Membangun Smart City Pada Perspektif Keselamatan Jalan Melalui IRSA 2019

Tingginya pertumbuhan penduduk otomatis meningkat pula mobilitas mereka secara nyata meningkat juga penguna kendaraan, yang kemudian akan muncul permasalahan seperti kemacetan (traffic), keselamatan (safety), efisiensi (efficiency) dan polusi udara (polutan)"

Membangun Smart City Pada Perspektif Keselamatan Jalan Melalui IRSA 2019

Telegraf, Jakarta – ISRA (Indonesia Read Safety Award) 2019 kembali di gelar, yang sudah memasuki tahap sharing session, dengan tema Konsep Smart City Pada Prespektif Keselamatan Jalan yang berfokus pada Penerapan Smart Mobility dan Smart Living.

IRSA adalah penghargaan yang diberikan kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan.

“Tingginya pertumbuhan penduduk otomatis meningkat pula mobilitas mereka secara nyata meningkat juga penguna kendaraan, yang kemudian akan muncul permasalahan seperti kemacetan (traffic), keselamatan (safety), efisiensi (efficiency) dan polusi udara (polutan),” ungkap Julian Noor, Chief Executive Officer Adira Insurance.

Julian menjelaskan tujuan dari IRSA adalah untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia walaupun susah mewujudkan zero accident di Indonesia.

“Selama ini kecelakaan di jalan raya cukup tinggi, kami ingin angka itu terus menurun, walaupun tidak mungkin menjadi 0 persen, ya paling tidak harus turun,” tutur Julian.

Julian berharap dengan IRSA gagasan akan sampain kepada tujuan yaitu membantu negara menurunkan tingkat kecelakaan. Selain itu ia juga mengatakan para Finalis akan melakukan city tour untuk melihat secara langsung seperti apa penerapan smart mobility yang ada di PT. Transjakarta dan Korlantas Polri untuk mendukung smart living yang aman, selamat, dan nyaman.

Sementara itu Direktur Transportasi Bappenas Ikhwan Hakim mengatakan, angka kecelakaan yang terjadi di Indonesaia mencapai 30 ribu per tahun. Dari jumlah tersebut 70 persen terjadi di jalan daerah. Untuk itu diharapkan pemerintah daerah berusaha untuk menurunkan angka tersebut dengan berbagai strategi dan tata kelola yang diambil untuk keselamatan di jalan raya, termasuk dengan 5 pilar keselamatan, yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca kecelakaan.

Baca Juga :   KKP Dorong Optimalisasi Budidaya Udang Dengan Produk Andalan

Serta perlunya kerja sama Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kepolisian dan Kementerian Kesehatan.

“Kolaborasi ini merupakan langkah positif sebagai bentuk sinergi berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong pelaksanaan penerapan tata kelola keselamatan jalan yang baik di Indonesia,” tegasnya.
Dipaparkan, diharapkan kecelakaan di jalan raya akan terus menurun, pada tahun 2024 diperkirakan akan turun sebesar 65 persen.

Julian menutup Ajang IRSA itu sendiri merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan. IRSA merupakan rangkaian dari program corporate social responsibility Adira Insurance yang bertajuk kampanye I Wanna Get Home Safelyl. (Red)


Credit Photo : Julian Noor, Chief Executive Officer Adira Insurance memberikan kenang kenangan kepadada yang mewakili kementrian Perhubungan di Jakarta, Rabu, (23/10)/TELEGRAF




Komentar Anda