Maya Rumantir Ajak Orang Tua Cegah Anak-Anak Hirup Dzat Aditif

"Guna menekan dan menurunkan tingkat pengguna dan pemakai dzat aditif yang sekarang ini marak dilakukan anak-anak usia sekolah, maka diperlukan langkah-langkah antisipatif yang harus dilakukan seperti peran dari orang tua agar supaya anak-anak ini tidak kehilangan masa depan dan cita-citanya."

Maya Rumantir Ajak Orang Tua Cegah Anak-Anak Hirup Dzat Aditif

Telegraf, Tomohon – Tokoh perempuan Sulawesi Utara Maya Rumantir mengaku prihatin atas kembali maraknya anak-anak menggunakan dzat aditif semacam lem. Dzat tersebut kalau dihirup maka akan membuat si pemakai mabuk dan fly. Kondisi ini sangat memprihatinkan.

Guna menekan dan menurunkan tingkat pengguna dan pemakai dzat aditif yang sekarang ini marak dilakukan anak-anak usia sekolah, maka diperlukan langkah-langkah antisipatif yang harus dilakukan seperti peran dari orang tua agar supaya anak-anak ini tidak kehilangan masa depan dan cita-citanya.

“Kita tetap pada kehidupan yang salah dan menyimpang daripada kebenaran maka dia akan kehilangan masa depan, dia akan kehilangan harapan-harapannya, cita-citanya, disini peranan orang tua sangat penting karena orang tua adalah wakil Tuhan di bumi yang harus menjadi terang dan teladan yang sangat kita sayangkan,” ujar Maya Rumantir disela-sela mengunjungi Pastor yang tengah sakit di Kota Tomohon Sulawesi Utara, Selasa (3/4/2018)

Lebih lanjut Maya Rumantir yang sehari-hari adalah pemerhati masalah sosial ini menyerukan kepada para orang tua agar menjaga anak-anaknya dari pengaruh dzat aditif.

“Kalau para orang tua banyak yang bercerai, banyak yang tidak memperhatikan lagi anak-anak sebagai warisan daripada kehidupan mereka sendiri. Merekalah pewaris generasi Indonesia ke depan dan keluarga,” tutur spiritualis nasional ini.

Maya meminta pemerintah bisa bertanggung jawab dan peka melihat situasi masyarakat. “Segala kebutuhan mereka harus lebih ditingkatkan lagi banyaknya penyuluhan-penyuluhan yang nyata kunjungan-kunjungan sampai daerah terpencil,” kata tokoh perempuan yang pernah menjabat anggota DPD 2014-2019.

Maya juga menghimbau agar media massa baik cetak, elektronik maupun radio dan televisi untuk bersama-sama pemerintah mensosialisasikan bahaya penggunaan dzat aditif. Karena penggunaan dzat aditif berpotensi membuat pemakainya kecanduan dan bisa menjurus pada bahaya penggunaan narkoba.

“Selain kunjungan ke daerah yang berpotensi anak-anaknya banyak menjadi pemakai dzat aditif, bisa juga pencegahan dilakukan melalui media massa baik itu media cetak, elektronik, radio, televisi maupun digital,” kata Maya Rumantir yang namanya didukung masyarakat Sulawesi Utara untuk mencalonkan diri sebagai Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mewakili Sulawesi Utara.

Maya melihat peredaran dzat aditif harus diputuskan mata rantainya dari pusat sampai ke daerah-daerahnya. “Pemerintah harus bisa bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk menghentikan maraknya aksi penggunaan dzat aditif, karena dzat-dzat aditif ini peredarannya dari pusat ke daerah. dan pemerintah juga dan aparat keamanan bisa memonitor gerakan ini memutus mata rantainya yang ada sekarang ini kasihan anak-anak muda dan pemuda yang lain mereka ini korban,” kata Maya.

Selain itu, menurut Maya pemerintah daerah harus bisa bekerjasama dengan aparat menghentikan anak-anak muda kecanduan dzat aditif dengan menyediakan tempat atau cara untuk merehabilitasi mereka sebagai pecandu. “Mereka harus direhabilitasi dan disembuhkan agar bisa menjadi generasi yang sehat dan menjadi harapan bangsa,” pungkas tokoh yang dikenal sangat dicintai rakyat Sulawesi Utara ini. (Red)


Photo Credit : Tokoh Wanita Sulawesi Utara Maya Rumantir (duduk ditengah berbaju coklat) bersama anak-anak muda yang tergabung dalam laskar Waraney. | File/Dok/Ist. Photo

Share