Manfaatkan Teknologi Untuk Terus Bertahan di New Normal

Manfaatkan Teknologi Untuk Terus Bertahan di New Normal

"Kegiatan ekonomi yang sudah mulai di longgarkan tetapi harus tetep dengan protokol kesehatan, harus di patuhi dan jaga, yang kami kawatirkan narasi yang di bangun bahwa pelonggaran PSBB itu. Lalu persepsi masyarakat wah klo sudah di longgarkan berarti kita boleh memakai masker. nah ini yang keliru . kendati ekonomi bergerak tetapi kita harus menggunakan protokol kesehatan dengan disiplin. tidak pake dalih apapun tetap mengunakan masker, jaga jarak sering cuci tangan dan berolahraga yang cukup"

Manfaatkan Teknologi Untuk Terus Bertahan di New Normal


Telegraf, Jakarta – Masa pandemi masih belum usai, walaupun pemerintah sudah memberikan kelongaran terkait kegiatan ekonomi, ini menunjukan bahwa kita harus berdampingan dengan covid -19 di era new normal seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo.

Ryan Kiryanto Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, mengatakan dunia saat ini sudah berubah mau tidak mau kita juga harus menyesuaikan dengan adanya teknologi untuk terus bertahan. Bukan saja Indonesia seluruh dunia “Rasanya tidak ada yang terhindar dari Covid-19, posisi sekarang episentrum yang baru itu justru di Amerika Latin, Brasillia, dan Venezuela,” tutur Ryan dalam diskusi UMKM dengan tema Koperasi dan UMKM go digital di era new normal melalui Webinar, di Jakarta, Jumat (10/7).

Untuk menghindari kontraksi dalam pertumbuhan ekonomi pemerintah telah mengeluarkan berbagai aturan baru yang diharapkan menekan kontraksi dari dampak Covid-19 tersebut. Seperti UU N 2 thn 2020, Perpres 72 tahun 2020, dan diperkuat lagi paket pemulihan ekonomi nasional dan memberikan penekanan tertentu khusus kepada recovery UMKM.

“Kegiatan ekonomi yang sudah mulai di longgarkan tetapi harus tetep dengan protokol kesehatan, harus di patuhi dan jaga, yang kami kawatirkan narasi yang di bangun bahwa pelonggaran PSBB itu. Lalu persepsi masyarakat wah klo sudah di longgarkan berarti kita boleh memakai masker. nah ini yang keliru . kendati ekonomi bergerak tetapi kita harus menggunakan protokol kesehatan dengan disiplin. tidak pake dalih apapun tetap mengunakan masker, jaga jarak sering cuci tangan dan berolahraga yang cukup,” kata Ryan.

Lanjutnya untuk mengenjot laju perekonomian pemerintah terus memberikan penekanan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah dengan memberikan beberapa kelonggaran pada sektor perbankan, pada situasi pandemi Covid-19, seperti kelonggaran kredit, dalam pembayaran dispensasi selama 6 bulan atau hingga 1 tahun.

“Untuk recovery yang cukup panjang itu kita perlu kerjasama (gotong royong) antara yang besar dengan yang menengah, yang kecil dengan yang menengah, kooperatif adalah roh dari koperasi,” ungkap Ryan.

Ryan menambahkan BNI terus dukung pemerintah melalui pembiayaan, sebagai contoh Kisah sukses Program Klaster BNI ini dicatat dalam buku bertajuk “Inovasi Pengembangan UMKM melalui Klaster Binaan Unggulan”. Langkah nyata yang BNI lakukan dalam digitalisasi layanan bagi UMKM dilakukan dalam bentuk pengembangan teknologi informasi pendukung diantaranya digital loan processing.

Baca Juga :   Milad Ke 7 Jamsyar terus Secure, Survive, Sustain dan Catat Aset 1,9 Triliun

Layanan tersebut adalah berupa pengembangan aplikasi digital loan untuk memproses kredit secara masif. BNI sangat siap dan optimis menyambut era kemajuan teknologi dengan melakukan tranformasi transaksi perbankan dan penyaluran kredit dari yang berbasis konvensional menjadi berbasis teknologi digital.

Dalam rangka menyukseskan digitalisasi pengembangan UMKM, BNI bekerjasama dengan start up untuk penyaluran kredit dan pembentukan ekosistem finansial berbasis digital, terutama untuk klaster UMKM pada sektor produksi. Kerja sama yang dilakukan BNI dalam mengembangkan UMKM antara lain dengan PT ARUNA. Kerja sama ini berjalan dalam bidang perikanan yaitu digunakan untuk membangun ekosistem finasial konsep Rumah Nelayan Indonesia.

Hal serupa juga dikatakan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi untuk tetap terus bertahan dalam situasi Covid -19 UMKM justru lebih memiliki banyak peluang melalui digitalisasi.

“Sayangnya, peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh UMKM, karena dari sekitar 64 juta populasi UMKM di Indonesia, baru 13% saja yang terhubung ke ekosistem digital. Oleh karena itu, perlu keterlibatan pemerintah dan berbagai pihak untuk meningkatkan literasi manfaat UMKM masuk ke ekosistem digital dan inkubasi untuk mengakselerasi kesiapan mereka,” lanjut Zabadi. (AK)


Credit Photo : Ryan Kiryanto (tengah) Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI saat menyampaikan materi dalam diskusi diskusi UMKM dengan tema Koperasi dan IMKM go digital di era new normal melalui Webinar, di Jakarta,Jumat (10/7)/telegraf


Atti K.

close