Meminimalisir Krisis Kemanusiaan di Palestina Adara dan 23 Lembaga Kemanusiaan Internasional Tak Henti-hentinya Kirim Bantuan

Tanggal:



Telegraf – Setelah 11 hari menggempur Gaza pihak Israel meminta gencatan senjata. Lebih dari 1615 serangan udara berupa rudal dan bom menyasar pemukiman warga sipil dan bangunan penting di Jalur Gaza, Palestina sejak 10 Mei 2021.

Gejolak dan agresi keempat kalinya oleh Zionis Israel yang meluluhlantahkan Gaza setelah himpitan blokade 14 tahun tak hanya dirasakan warga Jalur Gaza dan wilayah Palestina lainnya, tetapi menjalar ke seantero dunia termasuk Indonesia. Sebagai negara muslim terbesar di dunia, rasa sakit yang dialami bangsa Palestina amat dapat dirasakan beratnya. Semua pihak merasa terpanggil memberikan bantuan dan turut berdonasi terlebih di tengah momen puncak Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

“Gencatan senjata bukan berarti melupakan dampak panjang krisis kemanusiaan. Hancurnya infrastruktur serta anak-anak, perempuan-perempuan lemah dan kalangan lansia yang turut menjadi korban, amat mengusik rasa kemanusiaan. Selain itu, dalam rancangan kesepakatan gencatan senjata pihak Palestina mensyaratkan tidak ada lagi penyerangan ke Masjid Al Aqsa dan pengusiran warga Syekh Jarrah, itu artinya kekerasan zionis terjadi secara menyeluruh terhadap warga Palestina,” tegas Sri Vira Chandra, Ketua Adara Relief.

Gejolak dan agresi keempat kalinya oleh Zionis Israel yang meluluhlantahkan Gaza setelah himpitan blokade 14 tahun tak hanya dirasakan warga Jalur Gaza dan wilayah Palestina lainnya. Mengundang banyak simpatisan berbagai negara hingga masyarakat sipil. Salah satu lembaga kemanusiaan yang menjadi representasi dari lembaga kemanusiaan yang dikelola perempuan Indonesia, Adara ta henti hentinya menyalurkan donasi Sahabat Adara ke semua wilayah Palestina yang terjajah, yaitu kota Al Quds, Tepi Barat, wilayah 48, Gaza, dan kamp-kamp pengungsian yang tersebar di beberapa wilayah sekitar Palestina.

Selama meningkatnya gejolak di Al Quds dan Jalur Gaza, Adara telah mengirimkan bantuan dalam beberapa tahap. Sejak awal Ramadhan hingga pekan pertama bulan Syawal ini, Adara telah menyalurkan bantuan bagi 764 orang korban luka, di antaranya 100 anak-anak, trauma healing bagi 100 anak, bantuan biaya tindakan operasi bagi 10 korban luka, bantuan kaki palsu untuk 4 orang, bantuan perawatan dan obat-obatan untuk 225 pasien, bantuan kursi roda dan kruk serta biaya pengobatan dan operasi untuk sebanyak 71 orang, serta bantuan 100 alat kesehatan untuk rumah sakit.

Selain itu, bantuan berupa makanan berbuka puasa untuk jama’ah itikaf di Masjid Al Aqsa dan wilayah Palestina lainnya disalurkan sebanyak 4.999 paket berbuka, 1.599 paket hadiah Hari Raya untuk anak Palestina, dan bantuan pemakmuran Masjid Al Aqsa bagi 400 jamaah.

“Bekerja sama dengan 23 lembaga kemanusiaan internasional mitra penyaluran, Adara bersama semua Sahabat Adara berupaya menjadi bagian dari penuntasan krisis kemanusiaan. Adara terus berkomitmen untuk menyalurkan donasi secara cepat, tepat sasaran, dan amanah,” tutup Sri Vira Chandra.


Photo Credit : Relawan Adara melintas disalah satu bangunan yang terkena serangan Zionis di Palestina/Doc/Ist


 

Atti K.

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...

Membangun Generasi Emas Di Era Digital

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama...

Penyaluran Kredit Bank BTN di Wilayah Timur Indonesia Capai 171 Persen

Telegraf - Program Bank Tabungan Negara (BTN) Solusi yang...

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dapatkan Apresiasi Dari PBB

Telegraf - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia mendapatkan apresiasi...