Mendag Pastikan Stok Lebaran Tahun Ini Aman

"Untuk lebaran tahun ini kita siapkan stok dari sekarang untuk pengendalian harga itu sendiri. Dengan system resi gudang dan pasar lelang komoditi."

Mendag Pastikan Stok Lebaran Tahun Ini Aman


Telegraf, Jakarta – Menteri perdagangan Enggartiasto Lukita meyakinkan stok untuk lebaran tahun 2017 aman, persiapan sudah dilakukan sejak sekarang. “Untuk lebaran tahun ini kita siapkan stok dari sekarang untuk pengendalian harga itu sendiri. Dengan system resi gudang dan pasar lelang komoditi.”  hal ini di sampaikan Mendag saat media briefing awal tahun di Kantornya jln Ridwan Rais Jakarta pusat.

Kebutuhan bahan pokok yang biasanya menjelang lebaran meningkat  dan harga juga mengikuti akan merangkak naik, ini akan dipastikan tidak akan terjadi karena stock akan disediakan jauh jauh hari, kemendag juga menghimbau kepada distributor dan pelaku pasat tidak bermai n main dengan harga.

Enggar menjelaskan  kemendag sudah sepakat dengan pelaku pasar di pasar cipinang boleh melakukan stock tetapi tidak menimbun, tak hanya itu gudang gudang merekapun sudah tercatat di kemendag. Hal ini untuk menghindari penimbunan yang dilakukan pelaku pasar.

Untuk kebutuhan daging dan pengendalian harga daging Enggar juga mengatakan akan mengusahakan harga daging dibawah harga ditahun 2016 yaitu untuk gadging segar dibawah 110 ribu dan untuk daging beku tidak lebh dari 80 ribu.

Untuk tahun 2017 mendag masih akan konsentrasi pada pasar tradisional, karena menurutnya dari pasar tradisionallah peningkatan pasar akan memberi dapak pada penjualan yang terjadi. Ini terbukti bahwa peningkatan pasar yang sudah di renovasi bias mencapai 100% lebih, karena kemudahan orang untuk berbelanja, Enggar menjelaskan.

Himbauan presiden meningkatkan anggaran untuk rehabilisasi pasar di seluruh Indonesia, kemendag akan menyiapkan angarat tersebut hingga 2018. Sekitar 3 sampai 5 kali lipat jumlahnya. Tidak hanya rehabilisasi saja dari kemndag juga menyampaikan dengan tegas SOP bagaimana mengelola pasar dan mengadakan pengelolaan pusdiklat. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


KBI Telegraf

close