Melalui IC-CEPA Chile Menjadi Pintu Masuk Kerjasama Dagang Benua Amerika Selatan

Chile merupakan negara kecil sebetulnya namun strategis dari segi letaknya, yang memiliki produk produk sub tropis baik pertanian maupun industrinya, salah satu negara yang terbuka yaitu negara yang memiliki perjanjian dagang, sebanyak 29 perjanjian, (artinya Chile menjadin negara terbuka ) dan menjadi Hub untuk dagang. Dia bisa kita manfaatkan, ideal sekali untuk kita jadikan pintu masuk memasuki benua Amerika khusuanya Amerika Selatan"

Melalui IC-CEPA Chile Menjadi Pintu Masuk Kerjasama Dagang Benua Amerika Selatan

Telegraf, Jakarta – Terkait IC-CEPA Indonesia lakukan perjanjian dagang perdana di Benua Amerika Selatan yaitu Negara Chile, ini menjawab bahwa jarak bukan lagi halangan untuk menjalin kerjasama perdagangan, melainkan sebuah opportunity/kesempatan. Chile juga bisa sebagai sub pintu masuk perdagangan Amerika Selatan.

“Chile merupakan negara kecil sebetulnya namun strategis dari segi letaknya, yang memiliki produk produk sub tropis baik pertanian maupun industrinya, salah satu negara yang terbuka yaitu negara yang memiliki perjanjian dagang, sebanyak 29 perjanjian, (artinya Chile menjadin negara terbuka ) dan menjadi Hub untuk dagang. Dia bisa kita manfaatkan, ideal sekali untuk kita jadikan pintu masuk memasuki benua Amerika khusuanya Amerika Selatan,” ungkap Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini, dikantornya, Jl Ridwan Rais Gambir, Jakarta Pusat.

Ni Made menjelaskan komitmen kedua negara dalam IC-CEPA, akan mulai berlaku efektif pada 10 Agustus 2019 setelah dilakukan penandatanganan IC-CEPA pada 14 Desember 2017 dan pertukaran instrument of ratification (IOR) IC-CEPA pada 11 Juni 2019.

“Chile merupakan negara yang potensial bagi peningkatan dan diversifikasi perdagangan Indonesia. Prediksi setelah lima tahun pasca IC-CEPA, total perdagangan Indonesia-Chile meningkat 32 persen dari USD 278,5 juta (2017) menjadi USD 369,2 juta (tahun ke-5). Selain itu, ekspor Indonesia diproyeksikan akan meningkat sebesar 65 persen atau senilai USD 104 juta,” ujar Made, Senin (6/8).

Lanjut Made Komitmen Indonesia dan Chile dalam IC-CEPA yaitu Chile akan menghapus tarif bea masuk terhadap 89,6% atau sebanyak 7.669 pos tarif produk dari 8.559 pos tarif yang ada. Sebanyak 6.704 diantaranya akan langsung mendapatkan tarif bea masuk 0% pada tanggal 10 Agustus 2019, sementara 965 pos tarif akan dihapus secara bertahap hingga 6 tahun ke depan. Sementara, Indonesia akan menghapus tarif terhadap 9.308 pos tarif produk Chile.

Baca Juga  AMC Hadir Untuk Menjawab Para Millenia Yang Tak Punya Waktu

Produk Indonesia yang mendapat tarif 0 persen di pasar Chile yaitu produk pertanian, seperti rempah-rempah, sarang burung walet, kopra, sayur, dan buah tropis; produk perikanan seperti belut, lele, tiram, gurita, dan mentimun laut; produk manufaktur seperti bola, otomotif, produk kertas, furnitur, produk makanan minuman, baterai, dan tas kulit. Sementara produk Chile yang mendapat 0 persen tarif di pasar Indonesia yaitu produk pertanian dan perikanan seperti aprikot, anggur, sotong, dan kerang, produk pertambangan seperti tembaga, minyak bumi, dan gas batu bara, serta produk industri seperti kayu gergaji, bahan kimia, dan kendaraan bermotor. (Red)


Credit photo : Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini, Saat konfrensi pers dikantornya, Jl Ridwan Rais Gambir, Jakarta Pusat (ka)/telegraf.




Komentar Anda