Melalui Adara Masyarakat Indonesia Terus Suport Saudara di Palestina

“Perempuan Palestina adalah ibu dari seorang anak yang hilang atau diculik, saudara dari laki-laki yang menjadi buron, istri dari seorang suami yang gugur syahid, anak perempuan dari seorang ayah yang sudah lama diincar zionis dan pada akhirnya ditangkap atau dibunuh. Atau bisa juga menjadi ibu dari seorang anak yang hidup di kamp pengungsian dan sebagainya. Semua bisa diperankan dalam waktu yang sama oleh perempuan Palestina"

Melalui Adara Masyarakat Indonesia Terus Suport Saudara di Palestina

Telegraf – Aksi kejahatan zionis Israel terhadap warga Palestina, khususnya perempuan dan anak sudah melewati batas sehingga menimbulkan banyak korban dan penderitaan yang panjang. Mereka tidak hanya menjadi korban kebiadaban penjajah Israel secara fisik, tetapi juga memaksa perempuan Palestina memerankan seribu peran lainnya dalam berbagai rekaman peristiwa.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Adara Relief Internasional, Sri Vira Chandra dalam acara webinar  bertemakan “Peran media dalam membantu masalah kemanusiaan di Palestin”, di Jakarta, Kamis (03/09/2020).

“Perempuan Palestina adalah ibu dari seorang anak yang hilang atau diculik, saudara dari laki-laki yang menjadi buron, istri dari seorang suami yang gugur syahid, anak perempuan dari seorang ayah yang sudah lama diincar zionis dan pada akhirnya ditangkap atau dibunuh. Atau bisa juga menjadi ibu dari seorang anak yang hidup di kamp pengungsian dan sebagainya. Semua bisa diperankan dalam waktu yang sama oleh perempuan Palestina,” ungkap Vira.

Vira juga mengungkapkan Blokade terhadap Gaza sejak 2006 telah mengakibatkan kemiskinan, pengangguran, serta membuat sulitnya akses layanan kesehatan bagi warga Palestina. Kejahatan kemanusiaan tersebut terus terjadi dalam berbagai bentuk seperti tawanan administrative tanpa persidangan dan tanpa pengacara, aksi penangkapan, kekerasan dan pembunuhan terhadap perempuan dan anak. Kejahatan kemanusiaan yang hingga kini terus dibiarkan terjadi oleh dunia internasional termasuk Mahkamah Internasional.

Lalu pembunuhan terhadap tenaga medis, pembunuhan terhadap wartawan baik wartawan Palestina maupun wartawan dari luar negeri, tak hanya itu penghancuran pemukiman pun dilakukan dengan berbagai cara seperti penghancuran rumah, pencabutan lahan zaitun serta tak segan-segan menghancurkan fasilitas ekonomi dan sosial, memutuskan jaringan listrik dan air bersih serta menghalangi bantuan kemanusiaan dari dunia luar.

Tak hanya perempuan, Vira menceritakan hampir semua anak Palestina juga mengalami kejadian mengerikan dalam hidupnya. Banyak diantara anak-anak yang menjadi korban tembak, terkena bom, kehilangan orangtua, menjadi yatim seketika hanya dalam hitungan detik. Salah satu contohnya adalah Yamin, anak Palestina berusia 4 tahun yang harus kehilangan 22 orang anggota keluarganya dalam peristiwa serangan udara yang dilancarkan Israel di Kota Deir al Balah di jalur Gaza Tengah.

Baca Juga :   Gedung Putih Gagalkan Pengiriman Surat Beracun Untuk Trump

Kejadian seperti itu membuat, Adara Relief Internasional berkomitmen terus mendukung perjuangan perempuan Palestina dengan cara mengirimkan bantuan yang mereka butuhkan. Bersama jejaring komunitas dan lembaga yang ada, Adara mengambil 5 segmentasi penyaluran bantuan yakni segmen ekonomi, kesehatan, pendidikan, agama dan musiman. Untuk segmen ekonomi seperti santunan anak yatim, paket bahan pangan dan renovasi rumah. Lalu segmen kesehatan seperti penyediaan alat bantu dengar, bantuan obat-obatan, paket sterilisasi Covid-19 dan pemulihan trauma.

Vira mengakui di tengah kesulitan ekonomi yang melanda Indonesia akibat pandemi Covid-19, tak menyurutkan masyarakat untuk menyalurkan donasinya bagi warga Palestina. Sebut saja untuk hewan kurban tahun ini saja, Adara berhasil mengumpulkan donasi hingga Rp1,5 miliar, naik dibanding tahun sebelumnya sekitar Rp1 miliar.

“Itu artinya, kesadaran masyarakat untuk bersedekah sangat bagus. Karena sedekah sejatinya akan mengeluarkan kita dari berbagai kesulitan. Sedekah juga akan membuat rezeki kita tambah lancar,” tukas Vira. (AK)


Photo Credit: Warga Palestina saat mendapatkan serangan dari Israel. AP Photo/Mohammed Talatene

 

Atti K.