Mendag: Harga Bapok Terkendali Selama Puasa dan Lebaran 2018

“Untuk mengatasi kenaikan harga daging ayam, Kemendag telah mengeluarkan kebijakan harga khusus, baik di pasar rakyat maupun toko swalayan yang bervariasi untuk setiap wilayah. Sementara untuk daging sapi segar, kenaikan harganya hanya bersifat sementara dan diperkirakan akan kembali normal pasca-Lebaran,”

Mendag: Harga Bapok Terkendali Selama Puasa dan Lebaran 2018

Telegraf, Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, menegaskan, harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) terkendali selama puasa dan Lebaran 2018.

Pernyataan ini disampaikan berdasarkan hasil pantauan langsung yang dilakukan Mendag di beberapa pasar rakyat di Bandung, Denpasar, Banyuwangi, Surabaya, Kupang, Cirebon, Palangkaraya, Palu, Kendari, dan Makassar.

Selain itu, berdasarkan hasil pantauan langsung yang dilakukan seluruh jajaran Eselon I Kemendag beserta tim di 205 pasar rakyat yang tersebar di 82 kabupaten/kota pada 34 provinsi. Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan sejak H-18 hingga H-1 Lebaran 2018 atau 28 Mei – 14 Juni 2018.

“Pada periode puasa-Lebaran 2018, secara keseluruhan semua bapok tersedia. Semua harga terkendali dan tidak ada lonjakan yang berarti, kecuali daging ayam akibat berkurangnya pasokan dan daging sapi yang sempat naik akibat peningkatan permintaan yang sangat signifikan terutama pada H-2 dan H-1 Lebaran,” ungkap Enggar dalam keterangan resminya yang diterima redaksi (22/06/18).

Terkait harga daging ayam yang masih relatif tinggi, pemerintah telah melakukan berbagai upaya stabilisasi harga antara lain melalui penerbitan Permendag Nomor 62 tahun 2018 tentang Penetapan Harga Khusus Daging Ayam Ras.

“Untuk mengatasi kenaikan harga daging ayam, Kemendag telah mengeluarkan kebijakan harga khusus, baik di pasar rakyat maupun toko swalayan yang bervariasi untuk setiap wilayah. Sementara untuk daging sapi segar, kenaikan harganya hanya bersifat sementara dan diperkirakan akan kembali normal pasca-Lebaran,” ungkapnya.

Sementara itu, kenaikan harga daging sapi segar sifatnya hanya sementara dan harga akan kembali ke tingkat normal pasca-Lebaran. Kemendag akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara intensif terkait dengan hal ini.

Atas stabilnya harga dan ketersediaan bapok pada puasa-Lebaran 2018, Mendag Enggar menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan terkait atas sinergi dan kerja sama yang baik khususnya pada beberapa bulan terakhir dalam mengantisipasi potensi naiknya permintaan saat puasa dan Lebaran 2018.

“Kami mengapresiasi langkah upaya dan sinergi kerja sama pihak-pihak terkait sehingga harga dan ketersediaan bapok pada puasa-Lebaran tahun ini kembali dapat dikendalikan dan dijaga stabilitasnya, baik oleh Pemerintah Daerah, Kementan, Bulog, Satgas Pangan, Bank Indonesia, serta para pelaku usaha. Sinergi yang baik ini tidak akan berhenti pada Lebaran tahun ini saja. Pemerintah juga berkomitmen menjaga stabilitas harga hingga tahun depan sesuai amanat Presiden Joko Widodo,” ungkapnya.

Baca Juga  International Islamic Expo Dari BNI Syariah Untuk Masyarakat Indonesia

Harga rata-rata bapok secara nasional pada H+5 dibandingkan H-3 Lebaran hasil pantauan Tim Kemendag di 205 pasar relatif stabil, antara lain beras premium Rp9.000–12.300/kg; beras medium Rp8.500–Rp10.500/kg; gula pasir Rp10.000–Rp12.200/kg; minyak goreng curah Rp8.800–Rp11.250/liter; telur ayam Rp17.000–Rp24.800/kg; cabe rawit merah Rp16.000–Rp45.500/kg; bawang merah Rp15.000–Rp34.700/kg; bawang putih Rp16.000–Rp27.700/kg.

Sementara itu, harga yang sudah mulai turun adalah daging sapi turun 1,6%–2,9% menjadi Rp80.000–Rp118.500/kg; daging ayam turun 1,36%–3,47% menjadi Rp22.000–Rp35.600/kg; cabe merah besar turun 3,40% menjadi Rp18.000–Rp43.250/kg, dan cabe merah keriting turun 2,42%–6,92% menjadi Rp15.000–Rp38.600/kg. (Red)


Photo Credit : Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita katakan bahwa harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) terkendali selama puasa dan Lebaran 2018. FILE/Dok/Ist. Photo

Share