lippo.

“Beliau pejuang dan sangat mengasihi bangsa Indonesia. Selalu memikirkan orang lain. Kita sangat kehilangan,” kata Mochtar.

Hasil gambar untuk hari darmawan matahari

Hari Dimata Para Karyawannya

Store Manajer Duta Plaza Matahari Denpasar, Bali, Kadek Suwardana menuturkan tentang sosok pendiri Matahari Departement Store itu, Hari Darmawan. Pria 77 tahun yang tewas di Sungai Ciliwung, Puncak, Bogor pada Sabtu (10/03/18) ini selalu menganggap semua karyawannya di Pulau Dewata seperti keluarga sendiri.

“Beliau tidak pernah menganggap karyawannya sebagai pegawai semata, namun Bapak Hari Darmawan justru lebih dari itu, karena beliau bisa mengayomi karyawannya dan membimbing kami seperti keluarganya sendiri,” ujar Kadek Suwardana saat ditemui di Rumah Duka Kertha Semadi, Denpasar, Sabtu malam (11/03/18).

Dia menuturkan, sosok Hari Darmawan memiliki semangat kerja keras tinggi dan memberikan motivasi kepada karyawan untuk membangun perusahaan lebih baik.

“Kami sangat berduka atas kepergian beliau dan merasa kehilangan beliau, karena beliau tidak ada jarak antara karyawan,” ujar pria yang telah bekerja di Matahari sejak tahun 1996 ini.

Kadek juga menilai kepribadian almarhum tidak pernah marah dengan karyawannya. Namun justru memberikan spirit membangun agar bekerja lebih profesional. “Beliau bisa memberikan kritikan yang membangun kepada karyawannya,” ujarnya.

Jumlah karyawan di Duta Plasa Matahari, Jalan Dewi Sartika, Denpasar ada  sebanyak 700 orang. Disarikan dari berbagai sumber. (Red)


Photo Credit : Hari Darmawan, sosok pendiri salah satu ritel terbesar di Indonesia, Matahari Department Store sebagai sosok pengusaha yang gigih dibalik kesuksesan bisnisnya. | File/Dok/Ist. Photo

KBI Telegraf

close