Malaysia Mencontoh Indonesia Dalam Penanaman Jagung

“Kedepan kami akan melakukan penanaman perdana di Etikong bersama menteri Malaysia dan delegasinya kemudian juga kami akan kunjungan ke Serawak disana punya lahan 60 ribu H Indonesia sudah menyiapkan 50 ribu H di Etikong bisa berkembang sampai 100 ribu H, kemudian di Kalimantan Tengah untuk pertanian organik 300 ribu H , beras organik"

Malaysia Mencontoh Indonesia Dalam Penanaman Jagung


Telegraf, Jakarta – Kesuksesan Indonesia dalam memenuhi kebutuhanya dalam negeri khususnya jagung, menarik minat negara tetangga yaitu Malaysia menindak lanjuti MOU (Momorandung Of Understanding) yang sudah dilakukan pada tahun 2014, dalam forum Bilateral dengan nama JWG (Join Working Group) pertanian.

Menteri pertanian Amran Sulaiman, menerima Sri Ahmad Shabery Cheek menteri Pertanian  dan Industri Asas Tani  Malaysia dikantornya, Jl Harsono Rm, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/17).

Amran mengatakan, Malaysia selama ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jagung  masih mengimpor 3 juta ton per tahun, sedangkan untuk indonesia  di 2 tahun terakhir  impor jagung sudah mengalami penurunan sekitar 3 juta ton, yang hasilnya Indonesia tidak mengimpor jagung untuk tahun ini.

Kerjasama yang akan dilakukan Indonesia dan Malaysia adalah penanaman perdana jagung di Etikong dengan luas 50 ribu Hektare (H) dan bisa berkembang hingga 100 ribu H, dan akan melakukan kunjungan keserawak dimana  Malaysia mempunyai lahan 60 ribu H.

“Kedepan kami akan melakukan penanaman perdana di Etikong bersama menteri Malaysia dan delegasinya kemudian juga kami akan kunjungan ke Serawak  disana punya lahan 60 ribu H Indonesia sudah menyiapkan  50 ribu H di etikong bisa berkembang sampai 100 ribu H,  kemudian di Kalimantan Tengah untuk pertanian organik 300 ribu H , beras organik ,” Ujar Amran.

Ditemui di tempat yang sama Sri Ahmad Shabery Cheek mengatakan sangat terinspirasi dengan apa yang sudah di capai Indonesia yang mana yang dahulunya impor sekarang sudah bis memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan program program yang sekarang diterapkan di Indonesia, dan Malaysia berharap Indonesia bisa mengeskpor jagung ke Malaysia.

Baca Juga :   Pandemi Covid-19 Tak Halangi Pertumbuhan Kredit dan Laba BTN Pada Kuartal II 2021

“Saya begitu terinspirasi sekali dengan kejayaan yang telah ditunjukan oleh Republik Indonesia dari pada sebuah negara pengimpor jagung akhirnya sekarang ini mencukupi untuk kegunaan sendiri dimana di Malaysia hampir 100 persen masih tergantung impor yang kita ambil dari negara negara yang sanagat jauh daripada Malaysian daripada Indonesia,” Tututrnya

Amran menambahkan kerjasama indonesia dan Malaysia melalui forum JWG ini akan fokus pada 3 hal yaitu penanaman jagung, left kettle dan beras organic. (Red)

Foto Credit : Telegraf/Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close