Mahathir Hentikan Kontrak Proyek KA Cepat Malaysia Dengan Tiongkok

Mahathir Hentikan Kontrak Proyek KA Cepat Malaysia Dengan Tiongkok

"Dia (Najib) sangat mengetahui bahwa ECRL, contohnya, bukan sesuatu yang kami bisa perbuat. Ini bukan untuk melayani apa pun, tidak memberi kami,"

Mahathir Hentikan Kontrak Proyek KA Cepat Malaysia Dengan Tiongkok


Telegraf, Kuala Lumpur – Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, Malaysia tengah meninjau ulang kontrak proyek kereta api senilai US$ 14 miliar dengan para mitra Tiongkok demi mengurangi utang nasionalnya yang melambung hingga US$ 50 miliar setelah membangun proyek raksasa.

Dalam wawancara yang disiarkan pada Sabtu (26/05/18), PM yang kini berusia 92 tahun itu mengalahkan Najib Razak dalam pemilihan awal bulan ini, telah membuat prioritas untuk mengurangi utang dan berjanji meninjau ulang kontrak proyek-proyek besar yang disepakati pemerintah sebelumnya.

Proyek Jalur Kereta Api Pesisir Timur senilai 55 miliar ringgit (US$ 13,82 miliar)- pekerjaan terbesar di negara itu dan merupakan bagian proyek infrastruktur Beijing yang diberi nama “Jalur Sutera Baru Abad ke-21” (OBOR) mulai tahun lalu.

Proyek itu direncanakan membentang sepanjang 688 kilometer menghubungkan Laut China Selatan di perbatasan Thailand di timur dengan rute-rute pelayaran strategis di Selat Malaka di barat.

“Kami sedang merundingkan kembali perjanjian itu,” kata Mahathir kepada surat kabar keuangan The Edge.

Dia mengatakan, ketentuan dalam perjanjian itu sangat merusak ekonomi Malaysia. Mahathir juga mempertanyakan keperluan untuk proyek itu.

“Dia (Najib) sangat mengetahui bahwa ECRL, contohnya, bukan sesuatu yang kami bisa perbuat. Ini bukan untuk melayani apa pun, tidak memberi kami,” kata Mahathir.

Proyek itu dibangun China Communications Construction Co Ltd, dan sebagian besar didanai pinjaman dari Bank Exim Tiongkok. (Red)


Photo Credit : Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad tinjau ulang kontrak proyek kereta api senilai US$ 14 miliar dengan Tiongkok. GEETY IMAGES/Ulet Ivansasti

 

KBI Telegraf

close